(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

KEGIATAN PENDAMPINGAN AKSES PANGAN DI DESA PANJI ANOM DAN DESA TEGALLINGGAH

Admin distankan | 09 April 2026 | 51 kali

Kegiatan pendampingan akses pangan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan pada tingkat rumah tangga serta potensi produksi pangan di wilayah desa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melihat keterkaitan antara produksi lokal dan akses masyarakat terhadap pangan.

2. Hasil Pendampingan

A. Desa Panji Anom

1. Kondisi Umum

Luas sawah: 318 ha

Produksi padi: kurang lebih 1.431 ton

Pola tanam: 2 kali tanam padi, dilanjutkan jagung dan kacang hijau

Komoditas utama: padi, cengkeh, kopi

Jumlah penduduk: 7.336 jiwa

Jumlah KK: 2.338

2. Akses Pangan

Jarak ke pasar: kurang dari 5 km (Dusun Lebah Siung & Batupulu)

Akses jalan: sudah baik dan dapat dilalui semua kendaraan

Distribusi pangan relatif lancar

3. Temuan Rumah Tangga

Ibu Ketut Suwartini (Dusun Lebah Siung)

Anggota keluarga: 5 orang

Konsumsi beras: lebih kurang 1,5 kg/hari

Pendapatan: Rp1.500.000/bulan

Akses pangan: warung dekat rumah

Ibu Ni Putu Widiasih

Anggota keluarga: 5 orang

Konsumsi beras: lebih kurang 1 kg/hari

Pendapatan: Rp1.500.000/bulan

Bantuan: PKH Rp250.000/3 bulan

Akses pangan: warung dekat rumah

B. Desa Tegallinggah

1. Kondisi Umum

Luas sawah: 156 ha

Pola tanam: 1 kali padi, dilanjutkan jagung

Komoditas: cengkeh dan durian

Jumlah penduduk: 8.584 jiwa

Jumlah KK: 2.609

2. Akses Pangan

Jarak ke pasar: 3–4 km

Kondisi jalan: sebagian besar baik, namun Dusun Gunung Sari rusak parah dan belum bisa dilalui mobil

Terdapat penggilingan padi milik Bu Haji Alimah

3. Temuan Rumah Tangga

Komang Ratning (Dusun Batu Cendi)

Anggota keluarga: 2 orang

Konsumsi beras: lebih kurang 1 kg/hari

Penghasilan: tidak tetap

Sumber: ternak ayam

Ibu Jro Kadek Yasmini

Anggota keluarga: 6 orang

Konsumsi beras: lebih kurang 2 kg/hari

Penghasilan: Rp1.500.000/bulan

Usaha: jualan jajan

Bantuan: beras Bulog 10 kg

3. Analisis Singkat

Desa Panji Anom memiliki ketahanan pangan lebih baik karena:

Intensitas tanam lebih tinggi (2x tanam)

Akses jalan dan pasar sangat baik

Desa Tegallinggah masih memiliki kendala:

Infrastruktur jalan di beberapa dusun (Gunung Sari)

Pola tanam masih 1 kali

Akses pangan rumah tangga umumnya:

Bergantung pada warung lokal

Dipengaruhi oleh pendapatan

Didukung bantuan sosial (PKH & beras Bulog)

4. Kesimpulan

Pendampingan menunjukkan bahwa akses pangan di kedua desa relatif baik, namun masih terdapat kesenjangan terutama pada infrastruktur dan stabilitas pendapatan rumah tangga. Optimalisasi produksi dan perbaikan akses jalan menjadi faktor penting dalam meningkatkan ketahanan pangan.

5. Rekomendasi

Peningkatan intensitas tanam di Desa Tegallinggah

Perbaikan infrastruktur jalan di Dusun Gunung Sari

Penguatan bantuan pangan bagi rumah tangga rentan 

Pengembangan diversifikasi pangan lokal