Oleh
Vani Silvana, S.P.
POPT
Ahli Pertama pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan
Kabupaten
Buleleng
Biopori adalah lubang-lubang kecil di dalam tanah yang
terbentuk secara alami melalui aktivitas organisme tanah, seperti cacing,
rayap, dan akar tanaman. Lubang-lubang tersebut berfungsi sebagai jalur
masuknya air ke dalam tanah sehingga dapat meningkatkan infiltrasi atau
peresapan air. Dalam penerapannya, teknologi biopori dikenal dengan istilah
Lubang Resapan Biopori (LRB), yaitu lubang berbentuk silinder yang dibuat
secara vertikal ke dalam tanah dan diisi dengan sampah organik. Sampah organik
tersebut akan mengalami proses penguraian oleh organisme tanah dan menghasilkan
kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Teknologi lubang resapan biopori
merupakan salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat,
petani, sekolah, maupun instansi pemerintah untuk meningkatkan daya resap
tanah, mengurangi genangan air, dan mengelola sampah organik secara ramah
lingkungan.
Pembuatan lubang resapan biopori memiliki berbagai manfaat
bagi lingkungan dan kegiatan pertanian, antara lain: Meningkatkan peresapan
air. Lubang biopori membantu air hujan masuk ke dalam tanah sehingga mengurangi
aliran permukaan, Mengurangi genangan air. Sampah organik yang terurai di dalam
lubang dapat menghasilkan kompos yang menambah bahan organik tanah, Mengurangi
sampah organik. Daun kering, sisa sayuran, dan bahan organik lainnya dapat
dimanfaatkan sebagai bahan kompos, Mendukung aktivitas organisme tanah.
Ketersediaan bahan organik membantu menyediakan sumber makanan bagi organisme
yang berperan dalam proses penguraian, Mendukung konservasi air dan tanah.
Biopori dapat menjadi bagian dari upaya konservasi air hujan dan perbaikan
kondisi tanah di pekarangan maupun lahan pertanian. Alat dan bahan yang
diperlukan untuk membuat lubang resapan biopori meliputi Bor tanah atau alat
pembuat lubang biopori Pipa PVC berlubang atau pelindung mulut lubang jika
diperlukan, Penutup lubang yang aman dan tidak menghambat masuknya air, Air
secukupnya untuk membantu melunakkan tanah yang kering, Sampah organik, seperti
daun kering, rumput, sisa sayuran, dan kulit buah yang belum tercampur bahan
berbahaya.
Cara
Menentukan lokasi pembuatan biopori pilih lokasi yang memungkinkan air hujan
mengalir menuju lubang, misalnya halaman, pekarangan, taman, atau area kebun.
Hindari lokasi yang rawan longsor, dekat fondasi bangunan, atau berdekatan
dengan sumber air minum maupun sistem sanitasi yang berpotensi tercemar. Pada
lahan pertanian, lokasi harus disesuaikan dengan kondisi tanah, kemiringan
lahan, pola aliran air, dan aktivitas pengolahan tanah. Buat lubang berbentuk
silinder secara vertikal menggunakan bor tanah. Ukuran yang umum digunakan
adalah diameter sekitar 10 cm dengan kedalaman hingga 100 cm, sepanjang kondisi
tanah memungkinkan. Jangan memaksakan kedalaman apabila terdapat batuan, muka
air tanah, atau kondisi lain yang tidak aman. Jarak antarlubang disesuaikan
dengan kondisi lahan dan pola aliran air. Pada praktik umum, jarak sekitar
50–100 cm dapat dijadikan titik awal pertimbangan, kemudian disesuaikan dengan
kebutuhan dan kondisi setempat. Masukkan sampah organik secara bertahap ke dalam
lubang. Bahan organik dapat berupa daun kering, rumput, sisa sayuran, dan kulit
buah. Hindari memasukkan plastik, logam, minyak, bahan kimia, kotoran
berbahaya, atau sampah anorganik lainnya. Sampah organik berfungsi sebagai
sumber makanan bagi organisme tanah. Melalui proses penguraian, bahan tersebut
akan berubah menjadi kompos. Pasang penutup yang kuat dan aman untuk mencegah
orang atau hewan terperosok. Penutup perlu memungkinkan air hujan masuk ke
lubang, misalnya menggunakan penutup berlubang yang sesuai. Pastikan mulut
lubang tidak tertutup tanah padat atau sampah yang menghambat aliran air.
Lubang
Resapan Biopori merupakan teknologi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan
yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan peresapan air hujan, mengurangi
aliran permukaan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Dalam bidang
pertanian, biopori dapat menjadi salah satu bagian dari upaya konservasi tanah
dan air serta peningkatan bahan organik tanah.
Keberhasilan
penerapan biopori bergantung pada pemilihan lokasi yang tepat, pembuatan lubang
sesuai kondisi tanah, penggunaan bahan organik yang aman, dan pemeliharaan
secara berkala. Dengan penerapan yang tepat, teknologi biopori dapat mendukung
terciptanya lingkungan yang lebih bersih, tanah yang lebih sehat, dan
pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.
Pustaka
:
Dewi, Indah Noor Dwi Kusuma dkk. Pengenalan
dan Penerapan Biopori Sebagai Lubang Resapan. 2024. The Educational Research of
TEKIBA (2024): Volume (4), Issue (2), PP. 37-44.
Akbarini, Indah Witdya. Penerapan Biopori Pengelolaan Air dan Sampah (BIOPAS) Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik dan Pencegahan Genangan Air di Perumahan Griya Mustika Sedayu, Dusun Gunung Polo. 2026. Vol. 3 No. 1 Tahun 2026 e-ISSN: 2988-2052.