Bidang Perikanan Laksanakan Pembinaan pada Pokdakan Widya Sari di Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu
Rabu, 8 Juli 2026, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Perikanan melaksanakan kegiatan pembinaan pada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Widya Sari di Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.
Pokdakan Widya Sari sebelumnya mengembangkan usaha budidaya ikan nila dengan sistem mina padi. Saat ini, kelompok melakukan budidaya ikan pada kolam beton berukuran 3 × 12 meter yang dibagi menjadi empat petak pemeliharaan sebagai alternatif usaha akibat terkendalanya kegiatan mina padi.
Dalam kegiatan pembinaan, kelompok menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi, antara lain ketersediaan sumber air dari saluran subak yang tidak menentu, kualitas air yang belum terjamin kebersihannya, serta serangan hama dan penyakit pada ikan budidaya. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, penyakit yang ditemukan diduga disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi kualitas air yang tidak stabil juga menyebabkan terjadinya kematian ikan.
Tim Bidang Perikanan turut melakukan pengukuran parameter kualitas air. Hasil pengukuran menunjukkan kadar oksigen terlarut (DO) sebesar 4,97 mg/L, suhu 24°C, dan pH 7,39. Berdasarkan hasil tersebut, kualitas air masih tergolong layak untuk kegiatan budidaya ikan. Nilai pH berada pada kisaran netral sehingga mendukung proses fisiologis ikan, suhu 24°C masih sesuai untuk budidaya ikan nila meskipun berada pada batas bawah kisaran optimal sehingga laju pertumbuhan dapat sedikit lebih lambat, sedangkan kadar oksigen terlarut mendekati 5 mg/L yang masih mampu mendukung kehidupan ikan. Meskipun demikian, kadar DO perlu dipertahankan atau ditingkatkan melalui pergantian air yang cukup dan pengelolaan padat tebar agar tidak mengalami penurunan, terutama pada malam hingga dini hari.
Selain itu, kelompok menyampaikan bahwa kegiatan mina padi saat ini belum dapat dilanjutkan karena keterbatasan pasokan air serta adanya serangan hama, seperti burung dan biawak yang memangsa ikan, serta yuyu yang merusak pematang sawah.
Sebagai tindak lanjut, Tim Bidang Perikanan memberikan vitamin dan probiotik EM4 untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap serangan penyakit. Tim juga memberikan saran agar kelompok melakukan pengendalian hama secara preventif melalui pemasangan jaring atau tali penghalau burung, penangkapan yuyu secara rutin, penguatan pematang sawah, serta pemasangan pagar sederhana pada jalur masuk biawak. Di samping itu, kelompok diimbau untuk menjaga kualitas air, melakukan pemantauan kesehatan ikan secara berkala, serta berkoordinasi dengan pengelola subak guna memperoleh pasokan air yang lebih stabil sehingga kegiatan budidaya mina padi dapat kembali dilaksanakan secara optimal.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan kapasitas pembudidaya semakin meningkat sehingga usaha budidaya ikan dapat berjalan lebih produktif, sehat, dan berkelanjutan.