(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

MENGENAL PENYEBAB DAUN TERONG MENGUNING

Admin distankan | 24 Juli 2026 | 194 kali

Oleh :

Rafika Ardiani, S.P/ POPT Ahli Pertama Kecamatan BPP Gerokgak

 

Tanaman terong merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta permintaan pasar yang stabil. Namun, produktivitas tanaman terong sering mengalami penurunan akibat berbagai gagngguan fisiologis maupun serangan organisme pengganggu tanaman. Salah satu gejala yang paling sering dijumpai adalah daun menguning (klorosis). Klorosis merupakan kondisi ketika kandungan klorofil pada daun menurun sehingga warna hijau berubah menjadi kuning. Gejala ini bukan merupakan penyakit, melainka indikator adanya gangguan pada proses fisiologi tanaman, kekurangan unsur hara, kerusakan sistem oerakaran, maupun infeksi patogen. Identifikasi penyebab secara tepat sangat penting agar tindakan pengendalin yang dilakukan menjadi efektif:

 

1. Serangan Virus Kuning

Salah satu penyebab utama daun terong menguning adalag infeksi sering disebut virus kuning atau virus Gemini. Virus ini ditularkan oleh kutu kebul (Bemisia tabaci). gejala awal ditandai dengan menguningnya tulang daun, kemudian warna kuning menyebar ke seluruh permukaan daun. Daun menjadi keriting, mengecil, menebal, dan pembentukan bunga dan buah menurun drastis sehingga produktivitas tanaman berkurang.

?  Pengendalian:

- Menggunakan benih sehat

- Mengendalikan populasi kutu kebul dengan pengendalian yang dilakukan dengan pengasapan pada bagian bawah daun tanaman terong untuk mengusir kutu kebul

- Melakukan sanitasi lahan dan membersihkan gulma sebagai tanaman inang

- Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terinfeksi berat.

- Pemasangan perangkap kuning (yellow sticky trap).

2. Kekurangan Unsur Hara

Daun terong yang menguning juga dpat disebabkan oleh kekurangan unsur hara, terutama nitrogen(N), magnesium (Mg), dan besi (Fe). Kekurangan nitrogen menyebabkan daun tua menguning secara merata karena unsur ini mudah berpindah ke daun muda. Kekurangan megnesium menimbulkan gejala klorosis di antara tulang daun, sedangkan kekurangan besi menyebabkan daun muda menguning sementara tulang daun tetap hijau.

?  Pengendalian

- Melakukan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman

- Menambahkan pupuk yang mengandung unsur mikro apabila diperlukan

- Memperbaiki pH tanah agar penyerapan unsru hara lebih optimal

- Mengaplikasikan asam humat untuk memperbaiki kandungan hara di dalam tanah

3. Penyakit Layu Akibat Jamur

Infeksi jamur petogen seperti Phytophthora sp. dapat menyebabkan akar dan batang mengalami kerusakan sehingga penyerapan air dan unsur hara terganggu. Akibatnya daun menguning, tanaman layu, dan akhirnya mati. Penyakit ini umumnya berkembang di lahan dengan kelembapan yang tinggi dan drainase yang buruk.

?  Pengendalian

- Memperbaiki drainase lahan

- Menghindari genangan air

- Melakukan sanitasi dan rotasi tanaman

- Mengaplikasiaan dengan menggunakan Thrichoderma

- Mengaplikasian fungisida jika serangan sudah melebihi batas ambang ekonomi

4. Faktor Lingkungan

Kondisi lingkungan yang tidak sesuai, seperti kekeringan, genangan air, suhu yang terlalu tinggi, atau pH tanah yang ekstrem juga dapat menyebabkan daun menguning.kekurangan air menghambat penyerapan unsur hara, sedangkan genangan menyebabkan akar kekurangan oksigen sehingga fungsi akar menurun.

?  Pengendalian

- Menjaga kelembaban tanah tetap optimal

- Mengatur sistem irigasi dan drainase

- Menambahkan bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah.

Sumber:

Balai Penerapan Standar Instrumental Pertaniaan Kalimantan Selatan. 2023. Mengendal Penyakit Duan Kuning pada Tanaman Terong.

Sulandri, S. 2006. Penyakit Daun Keriting Kuning Cabai di Indonesia. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, Universita Gadjah Mada.

Yulianti, A. T., Diki, Marselawati, & Agustin, N. 2026. Isolasi dan Identifikasi Jamur Penyakit Layu pada Tanaman Terong. EKOTONIA.