Audiensi antara BUMDesa Bondalem dan Pokmaswas membahas upaya pengelolaan perairan berbasis konservasi sekaligus pengembangan wisata bahari di wilayah Buleleng bagian timur. Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kelembagaan desa, dan kelompok masyarakat dalam mengelola potensi laut secara berkelanjutan.
Pokmaswas bersama BUMDesa melihat peluang besar dalam pengelolaan kawasan konservasi, khususnya di zona Pacung hingga Tembok yang telah ditetapkan sebagai wilayah konservasi dan tidak diperuntukkan bagi budidaya. Fokus diarahkan pada kegiatan pelestarian seperti budidaya koral, yang telah melibatkan pihak swasta di wilayah Tembok dan Les.
Selain itu, peningkatan kapasitas mitra seperti Pokmaswas, BUMDesa, dan kelompok nelayan menjadi prioritas, termasuk penguatan kelembagaan, kepastian regulasi perizinan, serta pendampingan teknis. Untuk wilayah laut 0–12 mil, koordinasi dilakukan dengan pemerintah provinsi, sementara pengelolaan perairan darat tetap bersinergi dengan pemerintah kabupaten.
Program pengelolaan laut dan konservasi, seperti pelaksanaan Indonesia Coral Reef Garden, kini mengandeng dan didukung oleh Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act diarahkan dalam konsep penataan kawasan “Hutan Laut (Coral)” Bali Utara bagian timur. Kegiatan ini dimulai dengan agenda sosialisasi bagi masyarakat pesisir dalam upaya penanganan sampah pencemar laut yang dijadwalkan mulai 29 April 2026.
Melalui langkah ini, diharapkan pengelolaan konservasi dapat berjalan optimal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pengembangan wisata bahari berbasis lingkungan.