(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Fermentasi Kulit Manggis sebagai Bahan Pengendalian Kanker Batang pada Tanaman

Admin distankan | 14 Agustus 2026 | 558 kali

Oleh Vani Silvana, S.P.

POPT Ahli Pertama

pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng

 

Kanker batang merupakan salah satu penyakit penting yang dapat menyerang tanaman, termasuk tanaman buah-buahan seperti durian. Penyakit ini umumnya ditandai dengan munculnya luka atau bercak pada kulit batang, perubahan warna jaringan menjadi kecokelatan atau kehitaman, serta keluarnya cairan atau getah dari bagian batang yang terinfeksi. Apabila serangan berkembang, jaringan batang dapat mengalami kerusakan dan mengganggu aliran air serta unsur hara sehingga pertumbuhan dan produktivitas tanaman menurun.

Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan dalam upaya pengendalian penyakit tersebut adalah pemanfaatan bahan nabati, salah satunya kulit manggis (Garcinia mangostana L.). Kulit manggis diketahui mengandung berbagai senyawa aktif, xanthone, antimikroba dan antifungal alami serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengendali.

Kulit manggis difermentasi dengan menyiapkan 1 kg kulit manggis, 5 liter air, 100–200 gram gula merah/molase, dan 50–100 ml EM4. Kulit manggis dicuci dan dicacah kecil, kemudian dimasukkan ke dalam wadah. Tambahkan air, gula merah/molase, dan EM4, lalu aduk hingga merata. Tutup wadah dan fermentasikan di tempat teduh selama 7–14 hari.untuk menghasilkan larutan yang berpotensi digunakan sebagai bahan pendukung pengendalian penyakit. Proses fermentasi membantu menguraikan bahan organik sehingga senyawa yang terkandung di dalam bahan dapat lebih mudah tersedia dalam larutan. Larutan hasil fermentasi selanjutnya dapat disaring dan digunakan sebagai bahan perlakuan pada bagian tanaman yang menunjukkan gejala kanker batang. Sebelum aplikasi, bagian batang yang terserang perlu dibersihkan dari jaringan yang rusak atau membusuk, kemudian area tersebut dijaga agar tetap bersih dan tidak terlalu lembap. Larutan fermentasi dapat diaplikasikan secara hati-hati pada bagian yang telah dibersihkan sebagai bagian dari upaya pengendalian yang ramah lingkungan.

Penggunaan fermentasi kulit manggis sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti seluruh tindakan pengendalian, tetapi sebagai salah satu komponen Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pengendalian perlu dilakukan secara menyeluruh melalui sanitasi tanaman, pemangkasan bagian yang terserang, menjaga kebersihan alat, memperbaiki drainase, menghindari luka pada batang, serta melakukan pemantauan secara berkala. Pemanfaatan kulit manggis sebagai bahan fermentasi memiliki beberapa keuntungan, antara lain memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh, mengurangi limbah organik, serta mendukung penerapan teknologi pengendalian yang lebih ramah lingkungan.