(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

DISTANKAN MELAKUKAN MONEV PADA USAHA PETERNAKAN BABI DAN AYAM PETELUR

Admin distankan | 10 September 2026 | 15 kali

Dalam rangka mengetahui  perkembangan dan kondisi usaha peternakan , telah dilaksanakan kegiatan monitoring usaha peternakan di Desa Sekumpul pada hari Kamis, 10 September 2026 oleh Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kegiatan monitoring meliputi usaha peternakan babi milik masyarakat serta usaha ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Sekumpul.

Berdasarkan hasil monitoring, terdapat beberapa usaha peternakan babi yang dikembangkan masyarakat Desa Sekumpul dengan pola usaha pembibitan dan penggemukan. Salah satunya adalah usaha milik Komang Resmi di Br. Sekumpul dengan jumlah ternak sebanyak 10 ekor, yang terdiri dari 1 ekor indukan dan 9 ekor anakan.

Selanjutnya, usaha peternakan babi milik Gede Suparmen di Br. Lebah memiliki populasi sebanyak 8 ekor, dengan komposisi 4 ekor jantan dan 4 ekor betina. Usaha tersebut dikembangkan untuk kegiatan pembibitan dan penggemukan dengan kapasitas kandang sekitar 30 ekor.

Sementara itu, peternak Gede Budi Arpa memiliki populasi babi sebanyak 19 ekor dengan pola usaha pembibitan dan penggemukan. Usaha tersebut menggunakan bibit babi jenis Landrace dan memiliki kapasitas kandang sekitar 20 ekor. 

Selain usaha peternakan babi , hasil monitoring juga menunjukkan adanya usaha ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Sekumpul. Usaha tersebut memiliki populasi sebanyak 1.000 ekor ayam petelur. Dari jumlah populasi tersebut, tingkat produksi telur tercatat sekitar 85 persen, atau setara dengan kurang lebih 850 butir telur per hari, apabila tingkat produksi tersebut dihitung berdasarkan populasi ayam yang ada.

Usaha ayam petelur yang dikelola BUMDes Sekumpul tersebut merupakan salah satu potensi usaha ekonomi produktif yang dapat mendukung peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi desa. Dengan populasi yang cukup besar dan tingkat produksi mencapai 85 persen, usaha tersebut memiliki prospek untuk terus dikembangkan, khususnya melalui peningkatan manajemen pemeliharaan, pengelolaan pakan, kesehatan ternak, serta pemasaran hasil produksi telur.