Buleleng - Komitmen memperkuat kemandirian fiskal daerah terus diperkuat. Sekretaris Daerah memimpin langsung High Level Meeting Evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan I Tahun 2026 yang dibuka oleh Bupati Buleleng. Kegiatan ini digelar oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah di Kantor Bupati Buleleng pada Rabu (15/4).
Rapat strategis ini turut dihadiri lintas perangkat daerah, termasuk dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, drh. Luh Prima Diantari Wati, sebagai bentuk dukungan sektor riil dalam optimalisasi pendapatan daerah melalui sektor pertanian ketahanan pangan dan perikanan.
Dalam arahannya, Bupati Buleleng menegaskan bahwa PAD merupakan indikator penting dalam mengukur kemandirian daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret, inovatif, dan kolaboratif dari seluruh perangkat daerah untuk menggali potensi yang ada secara maksimal. Setda Buleleng juga secara langsung mengevaluasi PAD yang menjadi tanggung jawab setiap OPD. Sehingga setiap permasalahan yang terjadi dapat dilakukan pembahasan untuk pemecahan permasalahannya.
Berdasarkan paparan, realisasi PAD Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar 23,27 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal optimisme, namun tetap membutuhkan kerja keras untuk mencapai target secara optimal hingga akhir tahun.
Sektor pertanian, ketahanan pangan, perikanan memiliki potensi strategis dalam mendukung PAD, khususnya melalui retribusi layanan dan pemanfaatan aset daerah. Sehingga sinergi lintas sektor menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
Rapat ini juga menyoroti pentingnya digitalisasi sistem pembayaran, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, serta penegakan aturan terhadap wajib pajak dan retribusi guna meningkatkan kepatuhan dan transparansi.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimis mampu memperkuat struktur pendapatan daerah, sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dari evaluasi menuju aksi, dari potensi menuju realisasi.”