Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan kegiatan :
1. Pengambilan Ubinan Padi dan Pengawasan Mutu Gabah Kering Panen (GKP) di Subak Buka, Desa Gerokgak oleh POPT Kec. Gerokgak, Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), Penata Layanan Operasional, Petugas Data Kecamatan Gerokgak bersama Penyuluh Pertanian Lapangan Kementerian Pertanian dan Babinsa Desa Gerokgak
- Pengambilan ubinan dan pengawasan mutu gabah kering panen (GKP) di tingkat petani merupakan kegiatan penting dalam rangka memperoleh data produktivitas yang akurat sekaligus memastikan kualitas hasil panen sesuai standar. Ubinan dilakukan untuk mengukur potensi hasil secara objektif di lapangan, sehingga dapat menjadi dasar dalam evaluasi kinerja budidaya, perencanaan produksi, serta penyusunan kebijakan pertanian.
- Pengawasan mutu GKP bertujuan untuk menilai kadar air, persentase tingkat kotoran, gabah hijau dan kondisi gabah agar memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Kegiatan ini juga membantu petani memahami praktik panen dan pascapanen yang baik guna meminimalkan kehilangan hasil serta meningkatkan nilai jual gabah dan kualitas beras.
- Data hasil ubinan dan pengawasan mutu adalah sebagai berikut :
Lokasi : Subak Buka
Nama Petani Penggarap : Ketut Kondra
Luas lahan : 0,50 Ha
Umur panen : 95 Hst
Jenis varietas : Ciherang (non Banpem)
Jumlah rumpun : 128
Rata-rata Jumlah anakan : 25
Rata-rata Jumlah bulir per malai : 169
Berat ubinan : 5,13 kg
Produktivitas :
Gabah Kering Panen (GKP) : 82,08 kw/ha
Gabah Kering Giling (GKG) : 69,41 kw/ha
Beras : 43,46 kw/ha
Kadar air gabah kering panen : 22,8%
- Pelaksanaan ubinan dan pengawasan mutu secara konsisten di tingkat petani menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan produktivitas dan mutu hasil pertanian secara berkelanjutan.
2. Verifikasi Kegiatan Gerakan Tanam Cabai di lokasi :
- Subak Anyar Pengelatan, Kec. Buleleng (a). Dari hasil pemantauan lokasi, lahan memiliki progres yang paling cepat dan siap untuk segera memulai siklus tanam. Total 1 hektar lahan sawah (dikelola oleh 5 petani, masing-masing 20 are). Kondisi lahan selesai panen padi akan memasuki tahap pengolahan di minggu depan. (b). Metode semai menggunakan media tray (lebih terkontrol dan minim risiko stres bibit). (c). Benih dijadwalkan akan diserahterimakan Senin, 20 April 2026, rencana tanam mei minggu ke 3
- Subak Kelod Kauh, Desa Silangjana, Kec. Sukasada (a). lokasi menyesuaikan siklus panen padi yang sedang berjalan. Cakupan lahan 1 hektar, 4 titik lokasi yang dikelola oleh 3 petani. (b). Kondisi Lahan masih tertanam padi. Estimasi panen baru akan dilakukan pada akhir April. (c). Semai dilakukan langsung di lahan (bedengan semai). (d). Kebutuhan benih bulan Mei, rencana tanam akhir Juni (setelah pengolahan lahan dan masa semai selesai).
