Aksi nyata pelestarian lingkungan di kawasan Danau Tamblingan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam dan sumber daya kehidupan bagi generasi mendatang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Buleleng, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, jajaran Forkopimda, Kepala BKSDA Bali, para pimpinan OPD, termasuk Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng beserta staf, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan.
Rangkaian kegiatan meliputi penanaman 300 pohon beringin, aksi bersih-bersih kawasan Danau Tamblingan, penyerahan bibit durian kepada Pemerintah Desa Munduk, serta pemberian simbolis Burung Jalak Bali oleh BKSDA Bali sebagai wujud pelestarian keanekaragaman hayati.
Semangat yang diusung sejalan dengan pesan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bahwa menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dari kawasan hulu inilah kehidupan dimulai. Hutan yang terjaga akan menjadi benteng penyimpan air, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menopang keberlanjutan pembangunan daerah.
Bagi sektor pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan, kawasan hulu seperti Danau Tamblingan memiliki peran yang sangat vital. Kelestarian hutan di sekitar danau menjadi sumber cadangan air yang mendukung irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan pangan, serta menopang keberlangsungan sektor perikanan dan kebutuhan air masyarakat Kabupaten Buleleng.
Karena menjaga hutan bukan sekadar menanam pohon, tetapi menjaga sumber kehidupan. Menjaga kawasan hulu berarti menjaga ketahanan pangan, menjaga ketersediaan air, dan menjaga masa depan Buleleng.
300 Pohon Beringin Ditanam
Aksi Bersih Lingkungan Danau Tamblingan
Penyerahan Bibit Durian untuk Desa Munduk
Dukungan Pelestarian Burung Jalak Bali