Oleh
Vani Silvana,
S.P.
POPT Ahli
Pertama pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng
Pestisida nabati merupakan salah satu
alternatif pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang ramah
lingkungan, aman bagi petani, serta mendukung penerapan Pengendalian Hama
Terpadu (PHT). Salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida
nabati adalah kulit bawang merah yang dikombinasikan dengan air beras.
Bahan-bahan ini mudah diperoleh, murah, dan berasal dari limbah rumah tangga
yang masih memiliki nilai guna dalam bidang pertanian.
Kulit
bawang merah diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin,
tanin, dan senyawa sulfur yang berpotensi membantu menekan perkembangan hama
dan penyakit tanaman. Senyawa tersebut memiliki sifat antimikroba dan dapat
berfungsi sebagai penolak atau penghambat perkembangan organisme pengganggu
tertentu. Sementara itu, air beras mengandung unsur organik, pati, vitamin, dan
mineral yang dapat mendukung proses fermentasi serta menjadi media pelarut
alami dalam pembuatan pestisida nabati.
Pembuatan
pestisida nabati ini relatif sederhana. Kulit bawang merah direndam atau
difermentasikan menggunakan air beras selama beberapa waktu, kemudian disaring
untuk memperoleh larutan yang siap digunakan. Larutan hasil fermentasi ini
dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke bagian tanaman, terutama pada
daun, batang muda, dan bagian tanaman yang terserang hama. Aplikasi sebaiknya
dilakukan pada pagi atau sore hari agar hasilnya lebih optimal.
Penggunaan
pestisida nabati dari kulit bawang merah dan air beras dapat membantu menekan
serangan beberapa OPT seperti kutu daun, thrips, kutu kebul, ulat daun skala
ringan, serta penyakit bercak daun ringan. Selain itu, pemanfaatan bahan ini
juga memberikan keuntungan karena dapat mengurangi ketergantungan petani
terhadap pestisida kimia, menekan biaya produksi, serta mengurangi pencemaran
lingkungan.
Meskipun
demikian, pestisida nabati umumnya bekerja lebih lambat dibandingkan pestisida
kimia sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara rutin dan berulang. Oleh
karena itu, pestisida nabati dari kulit bawang merah dan air beras sebaiknya
digunakan sebagai bagian dari strategi Pengendalian Hama Terpadu, bersama
dengan pengamatan rutin, sanitasi lahan, pemeliharaan tanaman sehat, dan
pelestarian musuh alami.
Dengan
memanfaatkan kulit bawang merah dan air beras sebagai pestisida nabati, petani
dapat menerapkan budidaya yang lebih sehat, hemat, dan berkelanjutan. Inovasi
sederhana ini diharapkan mampu menjadi solusi praktis dalam pengendalian OPT
sekaligus mendorong pertanian yang ramah lingkungan.
Daftar
Pustaka :
Adolph, R., et
al. (2016). Pemanfaatan limbah kulit bawang merah untuk pestisida nabati
sebagai alternatif pestisida sintetis. Jurnal Daun, 5(2), 1-23.
Herlambang, Sulistiyowati, Suyani, Hidayatullah, Yuliawati, Shodiqy, Dwi, & Ghina Fauziyah. (2016) ‘Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah untuk Pestisida Nabati Sebagai Alternatif Pestisida Sintetis’, 5(2), pp. 1–23.