(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Pokdakan Tirta Baru & Tirta Bhuana: Aktif Budidaya, Diversifikasi Usaha, dan Tantangan Produksi

Admin distankan | 08 Juni 2026 | 15 kali

Pelaksanaan pembinaan hari ini, Senin 8 Juni 2026, dilakukan di Pokdakan Tirta Baru dan Tirta Bhuana yang berlokasi di Di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng Bali. 

Pokdakan Tirta Baru merupakan kelompok yang aktif dalam melaksanakan kegiatan budidaya pembesaran ikan nila dan lele sebagai kegiatan utama, serta terkadang melakukan pembenihan ikan koi. Selain kegiatan budidaya, kelompok ini juga mengembangkan diversifikasi usaha melalui pembukaan kolam pancing, kolam renang, dan kolam terapi yang menggunakan ikan Nilem. Dari segi administrasi, kelompok dapat dikatakan cukup lengkap, namun perlu dilakukan pembaharuan karena dokumen yang dimiliki sudah lama tidak diperbarui mengingat kelompok ini sudah berdiri sejak tahun 2012. Jumlah anggota yang dimiliki kelompok hingga saat ini berjumlah 17 orang.

Dalam operasional budidaya, kelompok memperoleh benih ikan lele dari Gianyar sedangkan benih ikan nila berasal dari Bungkulan dan Tabanan. Kendala utama yang dialami kelompok adalah harga pakan yang tinggi sehingga memerlukan biaya produksi yang besar untuk memperolehnya. Selain itu, kelompok masih memiliki keterbatasan dalam menyediakan ikan nila dan lele dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi permintaan pasar, sehingga besar harapan kelompok dari adanya program KDMP tematik bioflok yang mampu meningkatkan kapasitas produksi ikan yang diperlukan oleh pasar.

Dari segi kesehatan ikan, ditemukan beberapa penyakit yang menyerang yaitu jamur pada benih ikan serta kumis putih pada ikan lele. Kelompok menggunakan obat alami berupa pemberian daun pepaya dan mengkudu untuk mengatasi serangan penyakit tersebut. Untuk penyakit borok yang terkadang menyerang ikan, kelompok mengatasinya dengan menggunakan campuran kunyit dan daun sirih. Untuk pemasaran, kelompok telah memiliki segmen tersendiri yang sudah jelas, sehingga kedepannya kelompok berharap bisa mendapatkan bantuan berupa bibit ikan dan pakan untuk mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan kapasitas produksi.

Pokdakan Tirta Bhuana juga dikategorikan sebagai kelompok yang aktif karena masih melakuakn kegiatan produksi. Secara administrasi, kelompok memerlukan pembaharuan terhadap dokumen-dokumen yang dimiliki mengingat kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2006 dengan jumlah anggota terbaru sebanyak 12 orang.

Fokus utama kelompok adalah pembenihan ikan koi.  Kelompok menghadapi kendala utama dalam pemasaran. Ikan koi yang dihasilkan kelompok cenderung tidak memiliki warna yang mencolok dan corak yang tidak teratur, sehingga daya tarik estetisnya rendah dan hanya mampu dipasarkan secara lokal dengan harga terbatas. Kondisi ini membuat kelompok kesulitan memperluas pasar ke segmen yang lebih tinggi. 

Selain kendala pemasaran, kelompok juga menghadapi masalah penyakit ulcer (borok) yang menyerang ikan koi. Penyakit ulcer merupakan infeksi bakteri yang umumnya disebabkan oleh Aeromonas hydrophyla, yang muncul dengan gejala awal berupa kemerahan pada permukaan tubuh ikan, kemudian berkembang menjadi luka borok yang berlubang dengan jaringan kulit mati di sekelilingnya. Penyakit ini sering menyerang ketika kualitas air buruk, kepadatan kolam tinggi, atau ada luka kecil yang terinfeksi bakteri.

Untuk mengatasi penyakit ulcer, disarankan kelompok untuk tetap menjaga kualitas air secara rutin dengan penggantian air 20-30% per minggu, memastikan aerasi cukup, dan mengurangi kepadatan ikan. Untuk pengobatan, dapat menggunakan antibiotik yang diberikan melalui pakan atau direndam dalam air selama 7-10 hari. Jika penyakit sudah parah dan daging membusuk sampai tulang, pengobatan harus lebih intensif dengan dosis antibiotik yang tepat dan perawatan luka secara rutin.