(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Beauveria bassiana: Jamur Baik Sahabat Petani untuk Mengendalikan Hama Tanaman

Admin distankan | 14 Agustus 2026 | 560 kali


oleh : Ni Putu Eka Handayani, S.P

POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada

Meningkatnya kebutuhan akan pertanian yang ramah lingkungan, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan mulai menjadi perhatian. Residu pestisida, gangguan terhadap organisme non-target, serta risiko munculnya hama yang resisten mendorong para petani untuk mencari alternatif pengendalian yang lebih aman dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang menarik datang dari dunia mikroorganisme, yaitu Beauveria bassiana. Jamur ini dikenal sebagai salah satu agen pengendali hayati yang mampu menyerang berbagai jenis serangga hama. Karena kemampuannya tersebut, B. bassiana sering disebut sebagai “jamur baik” bagi pertanian.

 

Mengenal Beauveria bassiana

            Beauveria bassiana merupakan jamur entomopatogen, yaitu jamur yang mampu menginfeksi dan menyebabkan kematian pada serangga. Jamur ini dapat ditemukan secara alami di tanah maupun pada lingkungan pertanian.

            Berbeda dengan insektisida kimia yang umumnya bekerja melalui racun yang harus masuk ke dalam tubuh serangga, B. bassiana memiliki mekanisme yang unik. Spora jamur dapat menempel pada permukaan tubuh serangga, kemudian berkecambah dan menembus kutikula. Setelah berhasil masuk ke dalam tubuh inang, jamur berkembang dan akhirnya menyebabkan serangga mati. Keunikan inilah yang menjadikan B. bassiana sebagai salah satu kandidat penting dalam pengendalian hama secara biologis.

 

Bagaimana Jamur Ini Membunuh Hama?

            Proses infeksi Beauveria bassiana berlangsung melalui beberapa tahap. Pertama, spora jamur menempel pada tubuh serangga. Spora tersebut kemudian berkecambah apabila kondisi lingkungan mendukung, terutama kelembapan yang cukup. Selanjutnya, jamur membentuk struktur yang membantu menembus lapisan luar tubuh serangga. Setelah masuk ke dalam tubuh, jamur berkembang dan menyebar. Pada tahap berikutnya, aktivitas jamur mengganggu fungsi fisiologis serangga hingga akhirnya menyebabkan kematian.

Hama Apa Saja yang Dapat Dikendalikan?

Beauveria bassiana telah banyak diteliti terhadap berbagai kelompok serangga. Potensinya antara lain terdapat pada pengendalian beberapa jenis:

1.      kutu kebul                   5. Kumbang

2.      kutu daun                    6. Penggerek tanaman

3.      wereng                        7. Ulat

4.      trips                             8. Serta berbagai serangga hama lainnya

Namun efektivitasnya tidak selalu sama pada setiap jenis hama. Keberhasilan pengendalian dipengaruhi oleh strain jamur, konsentrasi dan kualitas spora, umur serta kondisi hama, metode aplikasi, dan kondisi lingkungan. Karena itu, penggunaan B. bassiana sebaiknya didasarkan pada hama sasaran dan formulasi yang sesuai, bukan sekadar menganggap semua hama akan mati setelah aplikasi.

Keunggulan Beauveria bassiana

1.      Berasal dari mikroorganisme alam yang merupakan bagian dari keanekaragaman mikroorganisme yang terdapat di lingkungan.

2.      Memiliki mekanisme kerja menginfeksi serangga melalui permukaan tubuhnya

3.      Dapat menjadi bagian dari PHT dipadukan dengan berbagai metode pengendalian lainnya.

4.      Berpotensi mengurangi penggunaan pestisida kimia (Setyorini, Y. (2012).

Cara aplikasi Beauveria bassiana

Aplikasi semprot daun dan batang

Untuk hama seperti wereng, kutu daun, kutu kebul, trips, ulat, dan beberapa kumbang, suspensi B. bassiana dapat disemprotkan ke tanaman.

Caranya:

  1. Larutkan produk 100-200 gram B. bassiana dengan 10 liter air
  2. Aduk sampai suspensi merata.
  3. Semprotkan secara merata ke tanaman, terutama bagian daun atau batang tempat hama berada.

Aplikasi pada tanah

Untuk hama yang hidup atau berkembang di dalam tanah, B. bassiana juga dapat diaplikasikan pada permukaan tanah atau dicampurkan 2-3 kg dengan tanah/kompos, tergantung sasaran dan formulasi produk.

Tantangan Penggunaan di Lapangan

Meskipun memiliki banyak keunggulan, B. bassiana membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai agar spora dapat berkecambah dan menginfeksi hama. Suhu, kelembapan, radiasi sinar matahari, waktu aplikasi, serta kondisi populasi hama dapat memengaruhi keberhasilannya. Penggunaan secara sembarangan justru dapat menyebabkan hasil pengendalian tidak optimal.

 

Daftar Pustaka

Setyorini, Y. (2012). Partisipasi petani alumni Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu dalam penggunaan Beauveria bassiana di Kabupaten Bantul. Tesis. Program Studi Agronomi, Universitas Gadjah Mada.