(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

RUTIN DILAKUKAN PEMANTAUAN TERHADAP KESEHATAN PADI INPARI 32, MENUNJUKAN VIGOR YANG BAIK

Admin distankan | 21 Agustus 2026 | 12 kali

Busungbiu - Jumat, 21 Agustus 2026 dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan budidaya tanaman padi di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Busungbiu, telah dilaksanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada persemaian padi varietas Inpari 32 serta pengendalian gulma kayu apu di lahan BPP Busungbiu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Busungbiu, Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Tenaga Harian Lepas (THL) selaku penggarap lahan BPP Busungbiu.

Pada saat kegiatan, persemaian padi varietas Inpari 32 telah berumur 11 hari setelah semai (HSS) dan dipersiapkan untuk ditanam pada lahan seluas 0,40 hektare. Pemantauan dilakukan tidak hanya terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit, tetapi juga terhadap kondisi kesehatan tanaman serta keberadaan dan perkembangan OPT yang berpotensi mengganggu pertumbuhan bibit selama berada di persemaian.

Berdasarkan hasil pemantauan, benih padi Inpari 32 menunjukkan vigor yang baik, ditandai dengan perkecambahan yang relatif seragam dan pertumbuhan bibit yang sehat. Pengamatan juga dilakukan terhadap kondisi visual tanaman untuk mendeteksi secara dini adanya gejala serangan hama maupun penyakit. Pemantauan OPT secara berkala menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian sejak dini, sehingga apabila ditemukan indikasi serangan dapat segera dilakukan tindakan pengendalian yang tepat.

Selain pemantauan persemaian, tim juga melaksanakan pengendalian gulma kayu apu yang terdapat pada area lahan BPP Busungbiu. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menekan keberadaan gulma yang berpotensi mengganggu pengelolaan lahan serta menjadi pesaing tanaman dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya, dan ruang tumbuh.

Persemaian padi Inpari 32 selanjutnya akan terus dilakukan pemeliharaan dan pemantauan, baik terhadap pertumbuhan maupun perkembangan OPT, hingga mencapai kondisi yang optimal untuk dipindahkan ke lahan utama. Penanaman direncanakan dilaksanakan pada 2 September 2026 pada lahan seluas 0,40 hektare.

Melalui kegiatan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan tanaman dan perkembangan OPT serta pengendalian gulma sejak dini, diharapkan persemaian padi Inpari 32 dapat tumbuh sehat, kuat, dan seragam. Dengan demikian, bibit diharapkan siap ditanam sesuai jadwal dan mendukung keberhasilan budidaya padi di lahan BPP Busungbiu.