(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Pemanfaatan Kitolod (Isotoma longiflora) sebagai Pestisida Nabati

Admin distankan | 15 September 2026 | 263 kali

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P

POPT BPP Busungbiu

 

            Salah satu tanaman yang mempunyai senyawa antibakteri adalah tanaman kitolod (Isotoma longiflora). Tanaman kitolod biasanya digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Salah satu yang dapat digunakan adalah daunnya. Daun kitolod memiliki senyawa aktif yang berfungsi sebagai antibakteri. Senyawa yang terkandung dalam ekstrak daun kitolod yaitu flavonoid dan saponin.

            Kitolod (Isotoma longiflora) adalah tumbuhan yang mempunyai tinggi sekitar 60 cm, bergetah putih dengan rasa yang tajam dan pangkal yang bercabang. Daun dalam bentuk tunggal, duduk, helaian daun berbentuk lanset dengan ujung yang runcing, pangkal yang menyempit, tepi daun bergerigi sampai melekuk, panjang daun sekitar 5-17 cm dengan lebar 2-3 cm, dan berwarna hijau. Bunga bentuk tunggal, tegak, bertangkai panjang, keluar dari ketiak daun, dengan mahkota berbentuk bintang warna putih.

            Alkaloid, flavonoid, dan saponin merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Senyawa alkaloid dapat menggangu sistesis peptidoglikan sehingga struktur dinding sel bakteri tidak terbentuk secara sempurna. Senyawa flavonoid dapat menghambat sintesis asam nukleat, menghambat fungsi sistem membran sitoplasma, dan menghambat sistem metabolisme energi. senyawa saponin dapat meningkatkan permeabilitas dinding sel bakteri, sehingga zat antibakteri dapat masuk dalam tubuh bakteri, kemudian bakteri mengalami lisis.

            Cara pembuatan pestisida nabati daun kitolod adalah menyiapkan bahan 100-200 gram daun kitolod dan kemudian dihaluskan bisa menggunakan blender atau ditumbuk sampai halus. Daun kitolod yang sudah dihaluskan kemudian disaring untuk memisahkan ekstrak dan ampasnya. Saat pengaplikasian bisa dapat menambahkan detergen atau perekat agar larutan pestisida menempel pada tanaman yang diaplikasikan.

            Dalam pengaplikasian pestisida ini, dapat dilakukan pengenceran kembali Jika konsentrasi ekstrak terlalu pekat dengan air menggunakan rasio 1:1 atau 1:2 tergantung tingkat keparahan serangan hama. Disarankan melakukan penyemprotan pada sore hari atau pagi hari sebelum matahari terik karena kandungan senyawa organik dalam pestisida nabati sangat sensitif dan mudah terurai (degradable) oleh sinar matahari langsung.

 

Sumber:

Khadafi, A.J. 2023. Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Tanaman Kitolod (Hippobroma Longiflora L.) Sebagai Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Mikroba Patogen Tanaman. Universitas Lampung.