Gerokgak - Kamis, 20 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) sarana produksi (saprodi) untuk kawasan aneka cabai bantuan APBN di Desa Pejarakan.
- Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kabid TPH, P3B Distanakan, Tim Teknis Cabai Bidang TPH, serta Penelaah Teknis Kebijakan.
- Adapun bantuan saprodi yang disalurkan dalam program ini meliputi mulsa, benih cabai varietas Champion 22 Pro, pupuk P, dan pupuk KNO3 untuk mendukung keberhasilan produksi para petani setempat.
- ?Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, masing-masing Kelompok Tani Ternak (KTT) telah menerima saprodi dengan lengkap.
- KTT Tukad Salak mengelola lahan seluas 2 hektar dan memperoleh alokasi bantuan berupa 24 saset benih cabai rawit, 16 rol mulsa, 400 kg pupuk P, serta 38 kg pupuk KNO3, dengan alokasi ini, kelompok tersebut dijadwalkan akan memulai masa tanam paling awal pada bulan September.
- KTT Kerta Jaya yang mengelola lahan seluas 4,5 hektar menerima bantuan berupa 54 saset benih cabai rawit, 36 rol mulsa, 900 kg pupuk P, dan 86 kg pupuk KNO3 rencana tanam pada bulan oktober.
- KTT Maju Bersama dengan lahan 2,5 hektar yang mendapatkan 30 saset benih cabai rawit, 20 rol mulsa, 500 kg pupuk P, serta 48 kg pupuk KNO3, di mana kedua kelompok tani ini direncanakan memulai proses penanaman pada bulan Oktober.
- KTT Giri Mandala dengan luas lahan 1 hektar menerima rincian bantuan sebanyak 12 saset benih cabai rawit, 8 rol mulsa, 200 kg pupuk P, dan 19 kg pupuk KNO3, rencana penanaman pada bulan November.