(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

KEK-DA BANK INDONESIA: VERIFIKASI LAPANGAN USULAN BANTUAN MENYASAR 6 SUBAK KABUPATEN BULELENG

Admin distankan | 08 Juli 2026 | 46 kali

Setelah melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD), Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali melaksanakan verifikasi lapangan terhadap usulan bantuan sarana dan prasarana pertanian melalui Program Ketahanan Ekonomi Daerah (KEK-DA) Tahun 2026. Kegiatan verifikasi dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 7–8 Juli 2026, dengan mengunjungi enam subak yang telah melewati hasil kurasi Bank Indoensia dan Distankan Buleleng.

Tim verifikasi dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali terdiri atas Ibu Nia, Bapak Sastra, serta Bapak Aditya melakukan verifikasi lapangan atas usulan guna memastikan bahwa kelompok calon penerima bantuan telah memenuhi persyaratan administratif maupun teknis, sekaligus menilai kesesuaian antara kebutuhan kelompok dengan jenis bantuan yang diusulkan.

Sebelumnya, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng telah mengusulkan enam subak berdasarkan tingkat keaktifan kelembagaan, luas lahan garapan, potensi pengembangan komoditas unggulan, legalitas kelompok, serta kebutuhan riil terhadap mekanisasi pertanian. Bantuan yang diusulkan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, mempercepat proses budidaya dan panen, serta memperkuat produktivitas sektor pertanian.

Pada hari pertama, Senin (7/7/2026), tim melakukan verifikasi terhadap empat kelompok, yaitu Subak Lanyahan Pakisan, Desa Pakisan (Usulan Drone Sprayer); Subak Yangai, Desa Bungkulan (Usulan Drone Sprayer); Subak Lanyahan Jagaraga, Desa Jagaraga (Usulan Mini Combine Harvester); Subak Babakan Aungan, Desa Penglatan. Subak Lanyahan Pakisan Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan yang mengusulkan 1 unit Drone Pertanian (Drone Sprayer). Kelompok dengan luas lahan sekitar 80 hektare dan 182 anggota ini dikenal sebagai sentra pengembangan Cabai Rawit Pakisan, salah satu komoditas unggulan Kabupaten Buleleng. Verifikasi dilanjutkan ke Subak Yangai Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan dengan usulan 1 unit Drone Pertanian. Subak seluas 50 hektare yang beranggotakan 93 petani tersebut mengembangkan berbagai komoditas seperti padi, sayuran, bawang merah, serta Talas Kuning sebagai komoditas khas Buleleng.

Selanjutnya, tim mengunjungi Subak Lanyahan Jagaraga Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan yang mengusulkan 1 unit Mini Combine Harvester. Subak dengan luas lahan 60,65 hektare dan 107 anggota ini memiliki potensi besar karena didukung sumber air yang baik, keseragaman tanam dan panen serta dekat dengan Rice Milling Unit (RMU) Swela. Hari pertama ditutup dengan verifikasi di Subak Babakan Aungan, Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng yang mengusulkan 1 unit Mini Combine Harvester. Kelompok ini mengelola lahan seluas 31 hektare dengan 54 anggota serta telah memiliki offtaker yang menyerap hasil produksi, sehingga dinilai memiliki peluang pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Pada hari kedua, Selasa (8/7/2026), tim melanjutkan verifikasi ke Subak Gerokgak, Desa Gerokgak (Usulan Combine Harvester); Subak Banyumala, Desa Banyuasri (Usulan Traktor 6,5 PK dan 8,5 PK). Subak Gede Gerokgak, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak memiliki luas lahan mencapai 246 hektare dan 186 anggota tersebut mengusulkan bantuan 1 unit Combine Harvester. Kawasan ini memiliki potensi pertanian yang sangat besar karena berada di wilayah layanan bendungan, mengembangkan komoditas padi, bawang merah, anggur, semangka, dan melon. Selain itu, komoditas anggur yang dihasilkan telah menembus pasar ekspor, sementara budidaya padi oleh petani dinilai inovatif kmelalui pertanaman varietas baru dengan potensi hasil mencapai 8–9 ton per ha.

Verifikasi kemudian dilanjutkan ke Subak Banyumala, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng yang mengusulkan bantuan 2 unit Traktor Roda Dua (6,5 PK dan 8,5 PK) sebagai upaya mengatasi keterbatasan tenaga kerja pada lahan sawah seluas 32,54 hektare dengan 40 anggota. Keberadaan subak ini dinilai strategis karena berada di kawasan perkotaan Singaraja sehingga memiliki nilai penting dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian sekaligus mempertahankan fungsi kawasan hijau di tengah perkembangan wilayah perkotaan.

Dalam proses verifikasi, tim Bank Indonesia melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lahan, sistem budidaya, kesiapan kelembagaan kelompok, hingga efektivitas pemanfaatan bantuan apabila nantinya direalisasikan. Diskusi bersama pengurus subak dan anggota kelompok juga dilakukan untuk menggali kondisi riil di lapangan, termasuk kendala yang dihadapi petani seperti keterbatasan tenaga kerja, berkurangnya ketersediaan air irigasi, serangan organisme pengganggu tanaman, serta kebutuhan peningkatan efisiensi pada proses budidaya dan pascapanen.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng menjelaskan bahwa seluruh kelompok yang diusulkan merupakan kelompok tani aktif yang memiliki legalitas jelas, lahan produktif, serta potensi pengembangan komoditas unggulan yang mendukung ketahanan pangan daerah. Usulan bantuan mekanisasi pertanian juga telah disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menekan kehilangan hasil panen, mengurangi biaya produksi, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Melalui proses verifikasi lapangan ini, diharapkan usulan bantuan Program KEK-DA Bank Indonesia dapat segera memasuki tahapan selanjutnya sehingga bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani dapat direalisasikan. Dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan mekanisasi pertanian di Kabupaten Buleleng diharapkan mampu memperkuat produktivitas pertanian, meningkatkan efisiensi usaha tani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian yang berkelanjutan.