Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng pada hari Selasa 10 Maret 2026 melaksanakan kegiatan :
1. Di lahan Integrated Farming eks hutan kota, pembersihan batang jagung dan gulma di lahan jagung oleh PLO Bidang TPH. Pembersihan batang jagung setelah panen bertujuan mengelola sisa tanaman agar tidak mengganggu penanaman berikutnya dan meningkatkan kesehatan tanah, dengan membiarkannya terurai secara alami untuk menambah nutrisi. Pembersihan batang jagung setelah panen sangat penting untuk meningkatkan efisiensi lahan, kesehatan tanah, dan hasil panen berikutnya. Sisa batang dapat diolah menjadi pupuk organik (kompos) yang mengembalikan nutrisi ke tanah, serta memutus siklus hama/penyakit seperti busuk batang. Manfaat lain dengan meninggalkan sisa tanaman di lahan (tidak dibakar) adalah mengembalikan nutrisi penting ke dalam tanah dan menjaga kelembaban tanah.
2. Fasilitasi Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil di KWT Tulus Bakti, Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Penelaah Teknis Kebijakan, Pengawas Mutu Hasil Pertanian dan PLO Bidang TPH. Dalam kegiatan ini membahas mengenai proses pengolahan dan sumber bahan baku. Selain olahan sorgum (Pop Gum, Bantal Sorgum, Tepung Sorgum, Beras Sorgum, Gipang Sorgum dll), KWT juga memproduksi produk tambahan seperti olahan singkong (tepung mocaf, cacah ubi kayu dan tepung tapioka), olahan talas (keripik talas), bubuk kunyit, bubuk jahe merah, slice jahe. Bahan baku seperti sorgum, talas dan ubi kayu diperoleh dari anggota KWT dan petani setempat yang menanam tanaman tersebut. Harga yang dibeli dari petani yaitu :
• Harga sorgum dari petani : Rp.10.000/kg
• Ubi kayu : Rp. 4.000/kg
• Harga talas dari petani : Rp 3.000/kg.
- Berdasarkan informasi dari ketua KWT Tulus Bakti Komang Mariani untuk 10 kg talas mendapatkan 3 kg keripik talas. Ubi kayu seberat 11 kg menghasilkan tepung mocaf 2 kg dan tepung tapioka 800gr. Untuk produk Simplisia jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) adalah rimpang segar jahe merah yang dikeringkan melalui tahap sortasi, pencucian, perajangan (0,3-0,5 cm), pengeringan matahari dan oven. Metode pengeringan dengan oven, perlu pengaturan suhu agar tidak merusak mutu produk terutama dari segi nutrisi. Simplisia jahe merah diproduksi sesuai pesanan.
- Pada sesi diskusi disarankan : agar bantuan peralatan yang diterima KWT dicatat khusus/dilakukan inventarisasi peralatan yang diterima, nantinya lebih mudah mengetahui asal, jumlah dan kondisi peralatan.
- Anggota KWT mengusulkan pelatihan pembuatan produk olahan agar produk olahan KWT lebih beragam.
- Mengingat saat ini kondisi KWT belum memiliki khusus rumah produksi, KWT Tulus Bakti akan mengajukan proposal usulan bantuan rumah produksi/UPH (Unit Pengolahan Hasil) agar proses produksi dapat dilakukan lebih mudah dan lancar.
- Pertemuan ini diakhiri dengan kunjungan ke lahan pribadi peserta UKM yang menanam sorgum di Desa Sambangan, Kec. Sukasada.