oleh : Ni Putu Eka
Handayani, S.P
POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada
Meningkatnya
kebutuhan akan pertanian yang ramah lingkungan, penggunaan pestisida kimia
secara berlebihan mulai menjadi perhatian. Residu pestisida, gangguan terhadap
organisme non-target, serta risiko munculnya hama yang resisten mendorong para
petani untuk mencari alternatif pengendalian yang lebih aman dan berkelanjutan.
Salah satu solusi yang menarik datang dari dunia mikroorganisme, yaitu Beauveria
bassiana. Jamur ini dikenal sebagai salah satu agen pengendali hayati yang
mampu menyerang berbagai jenis serangga hama. Karena kemampuannya tersebut, B.
bassiana sering disebut sebagai “jamur baik” bagi pertanian.
Mengenal
Beauveria bassiana
Beauveria bassiana merupakan jamur entomopatogen, yaitu jamur yang mampu
menginfeksi dan menyebabkan kematian pada serangga. Jamur ini dapat ditemukan
secara alami di tanah maupun pada lingkungan pertanian.
Berbeda dengan
insektisida kimia yang umumnya bekerja melalui racun yang harus masuk ke dalam
tubuh serangga, B. bassiana memiliki mekanisme yang unik. Spora jamur
dapat menempel pada permukaan tubuh serangga, kemudian berkecambah dan menembus
kutikula. Setelah berhasil masuk ke dalam tubuh inang, jamur berkembang dan
akhirnya menyebabkan serangga mati. Keunikan inilah yang menjadikan B.
bassiana sebagai salah satu kandidat penting dalam pengendalian hama secara
biologis.
Bagaimana
Jamur Ini Membunuh Hama?
Proses infeksi Beauveria bassiana berlangsung melalui beberapa tahap. Pertama, spora jamur menempel pada tubuh serangga. Spora tersebut kemudian berkecambah apabila kondisi lingkungan mendukung, terutama kelembapan yang cukup. Selanjutnya, jamur membentuk struktur yang membantu menembus lapisan luar tubuh serangga. Setelah masuk ke dalam tubuh, jamur berkembang dan menyebar. Pada tahap berikutnya, aktivitas jamur mengganggu fungsi fisiologis serangga hingga akhirnya menyebabkan kematian.
Hama Apa Saja yang Dapat
Dikendalikan?
Beauveria
bassiana telah banyak
diteliti terhadap berbagai kelompok serangga. Potensinya antara lain terdapat
pada pengendalian beberapa jenis:
1.
kutu
kebul 5. Kumbang
2.
kutu
daun 6. Penggerek tanaman
3.
wereng 7. Ulat
4.
trips 8. Serta berbagai
serangga hama lainnya
Namun efektivitasnya
tidak selalu sama pada setiap jenis hama. Keberhasilan pengendalian dipengaruhi
oleh strain jamur, konsentrasi dan kualitas spora, umur serta kondisi hama,
metode aplikasi, dan kondisi lingkungan. Karena itu, penggunaan B. bassiana
sebaiknya didasarkan pada hama sasaran dan formulasi yang sesuai, bukan sekadar
menganggap semua hama akan mati setelah aplikasi.
Keunggulan Beauveria
bassiana
1.
Berasal
dari mikroorganisme alam yang merupakan bagian dari keanekaragaman
mikroorganisme yang terdapat di lingkungan.
2.
Memiliki
mekanisme kerja menginfeksi serangga melalui permukaan tubuhnya
3.
Dapat
menjadi bagian dari PHT dipadukan dengan berbagai metode pengendalian lainnya.
4.
Berpotensi
mengurangi penggunaan pestisida kimia (Setyorini, Y. (2012).
Cara
aplikasi Beauveria bassiana
Aplikasi semprot daun dan
batang
Untuk hama seperti wereng,
kutu daun, kutu kebul, trips, ulat, dan beberapa kumbang, suspensi B.
bassiana dapat disemprotkan ke tanaman.
Caranya:
Aplikasi pada tanah
Untuk
hama yang hidup atau berkembang di dalam tanah, B. bassiana juga dapat
diaplikasikan pada permukaan tanah atau dicampurkan 2-3 kg dengan tanah/kompos,
tergantung sasaran dan formulasi produk.
Tantangan Penggunaan di
Lapangan
Meskipun
memiliki banyak keunggulan, B. bassiana membutuhkan kondisi lingkungan
yang sesuai agar spora dapat berkecambah dan menginfeksi hama. Suhu,
kelembapan, radiasi sinar matahari, waktu aplikasi, serta kondisi populasi hama
dapat memengaruhi keberhasilannya. Penggunaan secara sembarangan justru dapat
menyebabkan hasil pengendalian tidak optimal.
Daftar
Pustaka
Setyorini, Y. (2012). Partisipasi
petani alumni Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu dalam penggunaan
Beauveria bassiana di Kabupaten Bantul. Tesis. Program Studi Agronomi,
Universitas Gadjah Mada.