(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Dari Durian Tamblang ke Bawang & Sayuran Daun Tambakan, HDDAP Buleleng Jadi Perhatian Pusat!

Admin distankan | 23 April 2026 | 8 kali

Kabupaten Buleleng kembali menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan sektor hortikultura. Hal ini terlihat dalam kegiatan Koordinasi Teknis Lanjutan Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) yang digelar pada Kamis, 23 April 2026.

HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas Project) merupakan program strategis dari Kementerian Pertanian RI yang difokuskan pada pengembangan komoditas hortikultura di wilayah lahan kering. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian melalui pendekatan berbasis kawasan (cluster), di mana satu wilayah difokuskan pada komoditas unggulan tertentu.

Di Kabupaten Buleleng, pengembangan HDDAP mencakup beberapa klaster komoditas utama, yaitu durian, manggis, bawang merah, serta berbagai jenis sayuran daun yang tersebar di enam kecamatan (Kubutambahan, Sukasada, Banjar, Seririt, Busungbiu dan Gerokgak). Pendekatan ini dilakukan untuk memperkuat diversifikasi produksi hortikultura sekaligus meningkatkan stabilitas dan keberlanjutan usaha tani di wilayah lahan kering.

Lebih dari sekadar peningkatan produksi, HDDAP juga mencakup intervensi teknis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pada sisi hulu, program ini mendorong perbaikan sistem budidaya, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan lahan dan air yang lebih efisien. Sementara pada sisi hilir, HDDAP mengarahkan pada penguatan penanganan pascapanen, pengolahan hasil (hilirisasi), peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar dan kemitraan usaha.

Kegiatan diawali dengan Rapat Koordinasi Teknis Lanjutan HDDAP Kabupaten Buleleng yang berlangsung dinamis dan penuh pembahasan strategis. Rapat ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program, mulai dari perencanaan kawasan hingga implementasi menyeluruh dari hulu ke hilir.

Tidak hanya berhenti di ruang rapat, perhatian serius juga ditunjukkan melalui kunjungan lapangan oleh Sekretaris Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI beserta rombongan. Lokasi pertama yang ditinjau adalah salah satu klaster durian unggulan HDDAP yang berada di lahan Kelompok Tani KTT Tirta Giri Suci, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan.

Pada lokasi ini, rombongan meninjau langsung kondisi pertanaman durian serta penerapan teknis budidaya di lahan kering yang menjadi bagian dari intervensi program HDDAP.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Tambakan, dengan meninjau dua klaster komoditas berbeda. Pada Kelompok Tani KTT Sari Mekar, rombongan melihat langsung pengembangan sayuran daun sebagai bagian dari diversifikasi komoditas hortikultura. Selanjutnya, pada Kelompok Tani KTT Lumbung Sari, dilakukan peninjauan terhadap budidaya bawang merah yang menjadi salah satu komoditas unggulan dalam program HDDAP.

Kunjungan ini menjadi momen penting untuk melihat langsung implementasi program di lapangan, sekaligus memastikan bahwa pendekatan klaster yang diterapkan dalam HDDAP berjalan optimal pada berbagai komoditas. Kabupaten Buleleng dinilai memiliki potensi besar sebagai sentra hortikultura di Bali, dengan komoditas durian, manggis, bawang merah, dan sayuran daun sebagai penggerak utama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI beserta jajaran, Penanggung Jawab Kegiatan HDDAP di Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng.

Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi HDDAP di Kabupaten Buleleng semakin kuat, terarah, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.