Pada hari Rabu 11 Maret 2026 Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan kegiatan pendampingan Tim Identifikasi Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI terkait dengan rencana kegiatan pengembangan bawang putih di Kab. Buleleng
1. Indonesia menargetkan swasembada bawang putih dalam 3-5 tahun ke depan (menuju 2029) untuk menghentikan ketergantungan impor, dengan NTB (Sembalun) sebagai pilar utama. Fokus utamanya adalah meningkatkan produksi hingga 20-38 ton/hektar dan perluasan lahan hingga 100.000 hektar, serta memperkuat produksi benih lokal berkualitas
2. Kabid TPH beserta staf, Penyuluh Pertanian Wilbin Pakisan dan Gobleg, POPT Kecamatan Kubutambahan, mendampingi kegiatan identifikasi ini melalui tahapan wawancara dengan calon petani di calon lokasi yang diusulkan. Kegiatan hari ini untuk mendukung kegiatan swasembada bawang putih di Indonesia.
3. Kegiatan identifikasi ini sudah berjalan di 4 Provinsi : NTB, JATENG, JATIM dan SUMUT dengan luasan 1.300 ha.
4. Pada kegiatan ini Provinsi Bali mendapatkan luasan 2.500 ha (tersebar di 6 Kab : Buleleng, Bangli, Karangasem, Gianyar, Badung dan Tabanan).
5. Untuk Kabupaten Buleleng mengusulkan Subak Lanyahan, Desa Pakisan, seluas 30 ha dan KTT Pacung Sari, Desa Tambakan, Kec. Kubutambahan (seluas 10 ha) jadwal tanam Juni serta Gapoktan Kerta Jati, Desa Gobleg, Kec. Banjar seluas 0,55 ha jadwal tanam April - Mei. Adapun bantuan yang akan didapatkan yaitu benih, pupuk (ZA, KcL, SP36), mulsa plastik, pestisida.
5. Pada identifikasi ini petani juga menyampaikan sangat antusias untuk mensukseskan program swasembada bawang putih ini. Petani memberi masukan agar nantinya ada offtaker untuk menyerap hasil produksi petani dengan harga yang sesuai.
6. Hasil dari identifikasi ini akan disampaikan dan dibahas di Ditjen Hortikultura Kementan RI