Kamis, 24 September 2026 telah dilaksanakan kegiatan pengambilan data ubinan dan pengujian mutu hasil panen jagung dilaksanakan di Subak Tinga-tinga, Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak, sebagai bagian dari evaluasi hasil budidaya jagung di tingkat petani. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai produktivitas, estimasi produksi, serta kondisi mutu hasil panen jagung berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan.
Kegiatan dilakukan pada lahan milik Putu Budiasa dengan luas 70 are yang ditanami jagung varietas Pertiwi 3. Tanaman telah berumur 104 HST dengan jarak tanam 25 cm × 75 cm. Pengambilan data dilakukan melalui metode ubinan untuk memperoleh gambaran hasil produksi pada satuan luas tertentu, kemudian dikonversikan menjadi produktivitas per hektare dan estimasi produksi sesuai luas lahan.
Data hasil pengamatan yang diperoleh yaitu:
Nama petani: Putu Budiasa
Lokasi: Subak Tinga-tinga, Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak
Luas lahan: 70 are
Varietas: Pertiwi 3
Umur panen: 104 HST
Jarak tanam: 25 cm × 75 cm
Jumlah rumpun: 31
Jumlah tanaman: 58
Jumlah tongkol: 57
Jumlah bulir per tongkol: 585 bulir
Berat rata-rata bulir: 0,442 gram
Berat rata-rata tongkol: 0,297 kg
Hasil ubinan: 11,29 kg
Produktivitas jagung pipilan kering: 102,48 kw/ha
Estimasi produksi lahan 70 are: 7,17 ton jagung pipilan kering
Tujuan distribusi: Dijual kepada penebas
Kadar air: 26,1%
Biji rusak: 0%
Berdasarkan hasil konversi data ubinan, produktivitas jagung pipilan kering yang diperoleh mencapai 102,48 kw/ha. Dengan luas lahan 70 are, hasil tersebut memberikan estimasi produksi sebesar 7,17 ton jagung pipilan kering. Hasil ubinan ini menunjukkan potensi produktivitas yang relatif tinggi dan dapat menjadi gambaran hasil budidaya pada lahan yang diamati.
Selain pengukuran produktivitas dan estimasi produksi, dilakukan pula pengujian mutu terhadap hasil panen. Hasil pengujian menunjukkan kadar air sebesar 26,1% dengan persentase biji rusak sebesar 0%. Data mutu tersebut menjadi bagian dari informasi hasil panen yang digunakan dalam evaluasi kondisi jagung sebelum dijual kepada penebas.
Hasil pengukuran produktivitas, estimasi produksi, dan pengujian mutu ini memberikan data yang lebih lengkap mengenai kondisi hasil budidaya jagung petani. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap hasil pertanaman sekaligus memberikan gambaran kuantitatif mengenai potensi produksi dan kondisi mutu hasil panen.