(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Pengambilan Ubinan dan Pengawasan Mutu Jagung di Subak Pengulon

Admin distankan | 17 September 2026 | 62 kali

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan kegiatan pengambilan ubinan sekaligus pengawasan mutu jagung di Subak Pengulon, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Kamis (17/9). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran hasil produksi jagung sekaligus memantau kondisi mutu jagung di tingkat petani.

Pengambilan ubinan dilakukan pada lahan milik Komang Merta Yasa dengan luas lahan 20 are, menggunakan varietas Pertiwi 3 yang telah mencapai umur panen 95 HST. Tanaman jagung dibudidayakan dengan jarak tanam 80 cm × 80 cm menggunakan sistem tumpang sari dengan kacang merah.

Pada petak ubinan diperoleh 16 rumpun dengan 22 tanaman dan 23 tongkol jagung. Dari hasil pengambilan sampel ubinan diperoleh berat 3,675 kg. Berdasarkan hasil pengolahan data ubinan, produktivitas jagung kering panen tanpa kulit dan tangkai mencapai 58,73 kw/ha, sedangkan produktivitas jagung pipilan kering sebesar 33,31 kw/ha.

Dengan luas lahan 20 are, estimasi produksi kering panen tanpa kulit dan tangkai mencapai 1,17 ton, sementara produksi jagung pipilan kering diperkirakan sebesar 0,67 ton. Data tersebut memberikan gambaran potensi produksi jagung pada lahan petani di Subak Pengulon.

Selain pengambilan ubinan, petugas juga melakukan pengawasan mutu jagung melalui pemeriksaan terhadap sampel hasil panen. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar air sebesar 30,8%, dengan persentase biji rusak sebesar 0%. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi mutu hasil panen jagung yang dihasilkan petani.

Hasil panen jagung tersebut direncanakan untuk konsumsi sendiri sebagai stok pangan keluarga, sehingga tidak diarahkan untuk distribusi atau pemasaran. Melalui kegiatan ini, data produktivitas, potensi produksi, dan kondisi mutu jagung di tingkat petani dapat terdokumentasi sebagai bahan pendukung dalam pemantauan perkembangan produksi dan mutu komoditas tanaman pangan di Kabupaten Buleleng.