(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Mina padi: Peluang Integrasi Budidaya Ikan dan Tanaman Padi dalam system MINA PADI

Admin distankan | 27 Oktober 2026 | 23 kali

Oleh :

Galih Dandung Akbar Gumala, S.Pi

Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama

Kabupaten Buleleng memiliki peluang untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan secara terpadu melalui sistem mina padi. Sistem ini menggabungkan penanaman padi dan pemeliharaan ikan dalam satu hamparan sawah sehingga lahan dapat menghasilkan dua komoditas sekaligus, yaitu beras dan ikan. Apabila dikelola dengan tepat, mina padi berpotensi mendiversifikasi sumber pendapatan petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan.

Pengembangan mina padi membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dalam pengelolaan air, pemilihan komoditas ikan, pengendalian hama dan penyakit, serta perhitungan biaya produksi. Salah satu tantangan penting yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air sepanjang siklus budidaya, khususnya ketika memasuki musim kemarau.

Mengenal Sistem Budidaya Mina padi

Mina padi merupakan sistem usaha tani terpadu yang mengombinasikan penanaman padi dengan pemeliharaan ikan di lahan sawah. Dalam penerapannya, petakan sawah dapat dilengkapi dengan parit atau kemalir sebagai tempat ikan bergerak dan berlindung, terutama ketika ketinggian air di sekitar tanaman padi berkurang.

Jenis ikan yang dipelihara perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, ketersediaan air, lama pemeliharaan, serta kebutuhan pasar. Ikan nila merupakan salah satu komoditas yang dapat dipertimbangkan karena telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, pemilihan komoditas dan kepadatan tebar tetap harus mempertimbangkan daya dukung lahan dan kondisi perairan setempat.

Keberhasilan mina padi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan sawah, tetapi juga oleh kemampuan mengatur air untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi dan ikan secara bersamaan. Karena itu, sistem ini perlu dirancang sesuai karakteristik lahan, pola irigasi, dan kalender tanam di setiap wilayah.

Peluang Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan

Salah satu keunggulan mina padi adalah peluang memperoleh hasil dari dua komoditas dalam satu sistem usaha. Selain hasil panen padi, petani dapat memperoleh pendapatan tambahan dari penjualan ikan. Diversifikasi tersebut berpotensi memperluas sumber penerimaan dan mengurangi ketergantungan usaha pada satu komoditas saja.

Keberadaan ikan di sawah juga dapat memberikan manfaat ekologis tertentu. Ikan berpotensi memanfaatkan sebagian organisme kecil di lingkungan sawah, sedangkan aktivitasnya dapat memengaruhi pergerakan unsur hara di permukaan tanah. Dalam kondisi yang sesuai, interaksi tersebut dapat mendukung pengelolaan ekosistem sawah.

Meskipun demikian, manfaat mina padi tidak terjadi secara otomatis. Hasilnya dipengaruhi oleh teknik budidaya, kualitas air, jenis dan jumlah ikan, pengelolaan pakan, serta kondisi tanaman padi. Oleh karena itu, perhitungan biaya dan hasil produksi kedua komoditas perlu dilakukan untuk mengetahui keuntungan usaha secara keseluruhan.

Tantangan Utama: Ketersediaan Air saat Musim Kemarau

Ketersediaan air merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan mina padi. Sistem ini membutuhkan pengelolaan air yang mampu memenuhi kebutuhan tanaman padi sekaligus menjaga kondisi lingkungan agar ikan dapat hidup dan tumbuh dengan baik.

Tantangan tersebut menjadi semakin penting saat musim kemarau. Penurunan debit sumber air, berkurangnya pasokan irigasi, dan meningkatnya penguapan dapat menyebabkan ketinggian air di sawah menurun. Apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, petani dapat menghadapi kesulitan mempertahankan kebutuhan air untuk tanaman padi dan ikan secara bersamaan.

Bagi ikan, berkurangnya volume air dapat meningkatkan kepadatan relatif, mempercepat perubahan suhu, dan menurunkan konsentrasi oksigen terlarut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ikan mengalami stres, pertumbuhan terhambat, lebih rentan terhadap penyakit, bahkan mengalami kematian apabila tidak segera ditangani. Sementara itu, tanaman padi juga membutuhkan air yang cukup pada fase pertumbuhan tertentu agar produktivitasnya tetap terjaga.

Tantangan air juga berkaitan dengan pengaturan jadwal tanam dan pemeliharaan ikan. Apabila periode ketersediaan air tidak sesuai dengan lama pemeliharaan ikan, risiko kegagalan usaha dapat meningkat. Oleh sebab itu, pemilihan lokasi mina padi perlu mempertimbangkan keandalan sumber air, pola distribusi irigasi, serta pengalaman petani menghadapi kondisi kekeringan pada musim sebelumnya.

Strategi Menghadapi Keterbatasan Air

Untuk mengurangi risiko kekurangan air, beberapa langkah dapat dipertimbangkan dalam pengembangan mina padi di Buleleng.

Pertama, melakukan identifikasi sumber air sebelum menentukan lokasi. Sawah yang memiliki pasokan air relatif stabil dan sistem irigasi yang memadai lebih layak dipertimbangkan. Ketersediaan air perlu dinilai tidak hanya pada musim hujan, tetapi juga selama periode kemarau.

Kedua, memperbaiki desain petakan sawah dengan menyediakan kemalir atau bagian yang lebih dalam sebagai tempat perlindungan ikan ketika permukaan air menurun. Namun, kemalir bukan pengganti pasokan air dan tetap perlu dirancang sesuai kondisi lahan serta kebutuhan ikan.

