Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P/POPT BPP Busungbiu
Mikoriza merupakan bentuk simbiosis
mutualisme antara jamur dengan akar tumbuhan tingkat tinggi (inang). Mikoriza
sering juga disebut dengan jamur tanah atau jamur akar. Ada 2 jenis utama jamur
mikoriza yaitu ektomikoriza dan endomikoriza. Ektomikoriza membentuk mantel
disekitar akar dan hifa jamur tidak menembus akar, sedangkan endomikoriza,
menembus dinding sel akar dan membentuk struktur khusus didalamnya. kedua jenis
ini memberikan keuntungan dengan teknik pertumbuhan yang berbeda terhadap
hubungan simbiosis pada tanaman. Beberapa manfaat dari mikoriza ialah:
a. Membantu
serapan air dan hara
Jaringan hifa dari mikoriza akan memperluas
bidang serapan air dan hara. Disamping itu ukuran hifa yang lebih halus dari
bulu-bulu akar memungkinkan hifa dapat menyusup ke pori-pori tanah yang paling
kecil (mikro) sehingga hifa bisa menyerap air pada kondisi kadar air tanah yang
sangat rendah. Serapan air yang lebih besar oleh tanaman bermikoriza, juga
membawa unsur hara yang mudah larut dan terbawa oleh aliran masa seperti N, K
dan S. sehingga serapan unsur tersebut juga makin meningkat..
b. Meningkatkan
ketahanan tanaman terhadap kekeringan
Rusaknya jaringan korteks akibat kekeringan
dan matinya akar tidak permanen pengaruhnya pada akar yang bermikoriza. Setelah
periode kekurangan air, akar akan cepat kembali normal. Hal ini disebabkan
karena hifa jamur mampu menyerap air yang ada pada pori-pori tanah saat akar
tanaman tidak mampu lagi menyerap air. Penyerapan hifa yang sangat luas di
dalam tanah menyebabkan jumlah air yang diambil akan meningkat.
c. Proteksi
dari patogen dan unsur toksik
Mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan
tanaman melalui perlindungan tanaman dari patogen akar dan unsur toksik.
Struktur mikoriza dapat berfungsi sebagai pelindung biologi bagi terjadinya patogen
akar. Jamur mikoriza dapat melepaskan antibiotik yang dapat mematikan patogen.
Mekanisme perlindungannya sebagai berikut: (1) adanya selaput hifa/mantel yang
dapat berfungsi sebagai barrier masuknya patogen, (2) mikoriza menggunakan
hampir semua kelebihan karbohidrat dan eksudat lainnya, sehingga tercipta
lingkungan yang tidak cocok untuk patogen, (3) cendawan mikoriza dapat
mengeluarkan antibiotik yang dapat mematikan patogen (4)akar tanaman yang sudah
diinfeksi cendawan mikoriza, tidak dapat diinfeksi oleh cendawan patogen yang
menunjukkan adanya kompetisi.
Mikoriza juga dapat melindungi tanaman dari
ekses unsur tertentu yang bersifat racun seperti logam berat. Mekanisme
perlindungan terhadap logam berat dan unsur beracun yang diberikan mikoriza dapat
melalui efek filtrasi, menonaktifkan secara kimiawi atau penimbunan unsur
tersebut dalam hifa cendawan.
d. Memproduksi
senyawa-senyawa peransang pertumbuhan.
Jamur mikoriza dapat menghasilkan hormon
seperti auksin, sitokinin, giberalin dan vitamin.
e. Merangsang
aktivitas beberapa organisme yang menguntungkan
Jamur
mikoriza berinteraksi dengan berbagai organisme di rhizosfer, misalnya
Rhizobium pada tanaman legum. Jamur berasosiasi pada tanaman legum dapat
meningkatkan serapan fosfor, sehingga meningkatkan aktivitas nitrogenase yang
selanjutnya memperbaiki pertumbuhan akar dan mikoriza.
Pertumbuhan
dan perkembangan jamur mikoriza di tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor,
sebagai berikut:
- Suhu.
Suhu yang tinggi pada siang hari 35 derajat celcius tidak menghambat
perkembangan akar dan aktivitas fisiologi mikoriza. Peran mikoriza hanya
menurun pada suhu di atas 40 derajat celcius.
- Kadar
air tanah. Keberadaan mikoriza pada tanaman yang tumbuh di daerah kering sangat
menguntungkan karena dapat meningkatkan kemampuan tanaman untuk tumbuh dan
bertahan pada kondisi yang kurang air.
- Jenis
dan pH tanah. Jenis tanah merupakan faktor yang berpengaruh terhadap jenis
mikoriza. Hal ini dapat terjadi karena setiap jenis tanah memiliki tekstur,
kandungan organik dan pH tanah berbeda. Mikoriza dapat ditemukan pada tanah
dengan pH asam hingga netral.
- Bahan
organik. Jumlah maksimum spora ditemukan pada tanah-tanah yang mengandung bahan
organik 1-2%, sedangkan pada tanah-tanah berbahan organik kurang dari 0,5%
kandungan spora sangat rendah.
- Fungisida. Pemakaian fungisida dapat membunuh cendawan mikoriza yang sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman. Sehingga harus digunakan secara bijaksana.
Sumber:
Sirait,
G., hasairin, A dan Edi, S. 2022. Mengenal Spora Mikoriza Hutan Kampus
Universitas negeri Medan. diakses pada laman
http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/53397/1/Fulltext.pdf
Hapsani, A dan Basri, H. 2018. Kajian Peranan Mikoriza Dalam Bidang Pertanian. Agrica Ekstensia. Vol. 12 No.2 November 2018:74-78