(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

BIOPORI SOLUSI SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN RESAPAN AIR DAN MENJAGA KESEHATAN TANAH

Admin distankan | 20 Oktober 2026 | 230 kali

Oleh Vani Silvana, S.P.

POPT Ahli Pertama pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan

Kabupaten Buleleng

Biopori adalah lubang-lubang kecil di dalam tanah yang terbentuk secara alami melalui aktivitas organisme tanah, seperti cacing, rayap, dan akar tanaman. Lubang-lubang tersebut berfungsi sebagai jalur masuknya air ke dalam tanah sehingga dapat meningkatkan infiltrasi atau peresapan air. Dalam penerapannya, teknologi biopori dikenal dengan istilah Lubang Resapan Biopori (LRB), yaitu lubang berbentuk silinder yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dan diisi dengan sampah organik. Sampah organik tersebut akan mengalami proses penguraian oleh organisme tanah dan menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Teknologi lubang resapan biopori merupakan salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat, petani, sekolah, maupun instansi pemerintah untuk meningkatkan daya resap tanah, mengurangi genangan air, dan mengelola sampah organik secara ramah lingkungan.

Pembuatan lubang resapan biopori memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan dan kegiatan pertanian, antara lain: Meningkatkan peresapan air. Lubang biopori membantu air hujan masuk ke dalam tanah sehingga mengurangi aliran permukaan, Mengurangi genangan air. Sampah organik yang terurai di dalam lubang dapat menghasilkan kompos yang menambah bahan organik tanah, Mengurangi sampah organik. Daun kering, sisa sayuran, dan bahan organik lainnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos, Mendukung aktivitas organisme tanah. Ketersediaan bahan organik membantu menyediakan sumber makanan bagi organisme yang berperan dalam proses penguraian, Mendukung konservasi air dan tanah. Biopori dapat menjadi bagian dari upaya konservasi air hujan dan perbaikan kondisi tanah di pekarangan maupun lahan pertanian. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat lubang resapan biopori meliputi Bor tanah atau alat pembuat lubang biopori Pipa PVC berlubang atau pelindung mulut lubang jika diperlukan, Penutup lubang yang aman dan tidak menghambat masuknya air, Air secukupnya untuk membantu melunakkan tanah yang kering, Sampah organik, seperti daun kering, rumput, sisa sayuran, dan kulit buah yang belum tercampur bahan berbahaya.

Cara Menentukan lokasi pembuatan biopori pilih lokasi yang memungkinkan air hujan mengalir menuju lubang, misalnya halaman, pekarangan, taman, atau area kebun. Hindari lokasi yang rawan longsor, dekat fondasi bangunan, atau berdekatan dengan sumber air minum maupun sistem sanitasi yang berpotensi tercemar. Pada lahan pertanian, lokasi harus disesuaikan dengan kondisi tanah, kemiringan lahan, pola aliran air, dan aktivitas pengolahan tanah. Buat lubang berbentuk silinder secara vertikal menggunakan bor tanah. Ukuran yang umum digunakan adalah diameter sekitar 10 cm dengan kedalaman hingga 100 cm, sepanjang kondisi tanah memungkinkan. Jangan memaksakan kedalaman apabila terdapat batuan, muka air tanah, atau kondisi lain yang tidak aman. Jarak antarlubang disesuaikan dengan kondisi lahan dan pola aliran air. Pada praktik umum, jarak sekitar 50–100 cm dapat dijadikan titik awal pertimbangan, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setempat. Masukkan sampah organik secara bertahap ke dalam lubang. Bahan organik dapat berupa daun kering, rumput, sisa sayuran, dan kulit buah. Hindari memasukkan plastik, logam, minyak, bahan kimia, kotoran berbahaya, atau sampah anorganik lainnya. Sampah organik berfungsi sebagai sumber makanan bagi organisme tanah. Melalui proses penguraian, bahan tersebut akan berubah menjadi kompos. Pasang penutup yang kuat dan aman untuk mencegah orang atau hewan terperosok. Penutup perlu memungkinkan air hujan masuk ke lubang, misalnya menggunakan penutup berlubang yang sesuai. Pastikan mulut lubang tidak tertutup tanah padat atau sampah yang menghambat aliran air.

Lubang Resapan Biopori merupakan teknologi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan peresapan air hujan, mengurangi aliran permukaan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Dalam bidang pertanian, biopori dapat menjadi salah satu bagian dari upaya konservasi tanah dan air serta peningkatan bahan organik tanah.

Keberhasilan penerapan biopori bergantung pada pemilihan lokasi yang tepat, pembuatan lubang sesuai kondisi tanah, penggunaan bahan organik yang aman, dan pemeliharaan secara berkala. Dengan penerapan yang tepat, teknologi biopori dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, tanah yang lebih sehat, dan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik.

Pustaka :

Dewi, Indah Noor Dwi Kusuma dkk. Pengenalan dan Penerapan Biopori Sebagai Lubang Resapan. 2024. The Educational Research of TEKIBA (2024): Volume (4), Issue (2), PP. 37-44.

Akbarini, Indah Witdya. Penerapan Biopori Pengelolaan Air dan Sampah (BIOPAS) Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik dan Pencegahan Genangan Air di Perumahan Griya Mustika Sedayu, Dusun Gunung Polo. 2026. Vol. 3 No. 1 Tahun 2026 e-ISSN: 2988-2052.