(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

SOSIALISASI RENCANA KERJA PROGRAM TFCCA (TROPICAL FOREST AND CORAL CONSERVATION ACT), DI DESA BONDALEM

Admin distankan | 29 April 2026 | 72 kali

Hari ini, Rabu 29 April 2026, Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng menghadiri acara Sosialisasi Rencana Kerja Program TFCCA yang dilaksanakan di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan. Mengingat spirit menjaga laut dan terumbu karang di wilayah Tejakula sudah lama tumbuh dari kearifan lokal masyarakat, program TFCCA hadir sebagai momentum untuk menghidupkan kembali, memperkuat, serta mengakselerasi inisiatif konservasi yang selama ini telah dirintis secara swadaya.

Adapun beberapa poin penting dan strategi pengelolaan kawasan yang dapat dirangkum dari sambutan Bapak Kepala Dinas adalah sebagai berikut:

Tiga Pilar Konservasi: Pengelolaan kawasan konservasi di Buleleng harus menjalankan tiga pilar secara seimbang, yakni Perlindungan, Pelestarian, dan Pemanfaatan secara berkelanjutan. Konservasi tidak boleh dipahami sebagai pembatasan akses, melainkan instrumen pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan melalui pengelolaan yang bertanggung jawab.

Arah Ekonomi Biru: Pesisir Tejakula, termasuk Desa Bondalem, diproyeksikan sebagai poros Ekonomi Biru di Bali Utara. Hal ini dicapai melalui kekuatan konservasi perairan, perikanan tangkap berkelanjutan untuk menjaga stok ikan, serta pengembangan sektor wisata bahari yang strategis.

Dampak Ekonomi Nyata: Target utama dari program ini adalah memastikan setiap terumbu karang yang terjaga memberikan dampak ekonomi nyata bagi nelayan. Konservasi diarahkan agar alam tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Peluang Investasi Alam: Penetapan wilayah ini sebagai Kawasan Konservasi Perairan (Taman Wisata Perairan) harus dimaknai sebagai peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui modal ekosistem laut yang sehat.

Sinergi dan Kolaborasi: Keberhasilan pembangunan pesisir mutlak membutuhkan gotong royong dan penghapusan ego sektoral antara masyarakat, pemerintah, serta mitra pembangunan seperti TFCCA agar program yang disusun benar-benar aplikatif dan menjawab kebutuhan lapangan.

Sebagai penutup kegiatan, ditekankan bahwa dengan kolaborasi yang kuat, pesisir Tejakula akan menjadi model pengelolaan kawasan yang mampu menjaga ekologi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara harmonis.

Demikian yang bisa disampaikan dalam pendampingan kegiatan Sosialisasi Rencana Kerja Program TFCCA di Desa Bondalem.