(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng Kirim Sampel Otak Anjing ke Balai Besar Veteriner untuk Uji Laboratorium Rabies

Admin distankan | 02 September 2026 | 124 kali

Pada hari ini, rabu 2 september 2026 Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng melalui medik veteriner bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melaksanakan pengiriman sampel otak anjing ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap penyakit rabies.

Pengiriman sampel ini merupakan bagian dari kegiatan surveilans dan pengendalian rabies di Kabupaten Buleleng. Sampel otak anjing dikirim untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi virus rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pengendalian selanjutnya.

Sebelum dikirim, sampel telah diambil oleh petugas kesehatan hewan dengan menerapkan prosedur pengambilan, pengemasan, dan penanganan sampel sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sampel kemudian dikirim dalam kondisi yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan laboratorium guna menjaga keamanan dan kualitas sampel selama proses pengiriman.

Pemeriksaan laboratorium oleh Balai Besar Veteriner Denpasar menjadi salah satu tahapan penting dalam peneguhan diagnosis rabies. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bahan bagi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng dalam melakukan pemetaan situasi rabies serta menentukan tindak lanjut di wilayah yang berisiko.

Selain pemeriksaan laboratorium, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong pengendalian rabies melalui vaksinasi rabies pada anjing, pengawasan lalu lintas hewan, penanganan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR), edukasi kepada masyarakat, serta pengendalian populasi anjing.

Melalui kegiatan surveilans dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan deteksi kasus rabies di Kabupaten Buleleng dapat dilakukan secara cepat dan akurat sehingga langkah pengendalian dapat segera dilaksanakan. Sinergi antara pemerintah, petugas kesehatan hewan, fasilitas kesehatan, pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Buleleng yang aman dari ancaman rabies dan mendukung terwujudnya kesehatan masyarakat melalui pendekatan One Health.