(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Dari Lahan hingga Meja: Cara Bijak Mengurangi Residu Pestisida pada Pangan Segar

Admin distankan | 17 September 2026 | 567 kali

Oleh :

Luh Pastiniasih, STP, M.Si

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda

 

Keamanan pangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan adalah kondisi dan upaya untuk mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya agar aman dikonsumsi. Keamanan pangan menjadi persyaratan utama yang harus dimiliki oleh setiap produksi pangan yang beredar dipasaran. Disisi lain upaya peningkatan produktivitas pertanian menjadi tantangan utama dalam mencapai keamanan pangan di tengah upaya memenuhi permintaan yang terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, perubahan iklim, dan lain sebagainya. Pestisida merupakan salah satu sarana produksi yang digunakan untuk melindungi tanaman dari organisme pengganggu tumbuhan, sehingga produksi tetap terjaga.

Penggunaan pestisida akan meninggalkan residu pada bahan pangan. Residu pestisida terbentuk ketika zat kimia aktif dari pestisida yang diaplikasikan pada tanaman atau lahan pertanian tidak terurai sepenuhnya dan tetap tertinggal di lingkungan atau produk panen.

Lalu Bagaimana Tata Cara Mengurangi Residu Pestisida?

Langkah Utama Dimulai dari Petani (Lahan)

Bagi petani, upaya paling penting adalah mengikuti label pestisida dan masa tenggang sebelum panen atau Pre-Harvest Interval (PHI). Jangan memanen lebih awal dari waktu yang dipersyaratkan pada label produk. Masa tenggang memberikan waktu bagi residu pestisida untuk mengalami proses alami, seperti degradasi dan metabolisme tanaman. Penelitian menunjukkan bahwa semakin panjang interval antara aplikasi dan panen, pada kondisi tertentu kadar residu dapat menurun secara bermakna. Gunakan pestisida sesuai dosis, frekuensi, komoditas, dan waktu aplikasi yang tercantum pada label.

Bagaimana Konsumen Mengurangi Residu Pestisida?

Setelah hasil pertanian sampai di rumah, beberapa praktik penanganan dapat membantu mengurangi paparan residu, meskipun tidak menjamin penghilangan seluruh residu. Pastikan untuk mencuci bersih buah dan sayuran yang akan dikonsumsi secara langsung ataupun yang akan dimasak. Berikut merupakan cara mencunci buah dan sayur yang benar:

???? 6 Langkah Mencuci Buah dan Sayur

1.    Pisahkan bagian yang rusak.

Buang bagian buah atau sayur yang busuk, memar, berlubang, atau rusak sebelum dicuci.

2.    Cuci dengan air mengalir

Cuci di bawah air mengalir sambil menggosok atau mengusap permukaannya secara perlahan. Untuk sayuran berdaun, buka dan pisahkan lembarannya agar seluruh permukaan terkena air. Pencucian selama 5 menit dalam air mengalir cukup mampu mengurangi residu pestisida pada hasil pertanian.

 

3.    Rendam bila diperlukan

Jika diperlukan, buah dan sayur dapat direndam sebentar dalam air bersih. Penggunaan air garam/baking soda dapat menjadi pilihan sebagai bagian dari penanganan rumah tangga, tetapi tidak dapat menjamin seluruh residu pestisida hilang.

4.    Bilas kembali dengan air mengalir

Setelah perendaman, bilas kembali hingga bersih untuk menghilangkan kotoran yang terlepas.

5.    Tiriskan dan keringkan

Tiriskan menggunakan saringan bersih atau keringkan dengan kain/tisu yang bersih sebelum disimpan atau diolah.

6.    Masak dengan suhu yang tepat hingga matang

Untuk pangan yang akan dimasak, lakukan pengolahan dengan suhu dan waktu yang sesuai. Proses memasak dapat membantu menurunkan sebagian residu pestisida tertentu dan membunuh mikroorganisme, tetapi tidak menjamin seluruh residu pestisida hilang.

 

Berbagai penelitian menunjukkan metode pencucian dengan berbagai teknik dapat menurunkan kadar residu pestisida secara signifikan.

 

Sumber:

Fitriadi, B.F. dan Ciptaningtyas, A. 2016. Metode-Metode Pengurangan Residu Pestisida pada Hasil Pertanian. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, 11(2), 61-71.

Aulya C.R., et al. 2019. Pengunaan Pestisida Sintetis Terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia. IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research, 3(1), 726-729.