Oleh Vani
Silvana, S.P.
POPT Ahli
Pertama pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng
Salah
satu permasalahan yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya tanaman adalah
menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan lahan secara terus-menerus,
rendahnya kandungan bahan organik, serta penggunaan input pertanian yang kurang
tepat. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi
tanah adalah penggunaan biochar. Biochar merupakan bahan kaya karbon
yang dihasilkan melalui proses pemanasan bahan organik atau biomassa pada
kondisi oksigen terbatas yang dikenal sebagai pirolisis. Bahan bakunya
dapat berasal dari berbagai limbah pertanian, seperti sekam padi, tempurung kelapa,
tongkol jagung, kulit kopi, ranting, dan limbah biomassa lainnya.Biochar
memiliki struktur berpori sehingga mampu menyediakan ruang untuk menahan air
dan menjadi tempat melekatnya sebagian unsur hara serta mikroorganisme tanah.
Karakteristik biochar sangat dipengaruhi oleh jenis bahan baku dan kondisi
proses pembuatannya.
Pemilihan
bahan baku perlu memperhatikan ketersediaan, kebersihan bahan, serta kesesuaian
dengan teknologi pembuatan yang digunakan.Secara umum, pembuatan biochar
dilakukan melalui proses pirolisis atau pembakaran tidak sempurna dengan suplai
oksigen yang terbatas. Tujuannya adalah mengubah biomassa menjadi material kaya
karbon tanpa membakar seluruh bahan menjadi abu.
Biomassa
dikumpulkan, dibersihkan dari tanah, plastik, logam, dan bahan lain yang tidak
diperlukan. Bahan kemudian dikeringkan agar proses pembentukan biochar
berlangsung lebih efektif. Bahan kering dimasukkan ke dalam alat pembakaran
atau pirolisis dengan kondisi oksigen terbatas. Biomassa dipanaskan hingga
menghasilkan arang yang kaya karbon. Setelah proses selesai, biochar
didinginkan dalam kondisi aman untuk mencegah terjadinya pembakaran lanjutan. Biochar
yang telah dingin dapat dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil agar lebih
mudah diaplikasikan ke tanah. Biochar dapat dicampurkan dengan kompos, pupuk
organik, atau sumber bahan organik lainnya sebelum diaplikasikan ke lahan.
Langkah ini dapat membantu meningkatkan kandungan unsur hara dan aktivitas
biologis pada biochar.
Penggunaan
biochar dapat memberikan sejumlah manfaat dalam pengelolaan tanah, antara lain Memperbaiki
Struktur Tanah, Meningkatkan Kemampuan Menahan Air, Membantu Mempertahankan
Unsur Hara, Mendukung Aktivitas Mikroorganisme Tanah, Meningkatkan Kualitas
Tanah, Biochar dan Pemanfaatan Limbah Pertanian. Biochar dapat diaplikasikan
dengan beberapa cara sesuai kondisi lahan dan jenis tanaman. Biochar sebaiknya
tidak hanya dipandang sebagai pengganti pupuk, tetapi sebagai pembenah tanah.
Salah
satu cara yang dapat dilakukan adalah mencampurkan biochar dengan kompos atau
pupuk organik sebelum diberikan ke tanah. Biochar yang telah diperkaya bahan
organik dapat diaplikasikan pada area perakaran tanaman dan kemudian
dicampurkan dengan lapisan tanah.Pada tanaman hortikultura, biochar juga dapat
digunakan sebagai salah satu komponen media tanam dengan memperhatikan
komposisi media dan kebutuhan tanaman. Dosis aplikasi tidak dapat disamaratakan
untuk seluruh jenis tanah dan tanaman. Penggunaan sebaiknya disesuaikan dengan
karakteristik tanah, jenis biochar, tanaman yang dibudidayakan, serta hasil
pengujian atau rekomendasi teknis setempat.
Bawamenewi, Tuti Ariani dkk. 2025. Penggunaan Biochar untuk Meningkatkan Kualitas Tanah pada Sistem Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman Volume 2. 179-187.