(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Paenibacillus polymyxa: Pengendalian Biologi Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi

Admin distankan | 15 Juli 2026 | 455 kali

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P

POPT BPP Busungbiu

 

Penyakit hawar daun bakteri (bacterial leaf blight) merupakan penyakit penting padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Penyakit hawar daun bakteri (HDB) pertama kali muncul di bagian daun muda. Di persemaian, daun yang terinfeksi akan menggulung dan berwarna hijau keabuan. Gejala infeksi pada padi yang sudah di pindah tanam adalah adanya luka berwarna hijau pucat atau hijau keabuan pada daun. Bercak kemudian berkembang seiring bertambahnya umur tanaman dan menjadi warna putih kekuningan dengan ujung daun yang bergelombang. Gejala seperti ini disebut dengan kresek. Pada daun yang terkena gejala kresek terdapat oose di bawah permukaan daun, yang merupakan koloni bakteri yang berwarna putih susu dan biasanya muncul pada pagi hari sebelum matahari terbit.

Tanaman padi yang terinfeksi HDB akan memiliki jumlah malai yang tidak optimal serta berat bulir yang rendah. Hal ini disebabkan karena gejala infeksi pada fase generatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan fase vegetatif. Sebagian besar varietas yang tahan pada fase vegetatif akan berubah menjadi rentan saat memasuki fase generatif. Hal ini menunjukkan bahwa stadia tanaman berpengaruh terhadap tingkat keparahan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. Fase generatif adalah fase yang paling penting pada stadia pertumbuhan tanaman padi, karena pada fase ini tanaman sangat membutuhkan banyak energi dan cadangan makanan untuk pembentukan bunga, pembentukan malai, hingga pengisian bulir. Infeksi bakteri Xanthomonas oryzae pada fase generatif sangat berpotensi menurunkan hasil karena tidak sempurnanya pembentukan bunga, pembentukan malai, dan pengisian bulir.

Paenibacillus polymyxa merupakan agensia hayati yang memiliki sifat antagonis terhadap perkembangan patogen tanaman dan juga memiliki sifat menginduksi ketahanan tanaman. Petani memanfaatkan Paenibacillus polymyxa untuk mengendalikan penyakit kresek /HDB yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Bakteri ini dieksplorasi dari tanaman yang sehat di antara tanaman yang terserang hawar daun bakteri. Bakteri ini merupakan penghasil antibiotik polimiksin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap patogen penyebab penyakit tanaman. Sehingga antibiotik polimiksin dari bakteri P. Polymyxa ini dapat digunakan untuk menghambat perkembangan penyakit hawar daun bakteri padi. Dosis anjuran agen hayati Paenibacillus polymyxa yaitu 5 ml/liter air yang dapat diaplikasikan dengan penyemprotan pada saat umur tanaman 14 hst dan diaplikasikan setiap 7-10 hari sekali. Agen hayati ini juga dapat diaplikasikan pada perlakuan benih padi untuk melindungi benih sebelum persemaian.

 

Sumber:

 

Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan. 2023. Produksi APH (Agen Pengendali Hayati) di BPTPHBUN. Bali.