(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Evaluasi Hasil Budidaya Jagung Petani Subak Tinga-tinga Melalui Pengukuran Data Produktivitas, Produksi dan Pengujian Mutu Hasil Panen

Admin distankan | 24 September 2026 | 44 kali


Kamis, 24 September 2026 telah dilaksanakan kegiatan pengambilan data ubinan dan pengujian mutu hasil panen jagung dilaksanakan di Subak Tinga-tinga, Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak, sebagai bagian dari evaluasi hasil budidaya jagung di tingkat petani. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai produktivitas, estimasi produksi, serta kondisi mutu hasil panen jagung berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan.

Kegiatan dilakukan pada lahan milik Putu Budiasa dengan luas 70 are yang ditanami jagung varietas Pertiwi 3. Tanaman telah berumur 104 HST dengan jarak tanam 25 cm × 75 cm. Pengambilan data dilakukan melalui metode ubinan untuk memperoleh gambaran hasil produksi pada satuan luas tertentu, kemudian dikonversikan menjadi produktivitas per hektare dan estimasi produksi sesuai luas lahan.

Data hasil pengamatan yang diperoleh yaitu:

Nama petani: Putu Budiasa

Lokasi: Subak Tinga-tinga, Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak

Luas lahan: 70 are

Varietas: Pertiwi 3

Umur panen: 104 HST

Jarak tanam: 25 cm × 75 cm

Jumlah rumpun: 31

Jumlah tanaman: 58

Jumlah tongkol: 57

Jumlah bulir per tongkol: 585 bulir

Berat rata-rata bulir: 0,442 gram

Berat rata-rata tongkol: 0,297 kg

Hasil ubinan: 11,29 kg

Produktivitas jagung pipilan kering: 102,48 kw/ha

Estimasi produksi lahan 70 are: 7,17 ton jagung pipilan kering

Tujuan distribusi: Dijual kepada penebas

Kadar air: 26,1%

Biji rusak: 0%

Berdasarkan hasil konversi data ubinan, produktivitas jagung pipilan kering yang diperoleh mencapai 102,48 kw/ha. Dengan luas lahan 70 are, hasil tersebut memberikan estimasi produksi sebesar 7,17 ton jagung pipilan kering. Hasil ubinan ini menunjukkan potensi produktivitas yang relatif tinggi dan dapat menjadi gambaran hasil budidaya pada lahan yang diamati.

Selain pengukuran produktivitas dan estimasi produksi, dilakukan pula pengujian mutu terhadap hasil panen. Hasil pengujian menunjukkan kadar air sebesar 26,1% dengan persentase biji rusak sebesar 0%. Data mutu tersebut menjadi bagian dari informasi hasil panen yang digunakan dalam evaluasi kondisi jagung sebelum dijual kepada penebas.

Hasil pengukuran produktivitas, estimasi produksi, dan pengujian mutu ini memberikan data yang lebih lengkap mengenai kondisi hasil budidaya jagung petani. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap hasil pertanaman sekaligus memberikan gambaran kuantitatif mengenai potensi produksi dan kondisi mutu hasil panen.