Oleh Vani Silvana, S.P.
POPT Ahli Pertama
pada Dinas Pertanian Ketahanan
Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng
Kanker
batang merupakan salah satu penyakit penting yang dapat menyerang tanaman,
termasuk tanaman buah-buahan seperti durian. Penyakit ini umumnya ditandai
dengan munculnya luka atau bercak pada kulit batang, perubahan warna jaringan
menjadi kecokelatan atau kehitaman, serta keluarnya cairan atau getah dari
bagian batang yang terinfeksi. Apabila serangan berkembang, jaringan batang
dapat mengalami kerusakan dan mengganggu aliran air serta unsur hara sehingga
pertumbuhan dan produktivitas tanaman menurun.
Salah
satu alternatif yang dapat dikembangkan dalam upaya pengendalian penyakit
tersebut adalah pemanfaatan bahan nabati, salah satunya kulit manggis (Garcinia
mangostana L.). Kulit manggis diketahui mengandung berbagai senyawa aktif, xanthone,
antimikroba dan antifungal alami serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan
pengendali.
Kulit
manggis difermentasi dengan menyiapkan 1 kg kulit manggis, 5 liter air, 100–200
gram gula merah/molase, dan 50–100 ml EM4. Kulit manggis dicuci dan dicacah
kecil, kemudian dimasukkan ke dalam wadah. Tambahkan air, gula merah/molase,
dan EM4, lalu aduk hingga merata. Tutup wadah dan fermentasikan di tempat teduh
selama 7–14 hari.untuk menghasilkan larutan yang berpotensi digunakan sebagai
bahan pendukung pengendalian penyakit. Proses fermentasi membantu menguraikan
bahan organik sehingga senyawa yang terkandung di dalam bahan dapat lebih mudah
tersedia dalam larutan. Larutan hasil fermentasi selanjutnya dapat disaring dan
digunakan sebagai bahan perlakuan pada bagian tanaman yang menunjukkan gejala
kanker batang. Sebelum aplikasi, bagian batang yang terserang perlu dibersihkan
dari jaringan yang rusak atau membusuk, kemudian area tersebut dijaga agar
tetap bersih dan tidak terlalu lembap. Larutan fermentasi dapat diaplikasikan
secara hati-hati pada bagian yang telah dibersihkan sebagai bagian dari upaya
pengendalian yang ramah lingkungan.
Penggunaan
fermentasi kulit manggis sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti seluruh
tindakan pengendalian, tetapi sebagai salah satu komponen Pengendalian Hama
Terpadu (PHT). Pengendalian perlu dilakukan secara menyeluruh melalui sanitasi
tanaman, pemangkasan bagian yang terserang, menjaga kebersihan alat,
memperbaiki drainase, menghindari luka pada batang, serta melakukan pemantauan
secara berkala. Pemanfaatan kulit manggis sebagai bahan fermentasi memiliki
beberapa keuntungan, antara lain memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh,
mengurangi limbah organik, serta mendukung penerapan teknologi pengendalian
yang lebih ramah lingkungan.