(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Gelar Lapangan Kajian Retribusi BBU Gerokgak, Distankan Buleleng Dampingi Akademisi Unipas dalam Upaya Optimalkan Potensi PAD Daerah

Admin distankan | 18 Mei 2026 | 15 kali

Gelar Lapangan Kajian Retribusi BBU Gerokgak, Distankan Buleleng Dampingi Akademisi Unipas dalam Upaya Optimalkan Potensi PAD Daerah

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng terus memperkuat langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan aset daerah melalui pendampingan kepada tim akademisi Universitas Panji Sakti Singaraja pada tahapan gelar lapangan kajian retribusi BBU Gerokgak. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penyusunan naskah akademik kajian potensi retribusi daerah yang bersumber dari pengelolaan aset Balai Benih Utama (BBU) Gerokgak guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng.

Sebagai diketahui, kegiatan gelar lapangan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Universitas Panji Sakti Singaraja dengan BRIDA Kabupaten Buleleng atas usulan dari Distankan Buleleng. Sebelumnya, koordinasi awal terkait penyusunan naskah akademik kajian retribusi BBU Gerokgak telah dilaksanakan pada 13 Mei 2026 lalu sebagai langkah awal penyamaan persepsi, penguatan data dukung, serta penentuan tahapan pelaksanaan kajian secara teknis dan akademis.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Distankan Buleleng yang terdiri dari JF AKPD, PMHP Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, POPT Kecamatan Gerokgak, serta tim aset-kreatif melakukan pendampingan langsung kepada tim Universitas Panji Sakti Singaraja yang hadir sebanyak empat orang. Tim akademisi tersebut terdiri dari Dekan Fakultas Pertanian dan Teknik, dosen pertanian, serta dosen ekonomi yang turun langsung melakukan penggalian data dan observasi lapangan di kawasan BBU Gerokgak.

Pelaksanaan gelar lapangan difokuskan pada identifikasi dan inventarisasi aset yang dikelola Distankan Buleleng di kawasan BBU Gerokgak. Tim melakukan pengumpulan data terkait jenis dan populasi tanaman budidaya, populasi ternak, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bangunan dan sarana pendukung lainnya yang menjadi bagian dari aset pengelolaan pemerintah daerah. Data tersebut kemudian disandingkan dengan kondisi riil lapangan serta hasil wawancara langsung dengan pengelola dan pihak terkait guna memperoleh gambaran aktual mengenai potensi pemanfaatan aset.

Selain sebagai tahapan teknis pengumpulan data, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam memetakan potensi usaha dan pengembangan ekonomi berbasis aset daerah. Dari hasil identifikasi lapangan tersebut nantinya akan dilakukan analisis terhadap berbagai segmentasi usaha yang memungkinkan untuk dikembangkan, baik dari sektor budidaya pertanian, peternakan, pemanfaatan alsintan, maupun optimalisasi sarana dan prasarana yang tersedia di kawasan BBU Gerokgak.

Kajian ini diharapkan mampu menghasilkan formulasi akademik yang komprehensif dalam mendukung kebijakan peningkatan retribusi daerah secara terukur dan berkelanjutan. Melalui pendekatan analisa usaha tani dan pengelolaan aset, potensi pemanfaatan BBU Gerokgak akan dipetakan secara lebih detail untuk mengetahui peluang peningkatan nilai ekonomi serta kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Buleleng.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan gelar lapangan tersebut, akan dilaksanakan rapat laporan pendahuluan kajian bersama Brida dan stakeholder terkait pada tanggal 20 Mei 2026. Dalam pembahasan awal tersebut direncanakan turut menghadirkan sejumlah pihak terkait seperti PD Pasar dan PD Swatantra termasuk Distankan dan Unipas guna menyamakan persepsi serta membahas konsep pengelolaan dan skema retribusi yang dapat diterapkan terhadap aset dan potensi usaha di BBU Gerokgak.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan stakeholder terkait, diharapkan penyusunan naskah akademik kajian retribusi BBU Gerokgak dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat, realistis, dan implementatif. Selain mendukung peningkatan PAD, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah, penguatan sektor pertanian dan peternakan, serta membuka peluang pengembangan usaha produktif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng.