Jumat, 28 Agustus 2026 Tenaga Harian Lepas (THL) BPP Busungbiu melaksanakan kegiatan olah tanah berupa penggaruan sekaligus pemantauan pertumbuhan persemaian padi varietas Inpari 32 di lahan BPP Busungbiu, Desa Busungbiu.
Kegiatan penggaruan dilakukan sebagai bagian dari tahapan persiapan lahan sebelum penanaman padi. Penggaruan bertujuan untuk menghancurkan dan menghaluskan bongkahan tanah hasil pembajakan, meratakan permukaan lahan, serta membantu mencampurkan sisa-sisa tanaman dan bahan organik ke dalam lapisan tanah. Proses ini juga membantu memperbaiki kondisi tanah sehingga lebih siap untuk dilakukan pengolahan lanjutan dan penanaman.
Dalam pelaksanaannya, penggaruan dilakukan pada lahan yang sebelumnya telah melalui tahap pembajakan. Garu digunakan untuk memecah bongkahan tanah dan meratakan permukaan lahan. Pengolahan dilakukan dengan memperhatikan kondisi kelembapan tanah agar proses penggaruan dapat berlangsung secara efektif dan menghasilkan kondisi tanah yang lebih halus serta merata. Kondisi lahan yang telah digaru selanjutnya dipersiapkan untuk tahapan berikutnya menuju penanaman.
Selain olah tanah, THL BPP Busungbiu juga melakukan pemantauan pertumbuhan persemaian padi varietas Inpari 32 yang telah memasuki umur 18 HSS (Hari Setelah Semai). Berdasarkan hasil pengamatan, pertumbuhan persemaian menunjukkan kondisi yang baik dan terus berkembang menjelang waktu pindah tanam. Pemantauan dilakukan untuk memastikan bibit tumbuh sehat dan seragam serta mengetahui kondisi persemaian secara keseluruhan.
Pengamatan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga tetap dilakukan sebagai bagian dari pemantauan persemaian hingga umur 21 HSS. OPT yang menjadi perhatian meliputi penggerek batang padi, lalat Hydrellia, keong mas, tikus, dan hama putih. Berdasarkan hasil pemantauan pada umur 18 HSS, belum ditemukan OPT maupun gejala serangan yang mengganggu pertumbuhan persemaian.
Sebagai tindak lanjut dari hasil pemantauan dan persiapan lahan yang telah dilakukan, direncanakan kegiatan pencabutan dan pemindahan bibit persemaian padi Inpari 32 pada tanggal 1 September 2026. Bibit yang telah memenuhi kondisi dan umur tanam akan dicabut secara hati-hati untuk menjaga kondisi akar, kemudian dipindahkan dari persemaian ke lahan pertanaman yang telah dipersiapkan.
Selanjutnya, kegiatan penanaman padi Inpari 32 direncanakan dilaksanakan pada tanggal 2 September 2026. Penanaman akan dilakukan setelah lahan berada dalam kondisi siap tanam dan bibit telah dipindahkan dari persemaian. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat berlangsung sesuai jadwal sehingga proses budidaya padi dapat berjalan secara terencana dan optimal.
Rangkaian kegiatan olah tanah, pemantauan persemaian, hingga persiapan pindah tanam ini merupakan bagian dari tahapan budidaya padi di lahan BPP Busungbiu. Dengan pengolahan tanah yang dilakukan secara bertahap serta pemantauan pertumbuhan dan OPT secara rutin, diharapkan lahan dan bibit padi Inpari 32 berada dalam kondisi optimal untuk mendukung keberhasilan penanaman dan pertumbuhan tanaman pada fase berikutnya.