(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

KEGIATAN PEMANTAUAN PRODUKSI, DISTRIBUSI DAN KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT PENDAMPINGAN AKSES PANGAN MASYARAKAT TINGKAT RUMAH TANGGA DAN PEMBINAAN LUPM

Admin distankan | 10 Maret 2026 | 21 kali

Bidang ketahanan pangan pada hari selasa 10 maret 2026 melakukan Kegiatan Pemantauan Produksi, Distribusi dan Konsumsi Pangan Masyarakat Pendampingan Akses Pangan Masyarakat Tingkat Rumah Tangga dan Pembinaan LUPM sebagai berikut :

1. Desa Petandakan

Desa Petandakan memiliki luas sawah ±103,90 ha dengan luas tanam sekitar 207,8 ha dan rata-rata hasil produksi padi sekitar 10 ton/ha. Di desa ini terdapat 3 subak, yaitu Subak Lawas, Subak Anyar, dan Subak Dangin Jalan. Khusus Subak Dangin Jalan hanya dapat melakukan 1 kali musim tanam karena keterbatasan ketersediaan air irigasi.

Selain padi, komoditas pertanian yang dihasilkan masyarakat antara lain kedelai, undis (gude), kacang panjang, tembakau, dan bunga gemitir. Penggilingan/penyosohan beras di desa ini dilakukan oleh Pak Cerana dan UD Selasti (Pak Slamat).

Desa Petandakan memiliki jumlah penduduk 2.772 jiwa dengan 845 KK, serta terdapat 88 orang penerima PKH. Sebagian masyarakat bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp120.000/hari. Beberapa keluarga juga menerima bantuan BLT sebesar Rp300.000 per bulan.

Hasil wawancara dengan masyarakat menunjukkan pola konsumsi beras relatif stabil.

Ibu Luh Kardilawati (4 anggota keluarga) mengonsumsi sekitar 1 kg beras per hari.

Komang Ari Aprilia (5 anggota keluarga) juga mengonsumsi sekitar 1 kg beras per hari.

Akses terhadap pangan relatif mudah karena jarak pasar kurang dari 5 km dari pemukiman warga.

Pada unit penggilingan UD Selasti, kegiatan yang dilakukan hanya berupa jasa penyosohan (pasuh). Kondisi operasional saat ini antara lain:

Stok gabah sekitar 5 ton

Rendemen penggilingan sekitar 60%

Upah jasa pasuh Rp1.000/kg atau sistem 10 kg beras : 1 kg jasa

Harga beras di tingkat penggilingan sekitar Rp350.000/25 kg (±Rp14.000/kg)

Varietas bibit yang digunakan antara lain Serang

Di bidang gizi masyarakat, Posyandu Desa Petandakan secara rutin setiap bulan memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita dan lansia sebagai upaya peningkatan status gizi masyarakat.

2. Desa Pegadungan

Di Desa Pegadungan terjadi alih fungsi sebagian lahan sawah menjadi perkebunan durian dan cengkeh. Meskipun demikian, sebagian petani masih melakukan budidaya padi dengan intensitas tanam 2 kali dalam setahun.

3. Desa Penglatan

Hasil wawancara dengan masyarakat menunjukkan kondisi konsumsi pangan rumah tangga sebagai berikut:

Pak Ketut Sudiasa (2 orang dalam keluarga) mengonsumsi sekitar ½ kg beras per hari, dengan sumber pembelian beras dari warung sekitar. Pekerjaan sehari-hari sebagai buruh serabutan.

Ibu Ketut Dartaning (5 anggota keluarga) mengonsumsi sekitar 1 kg beras per hari. Mata pencaharian sebagai pedagang keliling dengan penghasilan sekitar Rp2.000.000 per bulan.

4. Kondisi LUPM Kencana Mas

Kelembagaan LUPM Kencana Mas pada saat pemantauan belum melakukan pembelian gabah baru dari petani. Kondisi stok dan aktivitas usaha sebagai berikut:

Stok gabah sekitar 7 ton yang direncanakan digiling menjadi ±3,9 ton beras.

Stok beras saat ini nihil karena sebelumnya telah terjual sekitar 1,6 ton pada bulan Maret.

Harga beras yang dipasarkan sekitar Rp14.000/kg.

Salah satu pembeli tetap yaitu Toko Nengah dengan rencana pengambilan sekitar 1,5 ton beras.

Kesimpulan Singkat

Secara umum produksi padi di wilayah yang dipantau masih berjalan baik dengan dukungan keberadaan subak dan unit penggilingan lokal. Konsumsi beras rumah tangga berkisar 0,5–1 kg per hari per keluarga kecil. Akses pangan relatif mudah karena jarak pasar dekat. Namun demikian terdapat beberapa isu yang perlu diperhatikan, antara lain keterbatasan air pada sebagian subak, alih fungsi lahan pertanian, serta keterbatasan aktivitas pembelian gabah oleh LUPM yang dapat mempengaruhi stabilitas pemasaran hasil panen petani.