Ketiga, menyesuaikan waktu penebaran ikan dengan kalender tanam padi dan perkiraan ketersediaan air. Pemeliharaan ikan sebaiknya tidak dimulai tanpa perhitungan mengenai kemungkinan berkurangnya pasokan air sebelum masa panen.

Keempat, menerapkan pengelolaan air secara efisien, termasuk memperbaiki kebocoran pematang, mengendalikan kehilangan air yang tidak diperlukan, dan mengatur distribusi air bersama pengguna irigasi lainnya. Koordinasi antara petani, kelompok pengguna air, penyuluh pertanian, dan petugas perikanan penting agar kebutuhan air dapat dikelola secara terpadu.

Kelima, melakukan pemantauan kondisi air secara rutin. Pengamatan terhadap kedalaman air, suhu, dan perilaku ikan dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal. Apabila tersedia alat ukur, parameter seperti pH dan oksigen terlarut juga perlu diperiksa secara berkala.

Menjaga Kesehatan Ikan dan Tanaman Padi

Selain masalah air, kesehatan ikan merupakan aspek penting dalam sistem mina padi. Benih yang ditebar sebaiknya berasal dari sumber yang tepercaya, berukuran relatif seragam, dan menunjukkan kondisi sehat. Kepadatan tebar perlu disesuaikan dengan luas lahan, kedalaman air, ketersediaan oksigen, dan kemampuan pengelolaan petani.

Penggunaan pakan tambahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan ikan agar pertumbuhan tetap optimal tanpa menimbulkan pemborosan. Sisa pakan dan bahan organik yang berlebihan dapat menurunkan kualitas air, terutama ketika volume air terbatas.

Pengelolaan tanaman padi juga harus memperhatikan keberadaan ikan. Penggunaan pestisida dan bahan kimia pertanian perlu dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan petunjuk penggunaan, peruntukan produk, dan potensi dampaknya terhadap ikan serta organisme perairan. Koordinasi antara petani, penyuluh pertanian, dan petugas perikanan diperlukan agar pengendalian organisme pengganggu tanaman tidak menimbulkan risiko yang tidak diinginkan bagi ikan.

Peluang Pengembangan Mina padi di Buleleng

Pengembangan mina padi di Kabupaten Buleleng dapat diarahkan melalui identifikasi lokasi yang sesuai, penguatan kelompok tani dan pembudidaya ikan, serta pelaksanaan demonstrasi atau kaji terap pada lahan yang memiliki sumber air memadai.

Pendampingan teknis perlu mencakup persiapan lahan, pemilihan benih, pengaturan kepadatan tebar, pengelolaan air, pengendalian penyakit, dan penanganan hasil panen. Selain itu, petani perlu mendapatkan informasi mengenai perhitungan biaya produksi, harga jual, dan potensi keuntungan agar keputusan mengembangkan mina padi didasarkan pada pertimbangan teknis dan ekonomi.

Evaluasi kegiatan sebaiknya menggunakan indikator yang terukur, seperti produktivitas padi, tingkat kelangsungan hidup ikan, jumlah ikan yang dipanen, biaya produksi, serta pendapatan bersih. Ketersediaan air selama musim kemarau juga perlu menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan suatu lokasi.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mina padi dapat diterapkan secara teknis, menguntungkan secara ekonomi, dan sesuai dengan kondisi sumber daya air setempat, pengembangannya dapat dipertimbangkan secara bertahap di lokasi lain yang memiliki karakteristik serupa.

Kolaborasi untuk Budidaya Berkelanjutan

Mina padi menawarkan peluang untuk mengintegrasikan produksi pertanian dan perikanan dalam satu sistem usaha. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesesuaian lokasi, keterampilan pengelolaan, kesehatan ikan, serta kemampuan menjaga ketersediaan air sepanjang masa budidaya.

Bagi Kabupaten Buleleng, pengembangan mina padi perlu mempertimbangkan karakteristik sumber air dan tantangan musim kemarau sejak tahap perencanaan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, penyuluh, dan pengelola irigasi dapat membantu mengidentifikasi lokasi yang sesuai serta menyusun strategi pengelolaan air yang lebih efektif.

Dengan perencanaan berbasis kondisi lapangan dan evaluasi yang terukur, mina padi berpotensi menjadi alternatif diversifikasi usaha yang mendukung produksi pangan, meningkatkan peluang pendapatan petani, dan memperkuat keterpaduan sektor pertanian dan perikanan secara berkelanjutan.

 

Referensi

Astuti, T., Suwarto, Agusta, H., & Effendi, I. (2020). Efisiensi penggunaan pupuk pada sistem pertanian terpadu mina padi. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(2), 210–217.

Arif, C., Setiawan, B. I., Saptomo, S. K., Taufik, M., Saputra, S. F. D., Ardiansyah, & Mizoguchi, M. (2021). Functional design of smart evaporative irrigation for mina-padi system in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 622, 012052.

Fatimah, I. N., Iskandar, J., & Partasasmita, R. (2020). Ethnoecology of paddy-fish integrative farming (mina padi) in Lampegan Village, West Java, Indonesia. Biodiversitas, 21(9), 4419–4432.

Megasari, R., Ismail, Y., Khairun, M. D., & Ardha, M. I. (2024). Pengaruh pupuk organik dan pemberian pakan terhadap produksi padi dan ikan pada sistem mina padi. Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 12(2).

Yassi, A., Kaimuddin, & Ekawati, I. (2020). Paddy-fish cultivation within an integrated farming system. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 575(1), 012144.