(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

PENGAMATAN OPT, BERUPA BAWANG MERAH VARIETAS BATU IJO

Admin distankan | 20 Agustus 2026 | 19 kali

Gerokgak - Pada Kamis, 20 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan pengamatan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman bawang merah di lahan milik Bapak Sila Adiyana, Ketua Kelompok Tani Bali Barat, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Kegiatan ini diikuti oleh POPT Ahli Pertama dan Penata Layanan Operasional. Pengamatan dilakukan pada lahan seluas 0,60 hektar. Bapak Sila Adiyana mulai membudidayakan tanaman bawang merah sejak tahun 2025, setelah sebelumnya beralih dari komoditas anggur hitam lokal.

Tanaman bawang merah yang dibudidayakan merupakan varietas Batu Ijo dari Probolinggo dengan umur tanaman 28 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan 12 tanaman yang menunjukkan gejala serangan ulat grayak. Gejala yang terlihat berupa munculnya bercak putih transparan pada daun dan ujung daun berlubang. Selain itu, ditemukan 10 tanaman yang menunjukkan gejala penyakit moler atau layu Fusarium. Tanaman yang terserang terlihat mengalami daun menguning dan layu, daun melengkung atau terpilin (moler), serta tanaman tampak terkulai.

Hasil pemantauan pada lampu perangkap juga ditemukan 13 imago ulat grayak. Temuan tersebut menunjukkan adanya keberadaan populasi hama ulat grayak di sekitar pertanaman, sehingga pemantauan secara rutin menggunakan lampu perangkap perlu terus dilakukan sebagai salah satu upaya deteksi dini keberadaan dan perkembangan populasi hama.

Dalam upaya pengendalian OPT, petani telah melakukan penyemprotan dua hari sebelum pengamatan menggunakan insektisida dengan bahan aktif emamektin benzoat untuk mengendalikan hama ulat grayak dan fungisida berbahan aktif difenokonazol untuk pengendalian penyakit moler. Pada kesempatan kali ini, petani juga diberikan arahan untuk melakukan eradikasi atau pencabutan dan pemusnahan terhadap beberapa tanaman yang menunjukkan gejala penyakit moler atau layu Fusarium. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengurangi sumber inokulum dan mencegah penyebaran penyakit ke tanaman sehat di sekitarnya.

Berdasarkan informasi dari petani, hasil panen bawang merah sebelumnya yang dilakukan pada bulan Juni 2026 mencapai 17,49 ton. Untuk pertanaman saat ini, panen direncanakan setelah tanaman mencapai umur sekitar 60 hari setelah tanam, dengan tetap memperhatikan kondisi pertumbuhan dan tingkat kematangan tanaman.

Kegiatan pengamatan ini diharapkan dapat membantu petani dalam melakukan pemantauan OPT secara rutin serta menerapkan tindakan pengendalian secara tepat, sehingga pertumbuhan tanaman bawang merah dapat berlangsung optimal dan potensi hasil panen dapat dipertahankan.