Pada Hari Selasa, 8 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) tanaman bawang putih dan durian serta peninjauan rencana lokasi klaster Durian HDDAP di Kecamatan Kubutambahan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkembangan tanaman di lapangan, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani, serta memastikan kesiapan lokasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pengembangan klaster Durian HDDAP.
Kegiatan diikuti oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, PMHP Ahli Muda, POPT Ahli Pertama, Penata Layanan Operasional, serta THL HDDAP.
Kegiatan diawali dengan monitoring dan evaluasi tanaman bawang putih di KTT Lumbung Sari, Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan. Pertanaman bawang putih yang dimonitor merupakan bantuan dari APBD Provinsi Bali yang dilaksanakan secara swakelola bersama Universitas Udayana (UNUD). Monev dilaksanakan pada beberapa lokasi lahan milik anggota kelompok.
Kunjungan pertama dilakukan pada lahan anggota kelompok dengan luas 10 are dan umur tanaman sekitar 95 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tanaman bawang putih terlihat mengalami kekurangan air. Kondisi tersebut menyebabkan tanaman memprioritaskan ketersediaan air untuk pembentukan dan pengisian umbi, sehingga terlihat gejala berupa ujung daun yang mulai mengering. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pemeliharaan tanaman, terutama terkait ketersediaan air sampai tanaman memasuki masa panen.
Selanjutnya dilakukan kunjungan ke lahan anggota kelompok seluas 20 are yang direncanakan akan ditanami bawang putih. Lahan tersebut sebelumnya digunakan untuk budidaya tanaman kubis. Tim juga melakukan kunjungan ke lahan milik ketua kelompok yang beberapa hari sebelumnya telah ditanami bawang putih seluas 40 are. Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman pada lahan tersebut masih dalam tahap awal pertumbuhan dan belum menunjukkan kemunculan tunas.
Secara keseluruhan, luas pertanaman bawang putih pada KTT Lumbung Sari mencapai 1,65 hektar sebagai bagian dari bantuan APBD Provinsi Bali melalui pola swakelola bersama UNUD. Selain pertanaman yang telah ada, kelompok juga merencanakan penanaman bawang putih berikutnya pada 9 September 2026. Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kesiapan lahan, ketersediaan air, serta pemeliharaan tanaman agar pertumbuhan dan produksi bawang putih dapat berjalan optimal.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi tanaman durian di KTT Tirta Giri Suci, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Monev dilaksanakan pada lahan milik ketua kelompok dengan luas 58 are, yang ditanami tanaman durian dengan kisaran umur 5–15 tahun. Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman durian secara umum dalam kondisi sedang berbunga.
Dalam kegiatan monitoring tersebut ditemukan sebanyak 7 pohon tanaman durian yang mengalami gejala kanker batang. Sebagai langkah pengendalian, tanaman yang belum menunjukkan gejala serangan telah dilakukan penyemprotan menggunakan Trichoderma cair sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Sementara itu, pada tanaman yang telah terserang kanker batang telah dilakukan aplikasi bubur bordo pada bagian batang tanaman.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan informasi terkait rencana pelaksanaan kegiatan HDDAP Klaster Durian. Penyaluran bibit durian direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026. Untuk KTT Tirta Giri Suci, usulan pengembangan klaster durian mencapai 15,24 hektar, dengan varietas yang diusulkan yaitu Kane. Berdasarkan usulan tersebut, jumlah bibit yang direncanakan diterima sebanyak 1.676 bibit.
Selain itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura menyampaikan informasi mengenai rencana pelaksanaan Kontes Durian yang akan diselenggarakan pada bulan November 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta pengembangan potensi durian di wilayah Kabupaten Buleleng.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring dan evaluasi berjalan dengan baik. Hasil kegiatan menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi pertanaman bawang putih dan durian di lapangan sekaligus sebagai langkah persiapan dalam mendukung pelaksanaan HDDAP Klaster Durian, serta kesiapan petani dalam menerima dan mengembangkan bibit durian yang akan disalurkan.