Oleh :
Rafika Ardiani, S.P/ POPT Ahli Pertama Kecamatan BPP
Gerokgak
Tanaman terong merupakan salah satu komoditas hortikultura
yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang
tinggi serta permintaan pasar yang stabil. Namun, produktivitas tanaman terong
sering mengalami penurunan akibat berbagai gagngguan fisiologis maupun serangan
organisme pengganggu tanaman. Salah satu gejala yang paling sering dijumpai
adalah daun menguning (klorosis). Klorosis merupakan kondisi ketika kandungan
klorofil pada daun menurun sehingga warna hijau berubah menjadi kuning. Gejala
ini bukan merupakan penyakit, melainka indikator adanya gangguan pada proses
fisiologi tanaman, kekurangan unsur hara, kerusakan sistem oerakaran, maupun
infeksi patogen. Identifikasi penyebab secara tepat sangat penting agar
tindakan pengendalin yang dilakukan menjadi efektif:
1.
Serangan Virus Kuning
Salah satu penyebab utama daun terong menguning adalag
infeksi sering disebut virus kuning atau virus Gemini. Virus ini ditularkan
oleh kutu kebul (Bemisia tabaci). gejala awal ditandai dengan
menguningnya tulang daun, kemudian warna kuning menyebar ke seluruh permukaan
daun. Daun menjadi keriting, mengecil, menebal, dan pembentukan bunga dan buah
menurun drastis sehingga produktivitas tanaman berkurang.
? Pengendalian:
- Menggunakan benih sehat
- Mengendalikan populasi kutu kebul
dengan pengendalian yang dilakukan dengan pengasapan pada bagian bawah daun
tanaman terong untuk mengusir kutu kebul
- Melakukan sanitasi lahan dan
membersihkan gulma sebagai tanaman inang
- Mencabut dan memusnahkan tanaman yang
terinfeksi berat.
- Pemasangan perangkap kuning (yellow
sticky trap).
2. Kekurangan Unsur Hara
Daun terong yang menguning juga dpat disebabkan oleh
kekurangan unsur hara, terutama nitrogen(N), magnesium (Mg), dan besi (Fe).
Kekurangan nitrogen menyebabkan daun tua menguning secara merata karena unsur
ini mudah berpindah ke daun muda. Kekurangan megnesium menimbulkan gejala
klorosis di antara tulang daun, sedangkan kekurangan besi menyebabkan daun muda
menguning sementara tulang daun tetap hijau.
? Pengendalian
- Melakukan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman
- Menambahkan pupuk yang mengandung unsur mikro apabila
diperlukan
- Memperbaiki pH tanah agar penyerapan unsru hara lebih optimal
- Mengaplikasikan asam humat untuk memperbaiki kandungan hara
di dalam tanah
3.
Penyakit Layu Akibat Jamur
Infeksi jamur petogen seperti Phytophthora sp. dapat
menyebabkan akar dan batang mengalami kerusakan sehingga penyerapan air dan
unsur hara terganggu. Akibatnya daun menguning, tanaman layu, dan akhirnya mati.
Penyakit ini umumnya berkembang di lahan dengan kelembapan yang tinggi dan
drainase yang buruk.
? Pengendalian
- Memperbaiki drainase lahan
- Menghindari genangan air
- Melakukan sanitasi dan rotasi tanaman
- Mengaplikasiaan dengan menggunakan Thrichoderma
- Mengaplikasian fungisida jika serangan sudah melebihi batas
ambang ekonomi
4.
Faktor Lingkungan
Kondisi lingkungan yang tidak sesuai, seperti kekeringan,
genangan air, suhu yang terlalu tinggi, atau pH tanah yang ekstrem juga dapat
menyebabkan daun menguning.kekurangan air menghambat penyerapan unsur hara,
sedangkan genangan menyebabkan akar kekurangan oksigen sehingga fungsi akar
menurun.
? Pengendalian
- Menjaga kelembaban tanah tetap optimal
- Mengatur sistem irigasi dan drainase
- Menambahkan bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah.
Sumber:
Balai Penerapan Standar Instrumental
Pertaniaan Kalimantan Selatan. 2023. Mengendal Penyakit Duan Kuning pada
Tanaman Terong.
Sulandri, S. 2006. Penyakit Daun
Keriting Kuning Cabai di Indonesia. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia,
Universita Gadjah Mada.
Yulianti, A. T., Diki, Marselawati,
& Agustin, N. 2026. Isolasi dan Identifikasi Jamur Penyakit Layu pada
Tanaman Terong. EKOTONIA.