Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 09.00-12.10 Wita bertempat di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, telah dilaksanakan "Selayang Pandang P4S Indonesia, volume 12" secara darling (online) melalui zoom meeting, dengan mengusung tema: P4S Tangguh, Mengembangkan Strawberi dan Melon untuk Indonesia Berkelanjutan. Acara ini dibuka oleh Bapak Ugik Romadi dari BBPP Batu, yang mana dalam sambutannya menekankan pentingnya komunikasi, informasi dan edukasi bagi eksistensi P4S yang sudah berjalan dan berkembang dalam perannya memberikan kontribusi dan shering bagi poktan/ petani, pelaku usaha pertanian, P4S lainnya dalam pembangunan pertanian dengan mengadopsi pola-pola yang telah diterapkan oleh P4S yang telah berhasil. Selanjutnya arahan dari perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa arah kebijakan dalam pembinaan P4S diarahkan menjadi Agro Eduwisata berbasis potensi wilayah dengan pola kolaboratif dari hulu hingga hilir. Sebagai narasumber adalah 1). Gede Adi Mustika, SH selaku Ketua P4S Agro Eduwisata Wiwanda Agro Kab. Buleleng Prov. Bali dengan komoditas utama yang dikembangkan Agribisnis Stroberi, 2). Yusuf Kurniawan, S.Pt., M.Si selaku Ketua P4S Agro Eduwisata Toboponik Kota Bengkulu Prov. Bengkulu dengan komoditas utama yang dikembangkan agribisnis melon, dengan dipandu moderator Dr. Feni Shintarika, S.P.,M.Si.
Dalam pemaparan materi oleh masing-masing narasumber disampaikan memperkenalkan diri terkait pengelolaan P4S, visi, misi, struktur organisasi P4S, target yang ingin dicapai, produk yang ditawarkan, mitra kerja, data kunjungan, fasilitas/ sarana dan prasarana pendukung dan paket edukasi yang ditawarkan. Guna meningkatkan pemahaman dan pendalaman materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab/ diskusi. Beberapa hal yang dapat dirangkum pada kegitan ini dari awal sampai akhir adalah sebagai berikut : a). Kebijakan dalam pengelolaan dan pengembangan P4S diarahkan menjadi agro eduwisata berbasis potensi wilayah (SDA dan SDM) dengan pola kolaboratif dari hulu hingga hilir melalui sentuhan teknologi baik secara teknis maupun manajemen dengan tetap memperhatikan kearifan lokal, b). Bahwa pembangunan pertanian yang diarahkan menjadi Agro Eduwisata diharapkan dapat saling mendukung dan memperkuat sektor pariwisata dan pertanian secara bersinergi serta saling menguntungkan, c). Melalui agro eduwisata dapat memberikan/ terjadinya Komunikasi, Informasi dan Edukasi yang dapat menyentuh semua lapisan masyarakat baik anak-anak, remaja / generasi muda, siswa, pelajar, mahasiswa, para akademisi, masyarakat umum dan lain-lain. Melalui pendekatan ini, diharapkan para generasi penerus bangsa ikut tersentuh dan berperan aktif serta merasa tertarik terjun dalam pembangunan pertanian berkelanjutan, d). Pengelola P4S menyampaikan bahwa pengelolaan usaha tersebut diawali dengan usaha kecil, kemudian dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan perkembangannya. Pihaknya juga memanfaatkan akses fasilitas permodalan dari perbankan untuk mendukung dan memperkuat permodalan.