Pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan sampling dan pemantauan budidaya ikan bandeng pada KJA Bunga Indah di Desa Sumberklampok.
Berdasarkan hasil sampling yang dilakukan, diperoleh data sebagai berikut:
1. Tebaran pertama menunjukkan bobot ikan berkisar antara 230–280 gram dengan rerata bobot sekitar 250 gram per ekor.
2. Tebaran kedua menunjukkan variasi bobot ikan berkisar antara 200–300 gram dengan rerata bobot sekitar 260 gram per ekor.
Selain kegiatan sampling, kelompok juga menyampaikan beberapa kondisi lapangan yang mempengaruhi kegiatan budidaya. Pada bulan April, lokasi KJA dilaporkan mengalami banjir lumpur atau masuknya suspensi dari daratan sebanyak kurang lebih 6 kali. Kondisi tersebut diduga turut mempengaruhi kualitas perairan dan performa pertumbuhan ikan.
Di samping itu, ditemukan adanya perlambatan pertumbuhan ikan yang diduga disebabkan oleh keterbatasan carrying capacity atau daya dukung lingkungan pada petak budidaya berukuran 4 x 4 x 4 meter, sehingga ruang gerak dan kondisi lingkungan budidaya kurang optimal untuk mendukung pertumbuhan ikan secara maksimal. Ikan bandeng juga memiliki karakteristik aktif dan terus berenang sehingga membutuhkan ruang gerak yang cukup luas agar pertumbuhan tetap optimal.
Kelompok juga melaporkan adanya beberapa gangguan dari aktivitas pemancing di sekitar area KJA. Sebagai langkah antisipasi, kelompok telah memasang tanda larangan naik dan memancing di area KJA guna menjaga keamanan sarana budidaya.
Berdasarkan hasil pemantauan dan sampling, disarankan agar kelompok segera mempertimbangkan pelaksanaan panen, mengingat pertumbuhan ikan mulai melambat yang berdampak pada meningkatnya nilai konversi pakan (FCR). Berdasarkan hasil sampling bulan sebelumnya, estimasi FCR masih berada pada kisaran 0,7, sedangkan saat ini diperkirakan telah mendekati angka 0,9, yang berarti membutuhkan sekitar 900 gram pakan untuk menghasilkan 1 kilogram biomassa ikan.
Sebagai alternatif, kelompok juga dapat mempertimbangkan pelaksanaan panen parsial guna mengurangi kepadatan ikan dalam petak budidaya. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang gerak yang lebih optimal sehingga pertumbuhan ikan dapat kembali meningkat sekaligus membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.
Alternatif lainnya, apabila kelompok memiliki petak KJA kosong, disarankan untuk melakukan pengurangan padat tebar dengan memindahkan sebagian ikan terutama pada petak tebar 1 dan tebar 2 ke petak kosong tersebut. Upaya ini diharapkan dapat memperbaiki ruang gerak ikan, meningkatkan kenyamanan lingkungan budidaya, serta membantu mempercepat pertumbuhan ikan.
Saat ini kelompok telah menghubungi calon pembeli dan sedang menunggu jadwal maupun kesiapan dari pihak pembeli untuk pelaksanaan panen total maupun panen parsial.