(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Jadam Sulfur sebagai Pengendali Penyakit pada Tanaman

Admin distankan | 27 Oktober 2026 | 60 kali

Oleh:

Ni Putu Eka Handayani, S.P

POPT Ahli Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada

 

Penyakit tanaman merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang efektif, ekonomis, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Salah satu bahan yang mulai menarik perhatian dalam praktik pertanian alternatif adalah Jadam Sulfur. Bahan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu komponen pengelolaan penyakit tanaman, terutama penyakit yang disebabkan oleh patogen peka terhadap sulfur. Pengendalian ini menekankan penggunaan bahan yang relatif mudah diperoleh, biaya produksi yang rendah, serta upaya mengurangi ketergantungan pengunaan pestisida kimia. Sulfur atau belerang sendiri telah lama dikenal dalam bidang perlindungan tanaman. Dalam formulasi dan penggunaan yang sesuai, sulfur dapat berperan sebagai fungisida kontak, terutama untuk menekan perkembangan sejumlah jamur penyebab penyakit tanaman.

 

Jadam Sulfur dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit apa saja?

1.      Penyakit embun tepung

2.      Antraknosa

3.      Bercak hitam pada daun

4.      Karat daun

Cara Pembuatan Jadam Sulfur (JS)

Bahan untuk sekitar 5 liter Jadam Sulfur:

  • Belerang (sulfur): 1 kg/1000 gram
  • Natrium hidroksida (soda api): 800 gram
  • Garam Krosok: 100 gram
  • Air bermineral rendah (air AC, Air hujan): 3.2 Liter

Cara pembuatan:

  1. Siapkan wadah tahan panas dan bahan pelindung diri lengkap.
  2. Campurkan bahan seperti sulfur, soda api, garam krosk sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan
  3. Tuangkan air pertama sebanyak 1,6 liter kedalam ember
  4. Aduk bahan bahan hingga terlarut (15-20 menit)
  5. Tuangkan air kedua sebanyak 1,6 liter diaduk hingga tercampur merata
  6. Diamkan hingga dingin dan mengendap lalu siap digunakan

Catatan: NaOH bersifat sangat korosif dan reaksinya dapat menghasilkan panas tinggi. Gunakan pelindung mata dan wajah, sarung tangan tahan bahan kimia, serta pakaian pelindung. Jangan menggunakan wadah aluminium atau mencampur bahan secara sembarangan, Sepianto (2025).

 

Dosis dan Cara Aplikasi Jadam Sulfur (JS)

1. Dosis aplikasi

  • Dosis acuan: 3-5 ml Jadam Sulfur per 1 liter air.
  • Untuk tangki 16 liter: 48-80 ml Jadam Sulfur.
  • Dosis tersebut perlu disesuaikan dengan konsentrasi sediaan, jenis tanaman, dan penyakit sasaran.

2. Cara aplikasi

  1. Encerkan Jadam Sulfur ke dalam air sesuai dosis yang telah diuji aman.
  2. Masukkan larutan ke alat penyemprot dan aduk hingga merata.
  3. Semprotkan pada bagian tanaman yang terserang penyakit secara merata.
  4. Lakukan penyemprotan pagi atau sore saat suhu tidak terlalu panas.
  5. Uji pada beberapa tanaman terlebih dahulu dan amati gejala kerusakan sebelum aplikasi lebih luas.

3. Hal yang perlu diperhatikan

  • Hindari penyemprotan saat cuaca panas karena berisiko membakar daun.
  • Jangan mencampur dengan pestisida lain tanpa memastikan kompatibilitasnya.
  • Frekuensi aplikasi ditentukan berdasarkan perkembangan penyakit dan petunjuk produk.

 

Daftar Pustaka

Sepianto. (2025). Pengaruh pemberian Jadam Sulfur terhadap perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar di tanah gambut [Skripsi, Universitas Tanjungpura]. Repositori Universitas Tanjungpura