(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN WAWASAN PETANI MENGENAI SERANGAN OPT (ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN)

Admin distankan | 26 Agustus 2026 | 109 kali

Pada hari Rabu, 26 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Kewaspadaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Pertanian di Subak Temukus, Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, POPT Ahli Pertama, Penata Layanan Operasional, Administrasi Perkantoran, Klian Subak, serta anggota Subak Temukus.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan petani mengenai kewaspadaan terhadap serangan OPT, khususnya pada tanaman padi, serta memperkenalkan penggunaan pestisida nabati yang dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan dibuka oleh Klian Subak Temukus, yang dalam sambutannya menyampaikan mengenai kondisi dan pola tanam yang diterapkan di wilayah Subak Temukus. Beliau menjelaskan bahwa sebagian wilayah Subak Temukus menjadi lokasi demplot PMAAS, sementara beberapa petani lainnya melaksanakan budidaya tanaman palawija sesuai dengan kondisi dan pola tanam di wilayah setempat.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura mengenai dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani terhadap perubahan kondisi lingkungan dan dampaknya terhadap pertumbuhan tanaman serta perkembangan OPT.

Selanjutnya dilaksanakan pelatihan dan praktik pembuatan pestisida nabati dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar petani, yaitu daun mimba dan lengkuas oleh POPT Ahli Pertama Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Dalam kegiatan praktik tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai bahan, cara pembuatan, senyawa aktif, dosis, cara aplikasi, opt sasaran serta pemanfaatan pestisida nabati sebagai salah satu alternatif pengendalian OPT yang lebih ramah lingkungan.

Materi terakhir disampaikan oleh POPT Kecamatan Banjar mengenai berbagai jenis OPT pada tanaman padi, meliputi pengenalan gejala serangan, faktor yang memengaruhi perkembangan OPT, serta langkah-langkah pengendalian yang dapat dilakukan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Kegiatan pelatihan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani anggota Subak Temukus dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap OPT, melakukan pengamatan secara dini, serta menerapkan pengendalian yang tepat dan ramah lingkungan guna mendukung keberhasilan usaha tani.