(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

RAPAT IDENTIFIKASI DAN KOORDINASI DENGAN LEMBAGA KEUANGAN KEGIATAN HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas Project)

Admin distankan | 07 Mei 2026 | 86 kali

Kamis 7 Mei 2026 melaksanakan kegiatan :

RAPAT IDENTIFIKASI DAN KOORDINASI DENGAN LEMBAGA KEUANGAN KEGIATAN HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas Project)

- Dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung pelaksanaan program HDDAP di Kabupaten Buleleng.

- Dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, OJK, perbankan (BPD Bali, BRI BO Singaraja) koperasi tani side ayu, konsultan DIT, Fasilitator dan tim DPIU, pendamping program HDDAP.

- Sambutan selamat datang oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng,  yang menyatakan bahwa seluruh komoditas hortikultura dapat dikembangkan di wilayah Buleleng karena didukung kondisi lahan dan iklim yang sesuai.

- disampaikan juga bahwa lokasi klaster HDDAP yang berada di Kabupaten Buleleng, tersebar 6 Kecamatan dengan pengembangan 4 kluster : Durian, Manggis, Sayuran Daun dan Bawang Merah

- Sambutan  Direktur Pembiayaan Ditjen PSP terkait kredit alat dan mesin pertanian (alsintan) di Bali.

- Melalui Inpres No. 3 Tahun 2025, bahwa tenaga penyuluh ditarik ke pusat guna meringankan beban pemerintah daerah. 

- Bahwa mekanisme pengajuan CPCL sesuai Permentan Nomor 2 Tahun 2026, dimana percepatan penyaluran anggaran sangat bergantung pada kesiapan CPCL. Oleh karena itu diperlukan koordinasi yang baik antara penyuluh dan dinas terkait sebelum dilakukan validasi oleh BBRMP.

- Dalam pelaksanaan HDDAP, beberapa wilayah masih menghadapi kendala terkait literasi keuangan sehingga hal tersebut menjadi perhatian bersama.

- Kabupaten Buleleng telah mengusulkan CPCL sekitar 900 hektar yang tersebar pada empat klaster HDDAP. Dalam proyek HDDAP, peran Direktorat juga diharapkan dapat memperkuat aspek literasi keuangan bagi petani dan kelompok tani.

- Sambutan yang disampaikaan oleh OJK menegaskan bahwa pengembangan ekonomi daerah perlu berfokus pada komoditas unggulan masing-masing wilayah. Program HDDAP dinilai sejalan dengan program OJK karena bertujuan meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi petani.

- Bank BPD menyampaikan berbagai skema pembiayaan, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk modal kerja dan investasi, termasuk pembelian alat dan mesin pertanian. 

- Suku bunga KUR ditetapkan sebesar 6 persen per tahun, sedangkan pembiayaan alsintan dikenakan bunga sebesar 3 persen. S pembiayaan juga mencakup biaya asuransi dan pengikatan. Disampaikan pula bahwa penyaluran KUR sektor pertanian saat ini masih didominasi subsektor perkebunan dengan kisaran 50–80 persen.

- BRI menyampaikan dukungan pembiayaan melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP). Khusus sektor pertanian, alokasi KUR mencapai 40 persen. Selain dukungan pembiayaan, BRI juga memiliki program Desa BRILiaN yang bertujuan mendukung promosi dan pemasaran desa-desa di wilayah Kabupaten Buleleng.

- Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi _Financial Literacy Education_ (FLE) HDDAP oleh tim PMC HDDAP.

- Dalam materi disampaikan bahwa _Financial Literacy Education_ (FLE) merupakan proses pendidikan dan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta praktik pengelolaan keuangan, meliputi pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, pembiayaan, dan risiko. 

- Program ini bertujuan mendukung kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani sekaligus keberlanjutan usaha hortikultura secara berkelanjutan.