oleh : Ni Putu Eka Handayani,
S.P
POPT Ahli
Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar
bagi sektor pertanian. Perubahan pola hujan, peningkatan suhu, musim kemarau
yang lebih panjang, serta meningkatnya kejadian cuaca ekstrem dapat memberikan
dampak langsung terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Salah satu
permasalahan yang semakin sering dihadapi petani adalah kekeringan.
Ketersediaan air yang terbatas pada musim kemarau dapat menyebabkan tanaman
mengalami stres air, pertumbuhan terhambat, bahkan gagal panen.
Penggunaan varietas padi tahan kekeringan merupakan salah satu strategi yang dapat dikembangkan karena memiliki karakter tertentu yang memungkinkan tanaman tetap tumbuh dan menghasilkan produksi dalam kondisi ketersediaan air yang terbatas menjadi bagian dari strategi membangun sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim,, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BSIP Padi). (2023).
Mengapa Varietas Tahan Kekeringan Penting pada Musim
Kemarau?
1. Mengurangi risiko kehilangan hasil
Ketika ketersediaan air berkurang, varietas
yang lebih toleran memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan
pertumbuhan dan menghasilkan gabah
2. Meningkatkan efisiensi penggunaan air
Varietas yang mampu beradaptasi pada
kondisi air terbatas dapat membantu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber
daya air.
3. Mendukung pertanian di sawah tadah hujan
Sawah tadah hujan sangat bergantung pada
curah hujan. Ketika hujan terlambat atau musim kemarau berlangsung lebih
panjang, petani menghadapi risiko kekurangan air.
4. Memperkuat ketahanan pangan
Produksi padi yang lebih stabil pada
kondisi iklim yang tidak menentu akan membantu menjaga ketersediaan beras.
Dengan demikian, varietas adaptif bukan hanya bermanfaat bagi petani, tetapi
juga memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan.
Strategi Budidaya Padi Tahan Kekeringan
1. Menentukan waktu tanam
Waktu tanam harus disesuaikan dengan
informasi curah hujan dan ketersediaan air. Petani sebaiknya menghindari fase
kritis tanaman bertepatan dengan puncak kekeringan apabila kondisi tersebut
dapat diprediksi.
2. Menggunakan benih bermutu
Varietas yang baik harus didukung oleh
benih bermutu. Benih yang sehat dan memiliki daya tumbuh tinggi akan membantu
menghasilkan pertanaman yang lebih seragam, Kementerian Pertanian
Republik Indonesia. (2025).
3. Menghemat penggunaan air
Salah satu teknologi yang dapat diterapkan
adalah pengairan berselang. Teknologi ini mengatur pemberian air berdasarkan
kondisi lahan sehingga sawah tidak terus-menerus digenangi.
4. Mempertahankan kelembapan tanah
Pengelolaan bahan organik, penggunaan mulsa
pada sistem yang sesuai, serta pengelolaan tanah yang baik dapat membantu
mempertahankan kelembapan tanah
5. Melakukan
monitoring OPT secara berkala sehingga peningkatan populasi hama dapat
diketahui sejak dini.
6. Mengendalikan gulma
Gulma bersaing dengan tanaman padi dalam memperoleh
air, unsur hara, cahaya, dan ruang tumbuh. Pada kondisi kekeringan, persaingan
tersebut dapat menjadi lebih merugikan.
Pemanfaatan varietas padi tahan
kekeringan dapat menjadi langkah strategis untuk membangun pertanian yang lebih
adaptif terhadap perubahan iklim. Bukan sekadar mempertahankan produksi pada
musim kemarau, tetapi juga menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien
dalam menggunakan air, lebih tangguh menghadapi ketidakpastian iklim, dan mampu
mendukung ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Daftar
Pustaka
Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi
(BSIP Padi). (2023). Antisipasi dampak El Niño, BSIP Padi kenalkan varietas
padi tahan kekeringan dan OPT. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
(2025). Kementan jamin kesiapan benih padi gogo in situ di Bantul.
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.