(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

PERKEMBANGAN LUMPY SKIN DISEASE (LSD) PADA TERNAK SAPI YANG TERJADI DI KABUPATEN BULELENG

Admin distankan | 27 Agustus 2026 | 142 kali

Buleleng - Pada hari ini, Kamis 27 Agustus 2026 Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng menerima kunjungan teknis terkait penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dari Nossal Institute of Global Health. Kunjungan tersebut didampingi oleh perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kunjungan teknis ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai perkembangan kasus LSD di Kabupaten Buleleng, sekaligus melakukan koordinasi dan pertukaran informasi terkait upaya pencegahan serta penanganan penyakit LSD pada ternak sapi.Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Medik Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng menyampaikan kondisi dan perkembangan kasus LSD di Kabupaten Buleleng. kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dengan perwakilan Kementerian Pertanian dan Nossal Institute of Global Health yang didampingi oleh Kepala Bidang dan Medik Veteriner Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam sesi tersebut, dibahas berbagai hal terkait pengendalian LSD, antara lain lalu lintas ternak sapi, perkembangan kasus penyakit LSD, kondisi penyebaran penyakit di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di Kabupaten Buleleng, berlokasi di Banjar Dinas Batupulu, Desa Panji Anom. Melalui kunjungan teknis ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin baik antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan pihak akademisi maupun lembaga terkait dalam memperkuat pengendalian LSD. Pertukaran informasi dan pengalaman lapangan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan yang tepat, sehingga risiko penyebaran LSD pada populasi ternak sapi di Kabupaten Buleleng dapat diminimalkan.