4. Pengamatan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman padi di Subak Diwang dan Subak Pemuhunan. Kegiatan ini dilakukan oleh Koordinator POPT Kabupaten Buleleng bersama POPT Kecamatan Buleleng, PPL wilayah binaan Alasangker, serta petugas data Kecamatan Buleleng.
- Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, diperoleh hasil sebagai berikut : Di Subak Pemuhunan, kondisi tanaman padi yang berumur 70 hari setelah tanam (HST) ditemukan terserang OPT tikus. Gejala serangan ditandai dengan adanya lubang aktif tikus serta tanaman padi yang terpotong pada bagian tengah, dengan tingkat kerusakan yang meluas. Luas serangan tercatat sekitar 12 are dari total luas lahan 60 are milik Nengah Sukrawa.
- Sementara di Subak Diwang, tanaman padi yang berumur 65 HST teridentifikasi terserang OPT penggerek batang. Gejala yang ditemukan berupa malai yang muncul berwarna putih keabuan dan tetap berdiri tegak karena bobotnya ringan dan didalamnya berisi larva penggerek batang. Selain itu, gabah tidak terisi atau kosong akibat terputusnya saluran nutrisi menuju bulir. Malai yang terserang juga sangat mudah ditarik keluar dari pelepah. Luas serangan di lokasi ini mencapai 20 are dari total luas lahan 80 are milik Nengah Some Widiasa.
- Sebagai tindak lanjut pengendalian di Subak Pemuhunan, telah dilakukan upaya pengendalian OPT tikus bersama petugas terkait dengan menggunakan rodentisida melalui metode fumigasi pengasapan berbahan aktif belerang. Proses fumigasi dilakukan dengan cara membakar rodentisida, kemudian memasukkannya ke dalam lubang aktif tikus. Setelah itu, lubang ditutup dengan tanah agar asap tidak keluar, sehingga tikus yang berada di dalam lubang dapat terpapar asap dan mati.
- Kegiatan pengamatan dan pengendalian ini diharapkan dapat menekan tingkat serangan OPT serta menjaga produktivitas tanaman padi di wilayah tersebut.