(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

MANFAAT MIKORIZA BAGI TANAMAN PERTANIAN

Admin distankan | 31 Maret 2026 | 46 kali

Oleh: Rosma Susiwaty Situmeang, S.P/POPT BPP Busungbiu

Mikoriza merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dengan akar tumbuhan tingkat tinggi (inang). Mikoriza sering juga disebut dengan jamur tanah atau jamur akar. Ada 2 jenis utama jamur mikoriza yaitu ektomikoriza dan endomikoriza. Ektomikoriza membentuk mantel disekitar akar dan hifa jamur tidak menembus akar, sedangkan endomikoriza, menembus dinding sel akar dan membentuk struktur khusus didalamnya. kedua jenis ini memberikan keuntungan dengan teknik pertumbuhan yang berbeda terhadap hubungan simbiosis pada tanaman. Beberapa manfaat dari mikoriza ialah:

a.   Membantu serapan air dan hara

Jaringan hifa dari mikoriza akan memperluas bidang serapan air dan hara. Disamping itu ukuran hifa yang lebih halus dari bulu-bulu akar memungkinkan hifa dapat menyusup ke pori-pori tanah yang paling kecil (mikro) sehingga hifa bisa menyerap air pada kondisi kadar air tanah yang sangat rendah. Serapan air yang lebih besar oleh tanaman bermikoriza, juga membawa unsur hara yang mudah larut dan terbawa oleh aliran masa seperti N, K dan S. sehingga serapan unsur tersebut juga makin meningkat..

b.   Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan

Rusaknya jaringan korteks akibat kekeringan dan matinya akar tidak permanen pengaruhnya pada akar yang bermikoriza. Setelah periode kekurangan air, akar akan cepat kembali normal. Hal ini disebabkan karena hifa jamur mampu menyerap air yang ada pada pori-pori tanah saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air. Penyerapan hifa yang sangat luas di dalam tanah menyebabkan jumlah air yang diambil akan meningkat.

c.   Proteksi dari patogen dan unsur toksik

Mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui perlindungan tanaman dari patogen akar dan unsur toksik. Struktur mikoriza dapat berfungsi sebagai pelindung biologi bagi terjadinya patogen akar. Jamur mikoriza dapat melepaskan antibiotik yang dapat mematikan patogen. Mekanisme perlindungannya sebagai berikut: (1) adanya selaput hifa/mantel yang dapat berfungsi sebagai barrier masuknya patogen, (2) mikoriza menggunakan hampir semua kelebihan karbohidrat dan eksudat lainnya, sehingga tercipta lingkungan yang tidak cocok untuk patogen, (3) cendawan mikoriza dapat mengeluarkan antibiotik yang dapat mematikan patogen (4)akar tanaman yang sudah diinfeksi cendawan mikoriza, tidak dapat diinfeksi oleh cendawan patogen yang menunjukkan adanya kompetisi.

Mikoriza juga dapat melindungi tanaman dari ekses unsur tertentu yang bersifat racun seperti logam berat. Mekanisme perlindungan terhadap logam berat dan unsur beracun yang diberikan mikoriza dapat melalui efek filtrasi, menonaktifkan secara kimiawi atau penimbunan unsur tersebut dalam hifa cendawan.

d.   Memproduksi senyawa-senyawa peransang pertumbuhan.

Jamur mikoriza dapat menghasilkan hormon seperti auksin, sitokinin, giberalin dan vitamin.

e.   Merangsang aktivitas beberapa organisme yang menguntungkan

Jamur mikoriza berinteraksi dengan berbagai organisme di rhizosfer, misalnya Rhizobium pada tanaman legum. Jamur berasosiasi pada tanaman legum dapat meningkatkan serapan fosfor, sehingga meningkatkan aktivitas nitrogenase yang selanjutnya memperbaiki pertumbuhan akar dan mikoriza.

Pertumbuhan dan perkembangan jamur mikoriza di tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut:

-  Suhu. Suhu yang tinggi pada siang hari 35 derajat celcius tidak menghambat perkembangan akar dan aktivitas fisiologi mikoriza. Peran mikoriza hanya menurun pada suhu di atas 40 derajat celcius.

-  Kadar air tanah. Keberadaan mikoriza pada tanaman yang tumbuh di daerah kering sangat menguntungkan karena dapat meningkatkan kemampuan tanaman untuk tumbuh dan bertahan pada kondisi yang kurang air.

-  Jenis dan pH tanah. Jenis tanah merupakan faktor yang berpengaruh terhadap jenis mikoriza. Hal ini dapat terjadi karena setiap jenis tanah memiliki tekstur, kandungan organik dan pH tanah berbeda. Mikoriza dapat ditemukan pada tanah dengan pH asam hingga netral.

-  Bahan organik. Jumlah maksimum spora ditemukan pada tanah-tanah yang mengandung bahan organik 1-2%, sedangkan pada tanah-tanah berbahan organik kurang dari 0,5% kandungan spora sangat rendah.

-  Fungisida. Pemakaian fungisida dapat membunuh cendawan mikoriza yang sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman. Sehingga harus digunakan secara bijaksana.

Sumber:

 

Sirait, G., hasairin, A dan Edi, S. 2022. Mengenal Spora Mikoriza Hutan Kampus Universitas negeri Medan. diakses pada laman http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/53397/1/Fulltext.pdf

 

Hapsani, A dan Basri, H. 2018. Kajian Peranan Mikoriza Dalam Bidang Pertanian. Agrica Ekstensia. Vol. 12 No.2 November 2018:74-78