Oleh:
Ni Putu Eka
Handayani, S.P
POPT Ahli
Pertama di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sukasada
Penyakit tanaman merupakan salah satu
faktor yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Oleh
karena itu, diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang efektif, ekonomis,
dan mendukung pertanian berkelanjutan. Salah satu bahan yang mulai menarik
perhatian dalam praktik pertanian alternatif adalah Jadam Sulfur. Bahan ini berpotensi
dimanfaatkan sebagai salah satu komponen pengelolaan penyakit tanaman, terutama
penyakit yang disebabkan oleh patogen peka terhadap sulfur. Pengendalian ini menekankan penggunaan bahan yang
relatif mudah diperoleh, biaya produksi yang rendah, serta upaya mengurangi
ketergantungan pengunaan pestisida kimia. Sulfur atau belerang sendiri telah
lama dikenal dalam bidang perlindungan tanaman. Dalam formulasi dan penggunaan
yang sesuai, sulfur dapat berperan sebagai fungisida kontak, terutama untuk menekan
perkembangan sejumlah jamur penyebab penyakit tanaman.
Jadam Sulfur dapat digunakan
untuk mengendalikan penyakit apa saja?
1.
Penyakit embun tepung
2.
Antraknosa
3.
Bercak hitam pada daun
4.
Karat daun
Cara Pembuatan Jadam Sulfur
(JS)
Bahan untuk sekitar 5 liter
Jadam Sulfur:
Cara pembuatan:
Catatan: NaOH bersifat
sangat korosif dan reaksinya dapat menghasilkan panas tinggi. Gunakan pelindung
mata dan wajah, sarung tangan tahan bahan kimia, serta pakaian pelindung.
Jangan menggunakan wadah aluminium atau mencampur bahan secara sembarangan, Sepianto
(2025).
Dosis dan Cara Aplikasi
Jadam Sulfur (JS)
1. Dosis aplikasi
2. Cara aplikasi
3. Hal yang perlu
diperhatikan
Daftar
Pustaka
Sepianto. (2025). Pengaruh pemberian
Jadam Sulfur terhadap perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar
di tanah gambut [Skripsi, Universitas Tanjungpura]. Repositori Universitas Tanjungpura