Oleh
:
Luh
Pastiniasih, STP, M.Si
Analis
Ketahanan Pangan Ahli Muda
Keamanan
pangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan adalah
kondisi dan upaya untuk mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia, dan benda
lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia, serta tidak bertentangan dengan
agama, keyakinan, dan budaya agar aman dikonsumsi. Keamanan pangan menjadi
persyaratan utama yang harus dimiliki oleh setiap produksi pangan yang beredar
dipasaran. Disisi lain upaya peningkatan produktivitas pertanian menjadi
tantangan utama dalam mencapai keamanan pangan di tengah upaya memenuhi
permintaan yang terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, perubahan
iklim, dan lain sebagainya. Pestisida merupakan salah satu sarana produksi yang
digunakan untuk melindungi tanaman dari organisme pengganggu tumbuhan, sehingga
produksi tetap terjaga.
Penggunaan
pestisida akan meninggalkan residu pada bahan pangan. Residu pestisida
terbentuk ketika zat kimia aktif dari pestisida yang diaplikasikan pada tanaman
atau lahan pertanian tidak terurai sepenuhnya dan tetap tertinggal di
lingkungan atau produk panen.
Lalu
Bagaimana Tata Cara Mengurangi Residu Pestisida?
Langkah
Utama Dimulai dari Petani (Lahan)
Bagi
petani, upaya paling penting adalah mengikuti label pestisida dan masa tenggang
sebelum panen atau Pre-Harvest Interval (PHI). Jangan memanen lebih awal dari
waktu yang dipersyaratkan pada label produk. Masa tenggang memberikan waktu
bagi residu pestisida untuk mengalami proses alami, seperti degradasi dan
metabolisme tanaman. Penelitian menunjukkan bahwa semakin panjang interval
antara aplikasi dan panen, pada kondisi tertentu kadar residu dapat menurun secara
bermakna. Gunakan pestisida sesuai dosis, frekuensi, komoditas, dan waktu
aplikasi yang tercantum pada label.
Bagaimana
Konsumen Mengurangi Residu Pestisida?
Setelah
hasil pertanian sampai di rumah, beberapa praktik penanganan dapat membantu
mengurangi paparan residu, meskipun tidak menjamin penghilangan seluruh residu.
Pastikan untuk mencuci bersih buah dan sayuran yang akan dikonsumsi secara
langsung ataupun yang akan dimasak. Berikut merupakan cara mencunci buah dan
sayur yang benar:
????
6 Langkah Mencuci Buah dan Sayur
1. Pisahkan
bagian yang rusak.
Buang
bagian buah atau sayur yang busuk, memar, berlubang, atau rusak sebelum dicuci.
2. Cuci
dengan air mengalir
Cuci
di bawah air mengalir sambil menggosok atau mengusap permukaannya secara
perlahan. Untuk sayuran berdaun, buka dan pisahkan lembarannya agar seluruh
permukaan terkena air. Pencucian selama 5 menit dalam air mengalir cukup mampu
mengurangi residu pestisida pada hasil pertanian.
3. Rendam
bila diperlukan
Jika
diperlukan, buah dan sayur dapat direndam sebentar dalam air bersih. Penggunaan
air garam/baking soda dapat menjadi pilihan sebagai bagian dari penanganan
rumah tangga, tetapi tidak dapat menjamin seluruh residu pestisida hilang.
4. Bilas
kembali dengan air mengalir
Setelah
perendaman, bilas kembali hingga bersih untuk menghilangkan kotoran yang
terlepas.
5. Tiriskan
dan keringkan
Tiriskan
menggunakan saringan bersih atau keringkan dengan kain/tisu yang bersih sebelum
disimpan atau diolah.
6. Masak
dengan suhu yang tepat hingga matang
Untuk
pangan yang akan dimasak, lakukan pengolahan dengan suhu dan waktu yang sesuai.
Proses memasak dapat membantu menurunkan sebagian residu pestisida tertentu dan
membunuh mikroorganisme, tetapi tidak menjamin seluruh residu pestisida hilang.
Berbagai penelitian menunjukkan metode
pencucian dengan berbagai teknik dapat menurunkan kadar residu pestisida secara
signifikan.
Sumber:
Fitriadi, B.F. dan Ciptaningtyas, A. 2016.
Metode-Metode Pengurangan Residu Pestisida pada Hasil Pertanian. Jurnal
Rekayasa Kimia dan Lingkungan, 11(2), 61-71.
Aulya C.R., et al. 2019. Pengunaan Pestisida Sintetis Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia. IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research, 3(1), 726-729.