Oleh: Rosma Susiwaty
Situmeang, S.P
POPT BPP Busungbiu
Penyakit
hawar daun bakteri (bacterial leaf blight)
merupakan penyakit penting padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Penyakit hawar daun
bakteri (HDB) pertama kali muncul di bagian daun muda. Di persemaian, daun yang
terinfeksi akan menggulung dan berwarna hijau keabuan. Gejala infeksi pada padi
yang sudah di pindah tanam adalah adanya luka berwarna hijau pucat atau hijau
keabuan pada daun. Bercak kemudian berkembang seiring bertambahnya umur tanaman
dan menjadi warna putih kekuningan dengan ujung daun yang bergelombang. Gejala
seperti ini disebut dengan kresek. Pada daun yang terkena gejala kresek terdapat
oose di bawah permukaan daun, yang merupakan koloni bakteri yang berwarna putih
susu dan biasanya muncul pada pagi hari sebelum matahari terbit.
Tanaman
padi yang terinfeksi HDB akan memiliki jumlah malai yang tidak optimal serta
berat bulir yang rendah. Hal ini disebabkan karena gejala infeksi pada fase
generatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan fase vegetatif. Sebagian besar
varietas yang tahan pada fase vegetatif akan berubah menjadi rentan saat
memasuki fase generatif. Hal ini menunjukkan bahwa stadia tanaman berpengaruh
terhadap tingkat keparahan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. Fase
generatif adalah fase yang paling penting pada stadia pertumbuhan tanaman padi,
karena pada fase ini tanaman sangat membutuhkan banyak energi dan cadangan
makanan untuk pembentukan bunga, pembentukan malai, hingga pengisian bulir. Infeksi
bakteri Xanthomonas oryzae pada fase
generatif sangat berpotensi menurunkan hasil karena tidak sempurnanya
pembentukan bunga, pembentukan malai, dan pengisian bulir.
Paenibacillus polymyxa merupakan agensia hayati yang memiliki sifat antagonis terhadap perkembangan patogen tanaman dan juga memiliki sifat menginduksi ketahanan tanaman. Petani memanfaatkan Paenibacillus polymyxa untuk mengendalikan penyakit kresek /HDB yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Bakteri ini dieksplorasi dari tanaman yang sehat di antara tanaman yang terserang hawar daun bakteri. Bakteri ini merupakan penghasil antibiotik polimiksin. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap patogen penyebab penyakit tanaman. Sehingga antibiotik polimiksin dari bakteri P. Polymyxa ini dapat digunakan untuk menghambat perkembangan penyakit hawar daun bakteri padi. Dosis anjuran agen hayati Paenibacillus polymyxa yaitu 5 ml/liter air yang dapat diaplikasikan dengan penyemprotan pada saat umur tanaman 14 hst dan diaplikasikan setiap 7-10 hari sekali. Agen hayati ini juga dapat diaplikasikan pada perlakuan benih padi untuk melindungi benih sebelum persemaian.
Sumber:
Balai
Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan. 2023. Produksi APH
(Agen Pengendali Hayati) di BPTPHBUN. Bali.