Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng melalui Bidang Perikanan Sub Kegiatan Budidaya melaksanakan pembinaan kelembagaan dan pengelolaan kesehatan ikan pada Pokdakan Backyard Jaya dan Segara Yasa Musi, bertempat di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak. Kegiatan juga dirangkaikan dengan menghadiri pengukuhan Pokdakan Srikandi di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak.
Pembinaan meliputi kelengkapan administrasi dan kelembagaan kelompok, teknis budidaya, serta pengelolaan kesehatan ikan. Berdasarkan informasi kelompok, riwayat penyakit yang pernah terjadi pada kegiatan budidaya sebelumnya diduga berupa VNN dan vibriosis. Dalam pembinaan, disampaikan pentingnya penerapan biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit, antara lain dengan tidak membuang ikan yang sakit atau mati maupun air dari bak yang terindikasi penyakit secara langsung ke lingkungan atau laut. Bak yang terindikasi tertular penyakit juga perlu dilakukan isolasi dan tidak digunakan untuk perpindahan ikan, air, maupun peralatan ke bak lainnya sampai kondisi dinyatakan aman.
Kelompok juga berkonsultasi mengenai kultur plankton sebagai pakan alami. Disampaikan agar starter plankton diperbarui secara berkala untuk menjaga kualitas dan mempercepat pertumbuhan plankton, sehingga penggunaan pupuk untuk kultur plankton dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Dalam kegiatan pembinaan, kelompok menyampaikan beberapa kendala, salah satunya terkait kepastian pemanfaatan lahan. Masih terdapat praktik pemanfaatan lahan milik pihak lain untuk kegiatan budidaya nener yang hanya didasarkan pada kesepakatan secara lisan. Kondisi tersebut menyebabkan posisi pembudidaya menjadi kurang kuat apabila pemilik lahan sewaktu-waktu menjual atau mengalihkan lahan. Pembudidaya berpotensi mengalami kerugian atas investasi sarana budidaya, khususnya bak beton yang telah dibangun, sementara ganti rugi yang diterima dirasakan belum sepenuhnya sebanding dengan nilai investasi yang telah dikeluarkan. Pokdakan Srikandi juga menyampaikan kendala yang relatif sama terkait kepastian pemanfaatan lahan.
Ketiga kelompok menyampaikan harapan agar pada tahun berikutnya dukungan pupuk subsidi dapat lebih optimal, khususnya dari sisi kuota. Besaran kuota diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil pembudidaya nener serta kebutuhan pupuk pada setiap siklus budidaya.
Kelompok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng atas perhatian dan pendampingan yang diberikan, termasuk upaya memperjuangkan dukungan pupuk subsidi bagi sektor perikanan. Kelompok berharap perjuangan dan fasilitasi tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga kebutuhan pupuk pembudidaya dapat semakin terakomodasi dan usaha budidaya nener dapat berkembang secara berkelanjutan.