(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Penggunaan Varietas Padi Tahan Kekeringan sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim pada Musim Kemarau

Admin distankan | 15 September 2026 | 528 kali

oleh : Ni Putu Eka Handayani, S.P

POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada

 

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar bagi sektor pertanian. Perubahan pola hujan, peningkatan suhu, musim kemarau yang lebih panjang, serta meningkatnya kejadian cuaca ekstrem dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Salah satu permasalahan yang semakin sering dihadapi petani adalah kekeringan. Ketersediaan air yang terbatas pada musim kemarau dapat menyebabkan tanaman mengalami stres air, pertumbuhan terhambat, bahkan gagal panen.

Penggunaan varietas padi tahan kekeringan merupakan salah satu strategi yang dapat dikembangkan karena memiliki karakter tertentu yang memungkinkan tanaman tetap tumbuh dan menghasilkan produksi dalam kondisi ketersediaan air yang terbatas menjadi bagian dari strategi membangun sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim,, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BSIP Padi). (2023).


Mengapa Varietas Tahan Kekeringan Penting pada Musim Kemarau?


1.    Mengurangi risiko kehilangan hasil


Ketika ketersediaan air berkurang, varietas yang lebih toleran memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pertumbuhan dan menghasilkan gabah


2.    Meningkatkan efisiensi penggunaan air


Varietas yang mampu beradaptasi pada kondisi air terbatas dapat membantu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air. 


3.    Mendukung pertanian di sawah tadah hujan


Sawah tadah hujan sangat bergantung pada curah hujan. Ketika hujan terlambat atau musim kemarau berlangsung lebih panjang, petani menghadapi risiko kekurangan air.


4.    Memperkuat ketahanan pangan


Produksi padi yang lebih stabil pada kondisi iklim yang tidak menentu akan membantu menjaga ketersediaan beras. Dengan demikian, varietas adaptif bukan hanya bermanfaat bagi petani, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan.

Strategi Budidaya Padi Tahan Kekeringan

1.    Menentukan waktu tanam

Waktu tanam harus disesuaikan dengan informasi curah hujan dan ketersediaan air. Petani sebaiknya menghindari fase kritis tanaman bertepatan dengan puncak kekeringan apabila kondisi tersebut dapat diprediksi.

2.    Menggunakan benih bermutu

Varietas yang baik harus didukung oleh benih bermutu. Benih yang sehat dan memiliki daya tumbuh tinggi akan membantu menghasilkan pertanaman yang lebih seragam, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025).

3.    Menghemat penggunaan air

Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah pengairan berselang. Teknologi ini mengatur pemberian air berdasarkan kondisi lahan sehingga sawah tidak terus-menerus digenangi. 

4.    Mempertahankan kelembapan tanah

Pengelolaan bahan organik, penggunaan mulsa pada sistem yang sesuai, serta pengelolaan tanah yang baik dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah

5.    Melakukan monitoring OPT secara berkala sehingga peningkatan populasi hama dapat diketahui sejak dini.

6.    Mengendalikan gulma

Gulma bersaing dengan tanaman padi dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya, dan ruang tumbuh. Pada kondisi kekeringan, persaingan tersebut dapat menjadi lebih merugikan.

 

Pemanfaatan varietas padi tahan kekeringan dapat menjadi langkah strategis untuk membangun pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Bukan sekadar mempertahankan produksi pada musim kemarau, tetapi juga menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dalam menggunakan air, lebih tangguh menghadapi ketidakpastian iklim, dan mampu mendukung ketahanan pangan dalam jangka panjang.

 

Daftar Pustaka

Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BSIP Padi). (2023). Antisipasi dampak El Niño, BSIP Padi kenalkan varietas padi tahan kekeringan dan OPT. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Kementan jamin kesiapan benih padi gogo in situ di Bantul. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.