Senin, 2 Februari 2026, Dalam rangka mendukung pemanfaatan lahan pertanian, telah dilaksanakan kegiatan pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) hayati KHOSBAN di lahan BBU Tangguwisia. POC hayati ini merupakan pupuk organik cair berbasis mikroorganisme dan senyawa biologis aktif yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. POC hayati seperti KHOSBAN diaplikasikan dengan cara :
- Campurkan cairan pupuk organik cair dengan dosis 10 ml ke dalam 1 liter air bersih
- Aduk merata sebelum dimasukkan ke tangki sprayer
- Semprotkan ke permukaan tanah hingga lembab
- lakukan penyemprotan 7 hari sekali, rutin sampai pembuahan merata
- Lakukan penyemprotan di pagi hari dari jam 06.00 – 09.30
POC hayati seperti KHOSBAN mengandung berbagai komponen penting, antara lain mikroba bermanfaat Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara, memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aktivitas biologis tanah, menyeimbangkan pH tanah, mengurai kandungan kimia sintetis yang ada di dalam tanah, serta membantu menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman. Selain itu, POC ini juga mengandung enzim dan asam amino seperti Leusin, Lisin, Metionin, Treonin, dan Glisin yang berfungsi mendukung pembentukan protein, merangsang pertumbuhan jaringan tanaman, serta membantu tanaman pulih dari stres lingkungan.
Di samping itu, POC hayati seperti KHOSBAN diperkaya dengan zat pengatur tumbuh alami, yaitu Auksin, Giberelin, dan Sitokinin. Auksin berperan dalam merangsang pertumbuhan akar, giberelin membantu pertumbuhan batang serta pembungaan, sedangkan sitokinin merangsang pembelahan sel dan pertumbuhan tunas. Kombinasi kandungan tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman secara seimbang.
Secara umum, kegiatan pengaplikasian POC hayati seperti KHOSBAN di lahan BBU Tangguwisia telah berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Penggunaan POC hayati ini diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman, serta hasil produksi padi menjadi lebih optimal.