- Lokasi Subak Gesing, Kecamatan Banjar, (a). Pemantauan kesiapan lahan, metode persemaian, dan jadwal kebutuhan benih. (b). Cakupan lahan 1 hektar, 4 Petani (4 titik lokasi lahan). (c). Tipe lahan tegalan, kondisi terkini lahan masih terisi tanaman sayuran dan cabai. (d). Metode semai menggunakan seedling tray (trey) untuk efisiensi ruang dan kesehatan akar dan Cocopeat (sabut kelapa halus) untuk drainase dan aerasi yang optimal. (d). Varietas Ori 212, estimasi jadwal benih 22 April 2026, jadwal tanam Mei minggu ke 3
- Lokasi Subak Babakan Tua Kec. Sawan (a). Cakupan lahan total 1 hektar (dikelola oleh 6 petani, masing-masing 10 - 30 are). (b). Lahan sawah, panen padi selesai dilakukan pada minggu ke 3 bulan April. Lahan akan memasuki tahap pengolahan pada april minggu ke 4 (c). Metode semai menggunakan media tray, dilakukan di green house (d). Benih akan diserah terimakan Senin, 20 April 2026 jadwal tanam Mei minggu ke 3
- Lokasi : Subak Kalisade, Kecamatan Seririt (a). Cakupan lahan 1 hektar lahan sawah (dikelola oleh 6 petani). Lahan masih ada tanaman melon, jagung dan kacang panjang, (b). Metode semai menggunakan media tray (lebih terkontrol dan minim risiko stres bibit). Dan pembibitan dilakukan di rumah semai. (c). Kebutuhan benih akhir bulan Juni, rencana tanam awal bulan Agustus 2026.
3. Verifikasi CPCL Penerima Benih Padi Bantuan Pemerintah Kegiatan APBD I Tahun 2026
- Kegiatan ini dihadiri 8 (delapan) kelian subak : Subak Ketug-ketug Desa Jinengdalem, Subak Dauh Geger Desa Pemaron, Subak Pemuhunan Desa Alasangker, Subak Pendem Desa Alasangker, Subak Tampekan Batan Dulang Desa Banjar Tegeha, Subak Gesing Desa Gesing, Subak Jembong Desa Gobleg, dan Subak Sapian Desa Ringdikit.
- Turut hadir petugas data dan POPT Kecamatan Buleleng, Banjar, dan Seririt, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura beserta tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Bali, serta Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distankan Buleleng beserta staf.
- Pelaksanaan verifikasi dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada masing-masing kelian subak secara bergiliran. Dalam proses tersebut, dilakukan pencocokan data antara kondisi di lapangan dengan dokumen CPCL yang telah disusun oleh Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distankan Buleleng.
- Data yang diverifikasi meliputi nama kelompok tani/subak, nama ketua kelompok, nomor telepon, jumlah anggota penerima bantuan, luas lahan, volume benih, varietas tanam, serta jadwal tanam.
- Hasil verifikasi menunjukkan bahwa seluruh data yang disampaikan sesuai dengan dokumen CPCL yang telah disusun sebelumnya. Selain itu, setiap kelian subak juga diberikan penegasan terkait komitmen untuk melaksanakan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Mereka juga menyatakan kesediaan untuk menanggung tambahan biaya pembelian sarana produksi dan biaya pendukung lainnya, serta bersedia menerima sanksi apabila melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
- Bahwa subak yang akan menerima bantuan benih pada kegiatan APBD I TA 2026 wajib terdaftar dalam SIMLUHTAN dan belum pernah menerima bantuan benih padi dari sumber kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya.
- Dalam sesi diskusi perwakilan petani dari Subak Jembong Desa Gobleg menyampaikan usulan terkait varietas benih yang diharapkan pada kegiatan selanjutnya, yaitu varietas Inpari 24 dan Inpari 6, yang dinilai memiliki produktivitas tinggi serta tahan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
- Terkait waktu pendistribusian benih, mengingat saat ini sebagian petani telah memasuki masa panen dan akan segera melakukan pengolahan lahan, dengan perkiraan waktu persemaian jatuh pada awal Mei 2026.
- Harapan agar bantuan benih pada kegiatan APBD I ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, diharapkan adanya pendampingan intensif dari petugas teknis selama proses budidaya, disertai dokumentasi pada setiap tahapan kegiatan, serta pelaporan informasi harga gabah per kilogram di tingkat petani.