Panen sayur kembali dilakukan di Kebun SMP Negeri 1 Singaraja menjadi bukti nyata bahwa langkah konkret dari sekolah mampu memberi dampak besar bagi masa depan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng. Turut hadir dalam kesempatan ini Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI dalam Tim HDDAP yang berkesempatan berada di Buleleng turut ikut panen sebagai bentuk sinergi dalam membangun generasi yang cinta pertanian sejak dini.
Ini bukan sekadar panen…
Ini adalah proses belajar utuh: dari pembibitan, perawatan, hingga panen.
Sebuah pengalaman berharga yang membentuk karakter, kemandirian, dan kepedulian terhadap pangan.
Kepala Sekolah SMPN 1 Singaraja menyampaikan bahwa perjalanan budidaya tidak selalu mudah. Tantangan dalam budidaya sempat dihadapi, namun berkat pendampingan intens dari dua dinas serta dukungan orang tua siswa, tanaman kembali tumbuh dan terpelihara dengan baik.
Sementara itu, Kadisdikpora menyampaikan rasa bangga melihat siswa mampu belajar langsung bertani. Ini menjadi solusi nyata pertanian perkotaan sekaligus menanamkan nilai ketahanan pangan dimulai dari keluarga.
Kadistankan pun menegaskan, sebagai negara agraris, menumbuhkan minat generasi muda di sektor pertanian adalah kunci. Dari kebun sekolah inilah lahir bibit-bibit penjaga ketahanan pangan negeri. Mulailah dari menanam sebagai investasi karena tanpa menanam kita tidak akan pernah akan panen.
- Dari sekolah, untuk masa depan.
- Dari kebun kecil, untuk ketahanan pangan besar.
Harapannya, program ini terus berkembang, menginspirasi lebih banyak sekolah, dan menjadi gerakan bersama menuju kemandirian pangan.