(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

DISTANKAN BULELENG DORONG PENGUATAN AKUAKULTUR BERKELANJUTAN DI PESISIR BALI UTARA

Admin distankan | 15 Mei 2026 | 13 kali

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng bersama Kepala Bidang Perikanan menerima audiensi tim peneliti dan pemberdayaan masyarakat dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, Fakultas Hukum Universitas Udayana serta BRIN terkait pengembangan program Akuakultur Berkelanjutan Berbasis Daya Dukung Ekosistem sebagai strategi penguatan ketahanan pangan pada kawasan pesisir Bali Utara, khususnya di kawasan Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Audiensi dilaksanakan di Kantor Distankan Buleleng dengan membahas pengembangan dan penguatan budidaya perikanan yang berkelanjutan. 

Program tersebut dirancang untuk memperkuat sistem akuakultur berbasis daya dukung ekosistem melalui integrasi aspek lingkungan, pembenihan, tata ruang pesisir hingga kebijakan daerah. Kegiatan utama yang dibahas meliputi daya dukung lingkungan, pembenihan berkelanjutan, penyusunan masterplan pesisir serta tata kelola dan implementasi kebijakan budidaya berkelanjutan.

Pada Work Package pertama, fokus diarahkan pada daya dukung lingkungan dan kualitas benih. Kegiatan ini mencakup penyusunan model kapasitas budidaya berbasis kualitas benih, pemetaan zonasi budidaya adaptif serta kajian lingkungan kawasan pesisir. Luaran yang ditargetkan berupa model daya dukung kawasan, peta zonasi budidaya adaptif dan publikasi ilmiah pada jurnal internasional Marine Pollution Bulletin.

Sementara itu Work Package kedua membahas sistem pembenihan dan kesehatan ikan maupun udang berkelanjutan. Tahapan kegiatan meliputi penguatan laboratorium dan karakterisasi benih, formulasi dan uji laboratorium hingga penerapan pada skala hatchery. Dari kegiatan ini ditargetkan lahir konsorsium probiotik teruji, indeks kualitas benih, SOP hatchery berbasis pengurangan antibiotik serta publikasi pada jurnal Aquaculture (Q1).

Pada Work Package ketiga, tim peneliti memaparkan rencana penyusunan masterplan perikanan dan wisata berkelanjutan kawasan Sumberkima. Kegiatan ini juga mencakup penyusunan peta zonasi terpadu berbasis daya dukung kawasan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan pengembangan kawasan pesisir yang selaras antara sektor perikanan, lingkungan dan pariwisata, dengan target publikasi jurnal Ocean and Coastal Management (Q1).

Sedangkan Work Package keempat difokuskan pada tata kelola dan implementasi kebijakan budidaya berkelanjutan. Luaran yang dihasilkan meliputi policy brief, SOP budidaya berkelanjutan dan roadmap implementasi kebijakan. Selain itu hasil kajian juga ditargetkan dapat dipublikasikan pada jurnal internasional Sustainability (Q1).

Dalam audiensi tersebut disampaikan juga akan terbik hak paten kekayaan intelektual teknologi hatchery (komposisi media prebiotic). Diharapkan agar program dapat segera direalisasikan sehingga manfaat bagi keberlanjutan sektor perikanan dapat segera dirasakan masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya melalui kolaborasi pemerintah daerah, akademisi dan masyarakat pesisir.

Ke depan, pengembangan program diharapkan tidak hanya terbatas pada kawasan Gerokgak maupun Sumberkima, namun dapat diperluas mencakup wilayah pesisir lainnya di Kabupaten Buleleng sehingga mampu menjadi model pengembangan akuakultur berkelanjutan berbasis ekosistem di Bali Utara.