Kegiatan pendampingan akses pangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan pada tingkat rumah tangga serta potensi produksi pangan di wilayah desa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melihat keterkaitan antara produksi lokal dan akses masyarakat terhadap pangan.
2. Hasil Pendampingan
A. Desa Panji Anom
1. Kondisi Umum
Luas sawah: 318 ha
Produksi padi: kurang lebih 1.431 ton
Pola tanam: 2 kali tanam padi, dilanjutkan jagung dan kacang hijau
Komoditas utama: padi, cengkeh, kopi
Jumlah penduduk: 7.336 jiwa
Jumlah KK: 2.338
2. Akses Pangan
Jarak ke pasar: kurang dari 5 km (Dusun Lebah Siung & Batupulu)
Akses jalan: sudah baik dan dapat dilalui semua kendaraan
Distribusi pangan relatif lancar
3. Temuan Rumah Tangga
Ibu Ketut Suwartini (Dusun Lebah Siung)
Anggota keluarga: 5 orang
Konsumsi beras: lebih kurang 1,5 kg/hari
Pendapatan: Rp1.500.000/bulan
Akses pangan: warung dekat rumah
Ibu Ni Putu Widiasih
Anggota keluarga: 5 orang
Konsumsi beras: lebih kurang 1 kg/hari
Pendapatan: Rp1.500.000/bulan
Bantuan: PKH Rp250.000/3 bulan
Akses pangan: warung dekat rumah
B. Desa Tegallinggah
1. Kondisi Umum
Luas sawah: 156 ha
Pola tanam: 1 kali padi, dilanjutkan jagung
Komoditas: cengkeh dan durian
Jumlah penduduk: 8.584 jiwa
Jumlah KK: 2.609
2. Akses Pangan
Jarak ke pasar: 3–4 km
Kondisi jalan: sebagian besar baik, namun Dusun Gunung Sari rusak parah dan belum bisa dilalui mobil
Terdapat penggilingan padi milik Bu Haji Alimah
3. Temuan Rumah Tangga
Komang Ratning (Dusun Batu Cendi)
Anggota keluarga: 2 orang
Konsumsi beras: lebih kurang 1 kg/hari
Penghasilan: tidak tetap
Sumber: ternak ayam
Ibu Jro Kadek Yasmini
Anggota keluarga: 6 orang
Konsumsi beras: lebih kurang 2 kg/hari
Penghasilan: Rp1.500.000/bulan
Usaha: jualan jajan
Bantuan: beras Bulog 10 kg
3. Analisis Singkat
Desa Panji Anom memiliki ketahanan pangan lebih baik karena:
Intensitas tanam lebih tinggi (2x tanam)
Akses jalan dan pasar sangat baik
Desa Tegallinggah masih memiliki kendala:
Infrastruktur jalan di beberapa dusun (Gunung Sari)
Pola tanam masih 1 kali
Akses pangan rumah tangga umumnya:
Bergantung pada warung lokal
Dipengaruhi oleh pendapatan
Didukung bantuan sosial (PKH & beras Bulog)
4. Kesimpulan
Pendampingan menunjukkan bahwa akses pangan di kedua desa relatif baik, namun masih terdapat kesenjangan terutama pada infrastruktur dan stabilitas pendapatan rumah tangga. Optimalisasi produksi dan perbaikan akses jalan menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketahanan pangan.
5. Rekomendasi
Peningkatan intensitas tanam di Desa Tegallinggah
Perbaikan infrastruktur jalan di Dusun Gunung Sari
Penguatan bantuan pangan bagi rumah tangga rentan
Pengembangan diversifikasi pangan lokal