(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

BIOCHAR SEBAGAI PEMBENAH TANAH

Admin distankan | 17 September 2026 | 419 kali

Oleh Vani Silvana, S.P.

POPT Ahli Pertama pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng

 

Salah satu permasalahan yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya tanaman adalah menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan lahan secara terus-menerus, rendahnya kandungan bahan organik, serta penggunaan input pertanian yang kurang tepat. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi tanah adalah penggunaan biochar. Biochar merupakan bahan kaya karbon yang dihasilkan melalui proses pemanasan bahan organik atau biomassa pada kondisi oksigen terbatas yang dikenal sebagai pirolisis. Bahan bakunya dapat berasal dari berbagai limbah pertanian, seperti sekam padi, tempurung kelapa, tongkol jagung, kulit kopi, ranting, dan limbah biomassa lainnya.Biochar memiliki struktur berpori sehingga mampu menyediakan ruang untuk menahan air dan menjadi tempat melekatnya sebagian unsur hara serta mikroorganisme tanah. Karakteristik biochar sangat dipengaruhi oleh jenis bahan baku dan kondisi proses pembuatannya.

Pemilihan bahan baku perlu memperhatikan ketersediaan, kebersihan bahan, serta kesesuaian dengan teknologi pembuatan yang digunakan.Secara umum, pembuatan biochar dilakukan melalui proses pirolisis atau pembakaran tidak sempurna dengan suplai oksigen yang terbatas. Tujuannya adalah mengubah biomassa menjadi material kaya karbon tanpa membakar seluruh bahan menjadi abu.

Biomassa dikumpulkan, dibersihkan dari tanah, plastik, logam, dan bahan lain yang tidak diperlukan. Bahan kemudian dikeringkan agar proses pembentukan biochar berlangsung lebih efektif. Bahan kering dimasukkan ke dalam alat pembakaran atau pirolisis dengan kondisi oksigen terbatas. Biomassa dipanaskan hingga menghasilkan arang yang kaya karbon. Setelah proses selesai, biochar didinginkan dalam kondisi aman untuk mencegah terjadinya pembakaran lanjutan. Biochar yang telah dingin dapat dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil agar lebih mudah diaplikasikan ke tanah. Biochar dapat dicampurkan dengan kompos, pupuk organik, atau sumber bahan organik lainnya sebelum diaplikasikan ke lahan. Langkah ini dapat membantu meningkatkan kandungan unsur hara dan aktivitas biologis pada biochar.

Penggunaan biochar dapat memberikan sejumlah manfaat dalam pengelolaan tanah, antara lain Memperbaiki Struktur Tanah, Meningkatkan Kemampuan Menahan Air, Membantu Mempertahankan Unsur Hara, Mendukung Aktivitas Mikroorganisme Tanah, Meningkatkan Kualitas Tanah, Biochar dan Pemanfaatan Limbah Pertanian. Biochar dapat diaplikasikan dengan beberapa cara sesuai kondisi lahan dan jenis tanaman. Biochar sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai pengganti pupuk, tetapi sebagai pembenah tanah.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencampurkan biochar dengan kompos atau pupuk organik sebelum diberikan ke tanah. Biochar yang telah diperkaya bahan organik dapat diaplikasikan pada area perakaran tanaman dan kemudian dicampurkan dengan lapisan tanah.Pada tanaman hortikultura, biochar juga dapat digunakan sebagai salah satu komponen media tanam dengan memperhatikan komposisi media dan kebutuhan tanaman. Dosis aplikasi tidak dapat disamaratakan untuk seluruh jenis tanah dan tanaman. Penggunaan sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik tanah, jenis biochar, tanaman yang dibudidayakan, serta hasil pengujian atau rekomendasi teknis setempat.

Bawamenewi, Tuti Ariani dkk. 2025. Penggunaan Biochar untuk Meningkatkan Kualitas Tanah pada Sistem Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman Volume 2. 179-187.