Hari ini, 28 April 2026 Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan "Bidang Perkebunan" , mendapatkan kunjungan dari Sekretariat Jenderal dan unit analisis kebijakan di Kementerian ( Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP)
PSEKP berfungsi sebagai unit yang menyelenggarakan penelitian dan analisis kebijakan sosial-ekonomi pertanian, termasuk menerbitkan jurnal ilmiah "Analisis Kebijakan Pertanian".
Dimana PSEKP ini, Fokus pada perumusan rekomendasi kebijakan, pengkajian dampak sosial-ekonomi, dan penyusunan strategi kebijakan pertanian yang dinamis, kaitanya dengan permintaan pertemuan dengan CV PUSAKA BALI PERSADA (Kopi Banyuatis) ini tidak lain untuk sebagai bahan kajian/pembelajaran yang berkompeten di dunia Pertanian Khususnya dengan mengangkat komoditi "kopi" sebagai landing sektoral ekonomi yang mumpuni hingga masih bertahan hingga kurang lebih 66 tahun dari generasi ke generasi.
Adapun beberapa informasi mengenai produksi kopi, baik dari suplayer, pengolahan,dan teknik pemasaran secara 'umum' yang bisa dirangkum dari GM marketing pemasaran dan Kepala Pabrik, adalah sebagai berikut :
a. CV Pusaka Bali Persada (Kopi banyuatis), masih eksis sampai saat ini (66 tahun) ,pada dasarnya sangat menerima semua masukan,saran dan edukasi dari pemerintah dan subsektor terkait seperti instansi pusat secara menyeluruh, bahkan akan menjalankan program ekowisata di Pabrik tersebut, sebagai salah satu pengenalan ragam jenis kopi, kualitas Biji kopi, jenis pengolahan dan hingga siap dihidangkan dengan berbagai aroma.
b. Sumber bahan baku secara skala kecil, ada di perkebunan yang dimiliki kluarga yang berada di daerah ideran banyuatis dan beberapa di Desa munduk dengan kapasitas produksi hanya 10 ton/tahun dari kebun tersebut.
c. Untuk kapasitas gudang pabrik ini bisa memproduksi 30 -40 ton/bulan (sudah dalam bentuk kopi serbuk)
d. Selain dari kebun kepemilikan , terkadang suplayer Selebihnya dari seputaran pupuan kayuputih, sepang dan sekitarnya (termasuk dari luar bali ada dari lampung barat , dan kerinci yang sekiranya mempunyai karakter mirip dengan kopi bali)
e. Arabika gobleg merupakan bahan baku utama produk yang menjadi kemasan premium.(Kopi bali)
f. Robusta sepang,pucaksari dan sekitarnya (petik merah dengan olah alami) juga menjadi sasaran dalam kemasan premium
A. Produk 80% robusta diluar gred dari pabrik diperuntukan 5-10% untuk blend /mix.
Sistem kemitraan lepas juga diterapkan diantaranya jual beli dengan suplayer kecil dan besar, dimana yang utama adalah suplayer : 1 tunas cita harapan. Dan beberapa suplayer kecil di daerah pemasok kopi tersebut.
Dengan teknik dan sirkulasi yang bagus kopi bean bisa disimpan hingga 8 tahun (semakin lama kopi di simpan, maka kadar cafein akan berkurang dan citarasa bertambah).
Kata kunci keberhasilan aroma dan kualitas Tungku dan bahan bakar tradisional produk premium dari kayu kopi dan cengkeh dan Yang diolah/digunakan kayu bakar hampir 80% dari seluruh produksinya.
Pemasaran lokal bali dan luar bali via sosmed, Offline distributor, online market dikital (shope,tiktok dll), dominasi offline masih lebih tinggi, ketimbang online 1-2%/ bulan , market e-mart (alfa-indomaret, pusat oleh-oleh seluruh bali, krisna diluar bali). Pasar offline 98% masih lebih di andalakan.
Kendala dan Gangguan tetap di harga pasar yang fluktuatif karena, barometer kopi dunia seperti kopi brasil dan vietnam, untuk tahun ini pengiriman dari indonesia ke luar tidak bisa begitu efektif (karna efek "selat" gangguan internasional) , sedangkan kopi brasil saat ini suplai masih jalan, dan menjadi referensi, indikator harga kopi di indonesia.
Harga per tanggal 28 April 2026 Robusta (Asalan) di 55 rb-60rb/kg, merah 70-75rb/kg, difeck hingga 10% , Arabika diharga 115rb/kg (asalan) natural yang sudah di sortir. Natural petik merah Arabika hingga 180/kg. Sedangkan Yg dipakai produksi pabrik hanya natural, pasok bahan baku sudah diterima di Gudang Pabrik. (Minim resiko).
Skema pemasaran, ofline Pabrik hanya menghantarkan ke distributor tidak mengantarkan ke outlet, dan pemasaran online diatur langsung managemen distributor.
Standar umum yang bisa di terapkan dari pabrik ke suplayer, kadar air maksimum.15% rata2 di 13-14% , gred biji utuh 80% dari keseluruhan, sampah residu maksimum 1% , splayer membawa langsung sampel pabrik, sampel di rousting sampai menemukan rasa yg sesuai standar pabrik.
Limbah dari pabrik masih minim, dalam bentuk air limbah pencucian mesin dan arang yg masih bisa dimanfaatkan.
Demikian yang bisa disampaikan dalam pendampingan kunjungan ke CV. BALI PERASADA (Kopi Banyuatis).