(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

KOORDINASI LINTAS SEKTOR BAHAS PERHUTANAN SOSIAL KHUSUSNYA PADA DAS TUKAD SABA

Admin distankan | 24 April 2026 | 60 kali

Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor, telah dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin dan dimoderatori oleh Sekretaris Bappeda. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Utara, akademisi Undiksha Prof. Putu Indah Rahmawati, Koordinator Yayasan Perlindungan Hutan yang juga menjabat sebagai Perbekel Desa Baktiseraga, serta perwakilan BUMDesa Baktiseraga.

Rapat ini membahas pemetaan isu-isu strategis yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan program perhutanan sosial, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Saba. Selain itu, dibahas pula kebutuhan data yang harus disiapkan masing-masing perangkat daerah dalam mendukung penyusunan proposal program. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan menekankan fokus usulan sejauh ini pada penanganan pada mitigasi fenomena kekeringan, El Nino.

Hasil pemetaan ini akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dijadwalkan berlangsung di Bappeda pada Senin, 27 April 2026.

Dalam rapat tersebut, juga dirumuskan beberapa catatan penting sebagai acuan dalam penyusunan program, di antaranya:

1. Pemilihan komoditas pada hutan harus memperhatikan tiga strata penanaman, yaitu tanaman keras, tanaman multifungsi, dan tanaman perkebunan serta usaha produktif seperti budidaya lebah madu dan wisata.

2. Penyusunan proposal dan usulan program perlu mempertimbangkan aspek sosial-budaya, konservasi dan potensi dampak pemanfaatan hutan yang ditimbulkan di masyarakat.

3. Mekanisme pelaksanaan harus dirancang secara komprehensif untuk mendukung pengembangan agroforestry berbasis kewilayahan.

Melalui koordinasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman antar pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan perhutanan sosial yang terintegrasi.