(0362) 25090
distankan@bulelengkab.go.id
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan

Agen Pengendali Hayati Paenibacillus Polymyxa

Admin distankan | 13 Mei 2026 | 7 kali

Oleh

Vani Silvana, S.P.

POPT Ahli Pertama pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng


Paenibacillus polymyxa merupakan agens pengendali hayati (APH) berupa bakteri antagonis yang sangat efektif dalam budidaya padi. Bakteri ini dikenal mampu menekan berbagai penyakit penting tanaman padi, terutama hawar daun bakteri (kresek) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae, penyakit blas, serta busuk pelepah. Kemampuan tersebut diperoleh karena P. polymyxa mampu memproduksi senyawa antibiotik alami seperti polimiksin, meningkatkan ketahanan tanaman, sekaligus membantu proses pengikatan nitrogen yang bermanfaat bagi pertumbuhan padi.

Selain berfungsi sebagai pengendali penyakit, Paenibacillus polymyxa juga termasuk kelompok Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berperan dalam merangsang pertumbuhan akar, memperbaiki penyerapan unsur hara, dan meningkatkan vigor tanaman. Dengan penggunaan rutin, tanaman padi menjadi lebih sehat, lebih tahan terhadap serangan patogen, dan berpotensi menghasilkan produktivitas panen yang lebih tinggi. Penggunaan bakteri ini juga menjadi alternatif yang ramah lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

Aplikasi Paenibacillus polymyxa pada budidaya padi dapat dilakukan melalui beberapa metode. Pada tahap awal, benih padi direndam menggunakan larutan Paenibacillus dengan dosis 5 cc per liter air selama sekitar 15 menit sebelum disemai. Perlakuan ini bertujuan memberikan perlindungan awal terhadap patogen sejak fase perkecambahan. Selanjutnya, aplikasi dilakukan melalui penyemprotan atau penyiraman pada tanaman di lapangan dengan konsentrasi 5–10 ml per liter air. Penyemprotan umumnya dilakukan pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST) untuk menjaga efektivitas pengendalian penyakit, khususnya hawar daun bakteri dan blas.

Dalam skala budidaya, kebutuhan Paenibacillus polymyxa berkisar antara 2,5–3 liter per hektar. Waktu aplikasi yang dianjurkan adalah pada sore hari sekitar pukul 15.00 agar bakteri tidak terpapar sinar matahari terik yang dapat menurunkan efektivitasnya. Frekuensi aplikasi dapat disesuaikan dengan tingkat serangan penyakit di lapangan, bahkan dapat dilakukan hingga 10 kali penyemprotan apabila diperlukan.

Penggunaan Paenibacillus polymyxa secara rutin terbukti efektif dalam menekan perkembangan patogen seperti Xanthomonas oryzae penyebab hawar daun bakteri (kresek) dan penyakit blas, sehingga menjadi salah satu solusi hayati yang potensial untuk mendukung budidaya padi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Pustaka :

Prasetyani, Ertha Dwi.2023.Uji Efikasi Trichoderma spp dan Paenibacillus polymyxa Terhadap Penyakit Bercak Coklat dan Blas Padi. UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kalimantan Timur.Jurnal Agrosinta Vol. 7 (2): 47-54 Desember 2023. 

Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto.2023.Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri dengan Agen Hayati Paenibacillus. Polymyxa [Brosur].