(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Potensi Daun Mimba dan Daun Pepaya Sebagai Pestisida Nabati Dalam Pengendalian OPT

Admin distankan | 18 Agustus 2026 | 27 kali

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P

POPT BPP Busungbiu

 

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan/bagian tanaman dan mempunyai kandungan bahan aktif yang dapat mengendalikan OPT. Pestisida nabati umumnya lebih mudah terurai di lingkungan dan memiliki risiko pencemaran yang lebih rendah dibandingkan pestisida sintetis. Berbagai tanaman lokal diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pestisida alami.

Daun pepaya mempunyai kandungan aktif, yaitu enzim papain yang merupakan racun kontak yang langsung masuk ke dalam tubuh hama melalui lubang-lubang alami dari tubuhnya. Setelah masuk, racun akan menyebar ke seluruh tubuh dan menyerang sistem saraf sehingga dapat menganggu aktivitas hama. Enzim papain biasanya ditemukan di batang, daun, dan buah pepaya. Selain enzim papain, daun pepaya juga mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid. Senyawa-senyawa ini mampu membunuh serangga hama dengan menghalangi metabolisme pencernaan serangga.

Daun mimba mengandung senyawa azadirachtin, meliantriol, nimbin, nimbidin, salanin dan komponen lainnya yang efektif mengendalikan sejumlah OPT, seperti hama serangga, kutu, nematoda, jamur, bakteri, moluska dan OPT lainnya. Senyawa-senyawa ini mampu menghambat aktifitas makan (antifeedant), mengganggu pertumbuhan dan reproduksi hama, menekan produksi telur, memandulkan serangga, mengganggu proses perkawinan, menghambat peneluran dan menurunkan tingkat penetasan telur.

Pembuatan pestisida nabati daun mimba dan daun pepaya ini, relatif sederhana. Daun pepaya dan daun mimba disiapkan masing-masing 1 kg, kemudian ditumbuk sampai halus (dapat juga menggunakan blender). Setelah bahan-bahan halus kemudian direndam dalam 10 liter air dan ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah (pelarut) dan 30 gr detergen (perekat). Jika sudah direndam selama 1 hari (bertujuan mengekstraksi senyawa aktif seperti papain dan azadirachtin secara maksimal) maka rendaman disaring untuk memisahkan ekstrak dan ampasnya. Sebelum penggunaan, larutan pestisida nabati diencerkan sebanyak 2 gelas dengan 10-14 liter air untuk 1 tangki sprayer. Aplikasi pestisida nabati dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan tersebut ke tanaman pada pagi atau sore hari, dan dapat diaplikasikan sebanyak 1-2 kali seminggu.

Pestisida nabati ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat, penggerek batang, hama penghisap seperti aphid, rayap, dan hama kutu-kutuan lainnya. Selain hama, pestisida nabati ini juga berpotensi digunakan untuk membantu mengendalikan jamur, bakteri, dan nematoda yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penggunaan ekstrak daun mimba dan daun pepaya sebagai pestisida nabati menjadi salah satu pilihan dalam penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) karena memanfaatkan bahan alami yang relatif mudah diperoleh dan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis.


Sumber:

 

Hadiyanti, N., Probojati, R.T., Saputra, R.E. 2021. Aplikasi Pestisida Nabati Untuk Peng endalian Hama Pada Tanaman Bawang Merah Dalam Sistem Pertanian Organik. Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat, 1(2), 93-94.