Oleh
Vani Silvana,
S.P.
POPT Ahli Pertama pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng
Paenibacillus polymyxa merupakan agens
pengendali hayati (APH) berupa bakteri antagonis yang sangat efektif dalam
budidaya padi. Bakteri ini dikenal mampu menekan berbagai penyakit penting
tanaman padi, terutama hawar daun bakteri (kresek) yang disebabkan oleh
Xanthomonas oryzae, penyakit blas, serta busuk pelepah. Kemampuan tersebut
diperoleh karena P. polymyxa mampu memproduksi senyawa antibiotik alami seperti
polimiksin, meningkatkan ketahanan tanaman, sekaligus membantu proses
pengikatan nitrogen yang bermanfaat bagi pertumbuhan padi.
Selain
berfungsi sebagai pengendali penyakit, Paenibacillus polymyxa juga termasuk
kelompok Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang berperan dalam
merangsang pertumbuhan akar, memperbaiki penyerapan unsur hara, dan
meningkatkan vigor tanaman. Dengan penggunaan rutin, tanaman padi menjadi lebih
sehat, lebih tahan terhadap serangan patogen, dan berpotensi menghasilkan
produktivitas panen yang lebih tinggi. Penggunaan bakteri ini juga menjadi
alternatif yang ramah lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan
terhadap pestisida kimia.
Aplikasi
Paenibacillus polymyxa pada budidaya padi dapat dilakukan melalui beberapa
metode. Pada tahap awal, benih padi direndam menggunakan larutan Paenibacillus
dengan dosis 5 cc per liter air selama sekitar 15 menit sebelum disemai.
Perlakuan ini bertujuan memberikan perlindungan awal terhadap patogen sejak
fase perkecambahan. Selanjutnya, aplikasi dilakukan melalui penyemprotan atau
penyiraman pada tanaman di lapangan dengan konsentrasi 5–10 ml per liter air.
Penyemprotan umumnya dilakukan pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam
(MST) untuk menjaga efektivitas pengendalian penyakit, khususnya hawar daun
bakteri dan blas.
Dalam
skala budidaya, kebutuhan Paenibacillus polymyxa berkisar antara 2,5–3 liter
per hektar. Waktu aplikasi yang dianjurkan adalah pada sore hari sekitar pukul
15.00 agar bakteri tidak terpapar sinar matahari terik yang dapat menurunkan
efektivitasnya. Frekuensi aplikasi dapat disesuaikan dengan tingkat serangan
penyakit di lapangan, bahkan dapat dilakukan hingga 10 kali penyemprotan apabila
diperlukan.
Penggunaan
Paenibacillus polymyxa secara rutin terbukti efektif dalam menekan perkembangan
patogen seperti Xanthomonas oryzae penyebab hawar daun bakteri (kresek) dan
penyakit blas, sehingga menjadi salah satu solusi hayati yang potensial untuk
mendukung budidaya padi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Pustaka :
Prasetyani,
Ertha Dwi.2023.Uji Efikasi Trichoderma spp dan Paenibacillus polymyxa
Terhadap Penyakit Bercak Coklat dan Blas Padi. UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan
Hortikultura. Kalimantan Timur.Jurnal Agrosinta Vol. 7 (2): 47-54 Desember
2023.
Dinas Pertanian
Kabupaten Mojokerto.2023.Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri dengan Agen
Hayati Paenibacillus. Polymyxa [Brosur].