Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P
POPT BPP Busungbiu
Salah satu tanaman yang mempunyai
senyawa antibakteri adalah tanaman kitolod (Isotoma
longiflora). Tanaman kitolod biasanya digunakan untuk mengobati berbagai
jenis penyakit. Salah satu yang dapat digunakan adalah daunnya. Daun kitolod
memiliki senyawa aktif yang berfungsi sebagai antibakteri. Senyawa yang
terkandung dalam ekstrak daun kitolod yaitu flavonoid dan saponin.
Kitolod (Isotoma longiflora) adalah tumbuhan yang mempunyai tinggi sekitar
60 cm, bergetah putih dengan rasa yang tajam dan pangkal yang bercabang. Daun
dalam bentuk tunggal, duduk, helaian daun berbentuk lanset dengan ujung yang runcing,
pangkal yang menyempit, tepi daun bergerigi sampai melekuk, panjang daun
sekitar 5-17 cm dengan lebar 2-3 cm, dan berwarna hijau. Bunga bentuk tunggal,
tegak, bertangkai panjang, keluar dari ketiak daun, dengan mahkota berbentuk
bintang warna putih.
Alkaloid, flavonoid, dan saponin
merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Senyawa alkaloid
dapat menggangu sistesis peptidoglikan sehingga struktur dinding sel bakteri
tidak terbentuk secara sempurna. Senyawa flavonoid dapat menghambat sintesis
asam nukleat, menghambat fungsi sistem membran sitoplasma, dan menghambat
sistem metabolisme energi. senyawa saponin dapat meningkatkan permeabilitas
dinding sel bakteri, sehingga zat antibakteri dapat masuk dalam tubuh bakteri,
kemudian bakteri mengalami lisis.
Cara pembuatan pestisida nabati daun kitolod adalah
menyiapkan bahan 100-200 gram daun kitolod dan kemudian dihaluskan bisa
menggunakan blender atau ditumbuk sampai halus. Daun kitolod yang sudah
dihaluskan kemudian disaring untuk memisahkan ekstrak dan ampasnya. Saat
pengaplikasian bisa dapat menambahkan detergen atau perekat agar larutan
pestisida menempel pada tanaman yang diaplikasikan.
Dalam pengaplikasian pestisida ini, dapat dilakukan pengenceran kembali Jika konsentrasi ekstrak terlalu pekat dengan air menggunakan rasio 1:1 atau 1:2 tergantung tingkat keparahan serangan hama. Disarankan melakukan penyemprotan pada sore hari atau pagi hari sebelum matahari terik karena kandungan senyawa organik dalam pestisida nabati sangat sensitif dan mudah terurai (degradable) oleh sinar matahari langsung.
Sumber:
Khadafi,
A.J. 2023. Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Tanaman Kitolod (Hippobroma Longiflora L.) Sebagai Pestisida Nabati Untuk
Mengendalikan Mikroba Patogen Tanaman. Universitas Lampung.